<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693</id><updated>2012-02-05T09:37:19.652-08:00</updated><category term='kontak'/><category term='Bekasiana'/><category term='Internet'/><category term='Administrator'/><category term='Refleksi'/><category term='Berita Attaqwa'/><category term='Ekonomi Islam'/><category term='dunia Blog'/><category term='Pendataan'/><category term='Berita Dunia Islam'/><category term='syariat'/><category term='Pendidikan'/><category term='catatan'/><category term='Resensi Buku'/><category term='prestasi'/><category term='Pengajian'/><category term='Kuliner Bekasi'/><category term='Biografi'/><category term='Motivasi'/><category term='Filsafat'/><category term='penelitian'/><category term='diskusi'/><category term='catatan perjalanan'/><category term='Maulid'/><title type='text'>Blogger Attaqwa</title><subtitle type='html'>dari Ujungmalang menuju Dunia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>40</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-1284025542011621280</id><published>2011-06-14T01:04:00.000-07:00</published><updated>2011-11-14T22:21:41.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Antara Syaikh Omar Mukhtar dan KH. Noer Alie</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-X6ZzVYMwagg/Tr_wLSIVD_I/AAAAAAAAAKI/_XNjqcwcWCk/s1600/omar+mukhtar-cover+film.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="107" src="http://4.bp.blogspot.com/-X6ZzVYMwagg/Tr_wLSIVD_I/AAAAAAAAAKI/_XNjqcwcWCk/s200/omar+mukhtar-cover+film.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;erbekal uang delapan ribu perak (Rp.8.000) saya berhasil mendapatkan sebuah DVD (bajakan) berjudul Lion of the Desert. Film ini diproduksi Mustappha Akkad, produser Amerika kelahiran Syria dan dibintangi oleh bintang senior Amerika kelahiran Mexico, Anthony Quinn, yang juga sering bermain di fim dengan tema-tema Islam, seperti Laurence of Arabia  dan The Message (Arrisalah).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lion of the Desert mengisahkan perjuangan seorang ulama, Syaikh Omar Mukhtar, melawan pendudukan tentara Italia di Libya. Berbagai upaya dilakukan penjajah Italia untuk menangkap ulama dan para pengikutnya itu namun upaya mereka selalu gagal. Mereka harus menunggu waktu 20 tahun dan biaya yang sangat besar (diantaranya untuk membangun pagar kawat sejauh 270 km) atas perintah langsung Benito Mussolini, diktator Italia  untuk akhirnya dapat menangkap pemimpin agama sangat berpengaruh itu. Tidak heran kemudian dia digelari sebagai Lion of Desert (Singa Padang Pasir).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Omar Mukhtar adalah ulama dan salah seorang tokoh penting gerakan Sanusiyah.  Lahir di Cyrenaica timur, Distrik Al Butnan, di kampung Janzur Timur, sebelah timur Tobruk. Sejak kecil ia menjadi yatim dan diangkat anak oleh Sharif El Gariani sepupu dari Hussein Ghariani, seorang pemimpin politik-keagamaan di Cyrenaica. Dia menerima pendidikan awalnya di masjid setempat dan kemudian belajar di Jami'ah Sanusiyah  di Al-Jaghbub, yang juga merupakan markas besar gerakan Sanusiyyah. Musuh Mukhtar terakhir, jenderal Itali Rodolfo Graziani pernah memberikan deskripsi tentang pemimpin Sanusiyah itu yang nyata-nyata menunjukkan kekagumannya: "Tingginya sedang, perkasa, dengan rambut, jengggot dan kumis putih. Umar dianugerahi dengan intelegensia yang cepat dan hidup. Sangat menguasai masalah agama, tampil sebagai karakter yang energik dan gagah, tidak egois tapi juga tidak kompromistis. Yang paling utama, ia tetap sangat agamis dan miskin (sederhana), meskipun dia termasuk salah satu tokoh paling penting dari gerakan Sanusiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Lambang Gerakan Sanusiah, Libya&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gerakan Sanusiyah adalah gerakan religio-politis  Muslim di Libia dan Sudan. Didirikan di Mekkah pada 1837 oleh Grand Senussi, Sayyid Muhammad ibn Ali as-Senussi. As-Sanusi prihatin dengan menurunnya pemikiran dan spiritualitas, serta lemahnya integritas politik kaum Muslimin.  Ia dipengaruhi oleh gerakan Salafi yang kemudian ditambahkannya dengan ajaran dari berbagai tarikat Sufi. Dari tahun 1902 sampai 1913 kaum Sanusiyah bertempur melawan ekspansi Perancis di gurun Sahara, dan kolonialisasi Italia terhadap Libya pada awal tahun 1911. Cucu dari Grand Senussi ini kemudian menjadi Raja Idris I di Libya pada tahun in 1951. Pada tahun 1969, King Idris I disingkirkan melalui kudeta militer pimpinan kolonel Muammar al-Gaddafi. Sekitar sepertiga dari populasi di Libya sampai hari ini masih bergabung dengan gerakan Sanusiyah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Omar Mukhtar dianugerahi otak yang cerdas dan  insting yang kuat. Maka tidak heran jika ia memiliki strategi perang gerilya yang jitu dan dan ditakuti lawan. Mukhtar juga ahli dalam strategi dan taktik peperangan padang pasir. Ia amat mengenali wilayahnya dan memanfaatkan pengetahuan itu sebagai keuntungan dalam peperangan melawan tentara Italia yang tidak familiar dengan perang di padang pasir. Mukhtar berulang kali memimpin grup-grupnya yang kecil tapi tangkas dalam melakukan serangan, dan berhasil menyerang tentara Italia.  Setelah itu mereka seperti menghilang ditelan luasnya gurun pasir. Orang-orang Mukhtar  secara trampil menyerang pos-pos terdepan, menyerbu tentara secara tiba-tiba, dan memotong jaringan logistik dan komunikasi. Tentara Italia seringkali dibuat terkejut dan dibikin malu dengan taktik gerilyanya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Antara tahun 1927-1928 Omar Mukhtar berhasil mengorganisasi kembali kekuatan-kekuatan gerakan Sanusiah  yang sering diburu secara terus menerus oleh tentara Italia.  Mukhtar melakukan ini karena pada beberapa tahun sebelumnya Gubernur Italia Ernesto Bombelli menciptakan sebuah kekuatan anti-gerilya yang mengakibatkan kekalahan serius pada kaum pejuang pada sekitar tahun 1925. Mukhtar lalu memodifikasi taktiknya sendiri dan berhasil melanjutkan perjuangan dengan bantuan berkelanjutan dari Mesir. Dua tahun berikutnya meskipun dibawah pendudukan daerah Giarabub dari tahun 1926 and pengawasan ketat di bawah gubernur gubernur Attilio Teruzzi, Mukhtar melakukan serangan mengejutkan kepada tentara Italia Raheiba. Jenderal Teruzzi sampai mengakui kehebatan Omar yang memiliki "pertahanan sangat istimewa dan memiliki kekuatan kemauan yang amat kuat"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan Januari 1929, Gubernur Libya Pietro Badoglio membuat kompromi dengan Omar Mokhtar (dianggap oleh orang Itali sebagai penyerahan total Mukhtar), setelah negosiasi yang panjang dan melelahkan, mirip dengan perjanjian Italo-Sanusia sebelumnya. Tapi sepuluh bulan berikutnya Mukhtar membatalkan perjanjian itu dan membangun kembali kesatuan gerakan diantara kekuatan-kekuatan di  Libya, menyiapkan diri untuk konfrontasi dengan komandan militer Itali di Libya yang baru, Radolfo Graziani pada tahun berikutnya.  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada pertengahan tahun 1930 sebuah serangan besar-besaran dilakukan terhadap kekuatan Mukhtar, tapi gagal. Graziani lalu meminta bantuan menteri koloni Itali dan bahkan pemimpin tertinggi Italia, Benito Mussolini untuk memecah gerakan Cyrenia (daerah utara Lybia yang dikuasai Mukhtar). Ratusan ribu penduduk disana dipindahkan ke kam konsentrasi di sekitar pantai dan menutup perbatasan Libia-Mesir untuk mencegah bantuan asing kepada para pejuang dan menghilangkan dukungan dari penduduk lokal. Tindakan ini mengakibatkan kerugian besar pada gerakan Sanusiah. Para pejuang kehilangan bantuan dan dukungan, dimata-matai, diserang oleh angkatan udara Italia, dan diburu oleh angkatan darat Itali yang dibantu oleh informan lokal dan kolaborator. Mukhtar tetap berjuang meskipun kondisi semakin susah dan semakin berisiko. Pada 11 September 1931 dia tertangkap di daerah Zonta, desa perbatasan Libya-Mesir. Setelah pengadilan yang tidak seimbang, Mukhtar diputuskan untuk digantung di salah satu kamp konsentrasi dan dieksekusi dua hari kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengikuti sejarah perjuangan Omar Mukhtar yang menentang penjajah Italia di Libya buat kita serasa tidak asing. Mungkin karena di daerah kita sendiri, Karawang-Bekasi, perjuangan melawan penjajah Belanda juga dipimpin oleh ulama, yaitu guru kita almaghfurlah KH. Noer Alie. Bahkan menurut para saksi sejarah, perlawanan yang dilakukan Noer Alie dan anak buahnya merupakan perlawanan yang sangat sengit, dan membuat Belanda mengalami kerugian yang tidak sedikit. Seperti juga Omar Mukhtar, sekarang KH. Noer Alie sering diberi julukan Singa Karawang-Bekasi  sesuai nama film yang baru-baru ini dibuat untuk mengisahkan perjuangannya dalam menentang penjajah Belanda.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menarik menyaksikan persamaan diantara kedua ulama ini meskipun berbeda ribuan kilometer jaraknya dan masa perjuangannya. Lambang bendera yang digunakan oleh gerakan Sanusiyah nyaris tidak berbeda dengan lambang yang digunakan Masyumi, partai politik tempat Noer Alie berkiprah. Keduanya menggunakan bulan bintang, yang kemudian diadopsi menjadi lambang bendera di berbagai negara muslim seperti Libya, Maroko, Aljazair, Pakistan dan Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*** &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau Omar Mukhtar akhirnya tertangkap oleh tentara Italia, KH. Noer Alie juga sebenarnya pernah tertangkap serdadu Belanda di daerah Banten. Tapi karena kecerdikannya, akhirnya ia terlepas dari penjagaan serdadu Belanda. Menurut cerita orang kampung, ancaman Belanda terhadap Noer Alie tidak main-main: akan digantung di lapangan sehingga semua orang dapat menyaksikannya dan diharapkan membuat takut semua gerakan perlawanan rakyat. Hal itulah yang dialami oleh Omar Mukhtar setelah tertangkap tentara Italia. Ia digantung di tengah lapangan, di sebuah kamp konsentrasi penduduk di daerah Cyrenaica.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;KH. Noer Alie juga dikenal melakukan taktik dan strategi perang gerilya (hit and run) terhadap penjajah Belanda. Gerak perjuangannya luas, meliputi Bekasi, Depok, Bogor Selatan dan Banten. Terus ke utara meliputi Sembilangan, Batujaya (Karawang), Johar. Bahkan ketika Agresi Militer dilakukan oleh Belanda paska proklamasi kemerdekaan, Noer Alie dan tentaranya ikut serta "long march" bersama TNI ke Yogyakarta dari Jawa Barat, sebagai akibat ditandatanganinya perjanjian Renville, yang mengharuskan TNI dan barisan perjuangan lainnya mengosongkan "daerah kantong", daerah yang dianggap Belanda sebagai daerah yang susah dikuasai kembali Belanda melalui NICA karena kuatnya pertahanan TNI dan barisan perjuangan rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika Belanda dan sekutunya akhirnya pergi dari Indonesia KH Noer Alie terlibat aktif dalam partai Islam Masyumi, partai yang merupakan gabungan seluruh kekuatan politik ummat Islam tahun 1950an. Tadinya ia hanya memimpin cabang Bekasi tapi kemudian menjadi anggota pengurus pusat, dan terlibat perdebatan panas ketika menjadi wakil Masyumi di Konstituante, tahun 1955-1959. Ironisnya, ketika sama-sama berhasil mengusir "musuh" fisik dalam bentuk penjajahan, kini ia harus berhadapan dengan dengan teman sendiri sebagai "lawan ideologis" seperti para nasionalis sekuler dan fraksi komunis yang tidak menginginkan Indonesia memiliki Islam sebagai dasar negara. Kali ini ia harus mengalah dengan turunnya Dekrit Presiden 1 Juli 1960 untuk kembali ke Undang-undang Dasar 1945 dan dimulainya kediktatoran Soekarno yang dibungkus dengan nama "Demokrasi Terpimpin".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di tengah perdebatan di Konstituante itu, KH. Noer Alie mendirikan Majelis Ulama Indonesia, semacam ikatan diantara para ulama, yang waktu itu banyak berkumpul di Bandung (tempat dilakukannya sidang-sidang Konstuante), untuk membicarakan masalah-masalah kemasyarakatan. Dengan demikian KH. Noer Alie, selain pejuang, ia juga pencetus dan pendiri Majelis Ulama Indonesia. Sebagaimana diketahui, MUI versi resmi didirikan pada tahun 1975 atas prakarsa pemerintah dengan Allahyarham Buya Hamka selaku ketua pertamanya. Bedanya, MUI pimpinan KH. Noer Alie merupakan organisasi ulama yang sangat independen sedangkan MUI yang didirikan pemerintah 15 tahun berikutnya sepenuhnya ditangani pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika Umar Mukhtar harus mengakhiri hidupnya di tiang gantungan penjajah Itali, KH. Noer Alie harus berhadapan dengan usaha "penggantungan" terhadap kebebasannya berpendapat. Dan itu terjadi di masa orde baru, masa-masa dimana seharusnya ia beristirahat di usia senjanya di pondok pesantrennya yang damai. Ia harus mengatur ceramahnya sedemikian rupa agar tidak terjebak pada politik pembungkaman pemerintah terhadap kekuatan politik Islam di luar partai politik "boneka" ciptaan pemerintah. Tapi bukan KH. Noer Alie namanya jika harus menyerah terhadap kemungkaran. Ia terus berjuang, meskipun lewat pengajian keliling di sekitar masjid di kabupaten Bekasi. Ia mengajarkan masyarakat tentang Islam secara menyeluruh (kafah) melalui kitab hadits dan fiqih yang dibacanya di depan jamaah. (Analisa inteligent saat itu mengatakan bahwa KH. Noer Alie memang tidak mengajak masyarakat untuk menentang pemerintah, tapi jika dibiarkan terus menerus, usahanya itu akan menyebabkan masyarakat menjadi fanatik dan menolak semua yang dianggap bukan dari agamanya). Ia seakan tidak peduli pemerintah mau berkata apa, dan terus berjuang mencerdaskan jamaahnya, membebaskan mereka dari belenggu pemasungan kebebasan berpendapat. Jika Kasman Singodimedjo (mantan Didancho PETA jaman Jepang, dan salah satu anggota elite Masyumi) punya prinsip "hidup itu berjuang", nampaknya prinsip itu oleh KH. Noer Alie bukan sekedar jadi kata-kata melainkan sikap hidup dan perbuatannya sepanjang kehidupannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian puluh tahun Omar Mukhtar meninggal dan tidak ada yang memperdulikan namanya. Bahkan oleh dinasti Sanusiyah yang memerintah setelah Itali meninggalkan Libya. Baru setelah Khadafi melakukan kudeta tidak berdarah kepada dinasti itu, nama Omar Mukhtar diabadikan sebagai nama universitas yang sebelumnya memakai nama dinasti yang sama. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekian tahun nama KH. Noer Alie hanya dikenal di sekitar Bekasi, walaupun ia memiliki rekan di berbagai kalangan, baik sipil mupun militer. Semakin lama namanya semakin pupus  jika tidak ada pengakuan Jenderal AH. Nasution tentang kiprahnya dalam perjuangan dan revolsi fisik. Pengakuan itulah yang kemudian menjadi kartu truf dan berhasil meyakinkan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional sang singa Karawang-Bekasi ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Omar Mukhtar dan KH. Noer Alie adalah sedikit dari guru yang patut ditiru. Keyakinan pada Tuhan, kecintaan pada ilmu, keberanian berpegang kepada kebenaran, kegigihan dalam memperjuangkan agama dan ummatnya, kesederhanaan dalam kehidupan duniawi dan kesediaan dalam berkorban merupakan ciri khas dari karakter mereka. Mereka mungkin menganggap apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang biasa dan tidak ada niat sedikitpun untuk dibanggakan (bahkan dijual)-sesuatu yang lahir dari sikap tawadhu' dan wara' seorang guru. Akan tetapi, justru karena bersikap biasa inilah orang menganggapnya sebagai suatu yang luar biasa. Karakter yang semakin langka ditemui saat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimanapun, saya beruntung karena pernah mesantren dan diajar langsung oleh KH. Noer Alie serta merasakan semangatnya yang luar biasa apabila beliau bicara tentang perjuangan menentang penjajahan dan menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan. Saya juga beruntung bisa membaca kisah heroik Omar Mokhtar dari berbagai sumber, terutama internet, termasuk dari DVD bajakan yang saya beli dari penjaja jalanan dekat kantor.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Allaahummaghfirlahumaa waj'alhumaa syaahidayni&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ya Allah ampunilah keduanya dan jadikanlah keduanya sebagai syahid&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebon Sirih, Juni 2011&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-1284025542011621280?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/1284025542011621280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2011/06/antara-syaikh-omar-mukhtar-dan-kh-noer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1284025542011621280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1284025542011621280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2011/06/antara-syaikh-omar-mukhtar-dan-kh-noer.html' title='Antara Syaikh Omar Mukhtar dan KH. Noer Alie'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-X6ZzVYMwagg/Tr_wLSIVD_I/AAAAAAAAAKI/_XNjqcwcWCk/s72-c/omar+mukhtar-cover+film.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6104686707904430842</id><published>2011-06-12T02:54:00.000-07:00</published><updated>2011-07-03T04:34:20.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendataan'/><title type='text'>Daftar Alumni</title><content type='html'>&lt;iframe frameborder="0" height="500" src="https://spreadsheets.google.com/spreadsheet/pub?hl=en_US&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;key=0Ap1YTvrUWEikdG1vQVVKQmxlMWtHdVJkSldKeXBSWmc&amp;amp;output=html&amp;amp;widget=true" width="720"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6104686707904430842?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6104686707904430842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2011/06/daftar-alumni_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6104686707904430842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6104686707904430842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2011/06/daftar-alumni_12.html' title='Daftar Alumni'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-3401789222074260780</id><published>2010-03-29T17:00:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T17:00:35.851-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Dunia Islam'/><title type='text'>Kesebelasan Cewek Arab Saudi?</title><content type='html'>Bang Nas&lt;br /&gt;Blog Kompasiana&lt;br /&gt;&lt;a href="http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/29/kesebelasan-cewek-arab-saudi/"&gt;http://sosbud.kompasiana.com/2010/03/29/kesebelasan-cewek-arab-saudi/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/S7E-0ceO2lI/AAAAAAAAATg/ZH5mi2CffNw/s1600/Tim+Footbal+wanita+Saudi.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" nt="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/S7E-0ceO2lI/AAAAAAAAATg/ZH5mi2CffNw/s320/Tim+Footbal+wanita+Saudi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Kesebelasan sepak bola cewek Arab Saudi??? Wah menarik nich…Ach mana mungkin negera tertutup tersebut punya kesebelasan cewek. Kalau sepakbola Arab Saudi memang dari dulu sudah cukup terkenal. Sejak tahun 1980an klub-klub bola Arab Saudi sudah maju untuk ukuran benua Asia. Sejak Menteri Olahraga dipimpin oleh Purta Raja Fahd, Pangiran Faisal bin Fahd (alm) memimpin Urusan Pemuda dan Olahraga negara kaya minyak tersebut, olahraga sepak bola sudah menjadi olahraga teramai di negeri tersebut. (Kini Urusan Olah raga dan Pemuda di pimpin oleh adik Amir Faisal yaitu Amir Sultan bin Fahd bin Abdul Aziz). Karena selain itu, pemilik klub-klub yang ada disana juga dipimpin oleh keluarga kerajaan (para Amir). Nah ini gimana ceritanya soal kesebelasan cewek di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa tulisan saya tulis di Kompasiana mengenai keterbukaan di Arab Saudi paska naiknya Raja Abdullah bin Abdul Aziz di tampuk kerajaan sejak tahun 2005 sudah mengungkap beberapa contoh keterbukaan, walaupun dominasi para ulama Wahabi yang konservatif masih tetap dominan, namun perlawanan terhadap dominasi mereka muncul dari kalangan cendekiawan. Jadi, reaksi menimbulkan reaksi yang lain. Hal ini juga ada kaitannya dengan kisah kesebelasan sepak bola cewek di Arab Saudi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Hasan Al-Hazmi, Dekan Urusan Mahasiswi Universitas Jazan, Saudi Arabia yang telah memberlakukan dan membangun fasilitas olah raga bagi para mahasiswi di universitas tersebut untuk melakukan berbagai macam olah raga kendati dikritik dan dihalangi oleh para ulama Wahabi yang fundamentalis. Menurut Dr. Al-Hazmi, kendati Universitas Jazan baru berumur 6 tahun, tapi pihak pengelola tidak mau menunggu waktu untuk melakukan terobosan baru yang masih tabu di negara kaya minyak tersebut. Berbagai sarana dan fasilitas lengkap dengan peralatan modern sudah dikembangkan oleh kampus untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiswi meningkatkan kemampuan dan kepercayaan dirinya dalam mengikuti event-event olahraga. Bila hal ini sudah tersosialisasi secara massal, maka bisa dipastikan juga cabang olah raga yang diikuti oleh atlit putri Arab Saudi akan nampak. Bahkan tahun 2009 lalu di Jeddah telah berdiri Klub sepak bola cewek dengan nama ‘Kings United’ (Ittihad al-Muluk) dengan pelatih cewek juga, Reema Abdullah.&lt;br /&gt;Perubahan yang secara gradual terus berkembang ini dimulai dengan munculnya seorang Wakil Menteri Pendidikan Urusan Perempuan dibawah Kabinat Raja Abdullah, kemudian diperbolehkannya kampus ikhtilath (campur) di KAUST (King Abdullah University of Science and Technology) di Jeddah, muncul tokoh feminis dan liberal model Nadine el-Bedair dan Penyair Hassah Hilal yang diancam mau dibunuh oleh kaum fundamentalis, dsb, pasti lambat laun akan membuahkan hasil yang saat ini sudah mulai terungkap, seperti adanya kesebelasan sepak bola cewek di Jeddah, di kampus Universitas Jazan dan juga di kampus-kampus lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-3401789222074260780?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/3401789222074260780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/kesebelasan-cewek-arab-saudi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3401789222074260780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3401789222074260780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/kesebelasan-cewek-arab-saudi.html' title='Kesebelasan Cewek Arab Saudi?'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/S7E-0ceO2lI/AAAAAAAAATg/ZH5mi2CffNw/s72-c/Tim+Footbal+wanita+Saudi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-7086285205814019698</id><published>2010-03-29T06:17:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T06:17:47.787-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Mau Putus Asa atau Berhasil?</title><content type='html'>Nanang&lt;br /&gt;Detik.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang gadis perantau mencoba peruntungan nasib menjual jamu gendong menyusuri blok demi blok perumahan baru. Berbekal cerita teman-temannya dikampung yang sukses dia sangat yakin akan tertular sukses seperti mereka. Setiap hari, semenjak subuh hingga sinar matahari menyengat panas kulitnya, ia berkeliling meneriakkan jamu-jamunya merayu ibu-ibu komplek perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seminggu ia menawarkan jamunya berputar-putar di komplek itu hingga penat menuai, namun tak seorangpun membeli jamunya. Bahkan membuka pintunyapun tidak. Penjual jamu agak kecut berucap “Mungkin penghuni komplek perumahan ini tidak butuh jamu”. Iapun memutuskan untuk tidak lagi berjualan di perumahan itu.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Esok harinya seorang penjual jamu lainya mucul dikomplek itu untuk memulai berusaha jamu gendongnya. Baru saja sesekali ia berteriak pelan menjajakan jamu, beberapa ibu-ibu komplek berteriak memanggil membeli jamunya. Dari mereka ia mendengar ada berita bahwa jamu lebih bermanfaat dikonsumsi dibanding multivitamin yang mengandung zat kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu komplek itu memutuskan berlangganan jamu secara rutin agar kesehatannya terjaga. Lihat betapa tipisnya antara keputusasaan dengan keberhasilan. Seandainya kita cukup bersabar bahwa belajar adalah sebuah proses bersama waktu, kita akan memetik hasilnya di waktu yang tak kita duga-duga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-7086285205814019698?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/7086285205814019698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/mau-putus-asa-atau-berhasil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7086285205814019698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7086285205814019698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/mau-putus-asa-atau-berhasil.html' title='Mau Putus Asa atau Berhasil?'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-1956125661369842356</id><published>2010-03-29T06:15:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T06:16:49.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Dunia Islam'/><title type='text'>Dr. Ahmad Thayyib: Syekh Al-Azhar Yang Baru</title><content type='html'>Irhamni Rofiun&lt;br /&gt;Kairo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Muhammad Husni Mubarak pada hari Jumat ini (19/03/10), mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 62 tahun 2010 tentang pengangkatan Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Thayyib sebagai Syekh Al-Azhar yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keputusan tersebut ditetapkan untuk mengangkat Dr. Ahmad Muhammad Ahmad Thayyib sebagai Syekh Al-Azhar, pengganti Syekh Muhammad Sayyid Thantawi, yang meninggal pekan lalu. Adapun Masa kepemimpinan sebagai Syekh Al-Azhar adalah seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Syekh Thantawi meninggal, anggota kantornya, Ashraf Hassan, telah mengatakan bahwa Muhamad Washil, wakil Syekh Thantawi, diharapkan untuk sementara mengambil alih memimpin lembaga sampai Presiden Mesir menunjuk Syekh Al-Azhar yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1961, Imam Besar Al-Azhar telah ditentukan melalui dekrit presiden, hal tersebut membuka pos untuk kritik karena terlalu dekat dengan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terkait dengan Universitas Al-Azhar yang didirikan pada abad kesepuluh sebagai pusat yang paling penting untuk belajar Islam Sunni di dunia, yayasan tersebut mengeluarkan sejumlah fatwa untuk membimbing kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pengangkatan resmi Syekh Al-Azhar yang baru diumumkan, beberapa sumber di Al-Azhar mengatakan kandidat yang paling terkemuka untuk menggantikan Syekh Thantawi di antaranya adalah Menteri Wakaf Mahmud Hamdi Zaqzuq, Dekan Universitas Al-Azhar Ahmad Thayyib, dan Mufti Negara Mesir Ali Jum’ah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu sumber berkata kepada Reuters bahwa Ali Jum’ah, telah memotong kunjungannya ke Jepang setelah mengetahui pemberitaan kematian Syekh Al-Azhar, tampaknya kurang mungkin atau mempunyai kesempatan yang sangat kecil karena ia memulai pendidikan Azhari setelah menerima gelar sarjana dari Fakultas Perdagangan Universitas Ain Syams di Kairo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Ali Jum’ah pun tidak menunggu untuk dapat diangkat sebagai Syekh Al-Azhar sebelum kembalinya Presiden Husni Mubarak ke Mesir dari Jerman, yang melewati masa pemulihan setelah pembedahan untuk menghilangkan striktur bilier. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ali Jum’ah – orang yang pertama memberikan ucapan selamat kepada Syekh Al-Azhar yang baru – harapan beliau kepada Dr. Ahmad Thayyib adalah semoga Allah membantunya dalam tugas besar ini untuk melayani Islam dan kaum Muslim di mesir dan dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufti juga memuji – melalui telegram yang dikirimnya untuk Syekh Al-Azhar yang baru- Dr. Ahmad Thayyib memiliki peran penting melalui pengetahuannya dan status relijius dan ilmiahnya, yang menekankan kerja sama penuh dari semua lembaga-lembaga keagamaan di Mesir untuk melayani Islam dan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Dr. Ahmad Thayyib ingin mengungkapkan apresiasinya yang mendalam terhadap kepercayaan besar yang diberikan kepadanya oleh Presiden Husni Mubarak dengan ditunjuknya sebagai Syekh Al-Azhar yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dibayangi keadaan gembira seluruh Universitas Al-Azhar karena terpilihnya kepemimpinan Syekh Al-Azhar yang baru, meskipun hari ini adalah akhir pekan, tetapi kantor rektor universitas telah menerima ratusan panggilan untuk mengucapkan selamat kepada Dr. Ahmad Thayyib dengan posisinya yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biografi Singkat Dr. Ahmad Thayyib, Pendidikan dan Karirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir pada tahun 1946, di desa El-Marashda, distrik Deshna, provinsi Qana, Mesir. Dari keluarga yang terhenti keturunannya dengan Imam Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Ahmad Thayyib kecil bergabung dengan sekolah yang berafiliasi Al-Azhar pada usia 10 tahun, dengan rentang karir 40 tahun di lembaga pendidikan. Beliau menerima gelar License (Lc.) dari Universitas Al-Azhar pada fakultas Aqidah dan Filsafat Islam pada tahun 1969, dan diangkat menjadi dosen di Universitas, dan menerima gelar master pada tahun 1971, kemudian gelar Doktor (PhD) pada tahun 1977.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ahmad Thayyib adalah seorang profesor dalam aqidah Islam, lancar dalam berbahasa Prancis dan Inggris, mempunyai banyak kajian, penelitian dan karangan mengenai aqidah dan filsafat Islam, beliau menerjemahkan sejumlah referensi berbahasa Prancis ke bahasa Arab, dan bekerja sebagai dosen beberapa waktu di Prancis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah diberikan kekuasaan sebagai Dekan Fakultas Studi Islam dan Arab untuk putra di Qana, dan kemudian ditugaskan sebagai Dekan Fakultas Studi Islam untuk putra di Aswan, dan kemudian ditunjuk sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin di Universitas Islam Internasional, Pakistan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulunya pernah memegang jabatan Mufti Negara Mesir hingga September 2003. Hingga akhirnya beliau diangkat sebagai Rektor Universitas Al-Azhar, beliau juga salah seorang anggota Akademi Riset Islam (Islamic Research Academy) - dan akan memimpin Dewan tersebut setelah ditunjuk sebagai Syekh Al-Azhar yang baru ini -, dan anggota Dewan Tertinggi Tarekat Sufi dan sebagai Syekh Tarekat Ahmadiyah Klutip menggantikan ayahnya, pendiri tarekat klutip di Aswan, dan juga memimpin Komite Dialog Antar Agama di Al-Azhar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Ulama di Al-Azhar mengatakan: Beliau adalah seorang yang mempunyai ilmu yang luas, beliau tidak akan masuk dalam perdebatan ke arah isu kontroversial, dan ketika menjadi mufti Negara Mesir beliau tidak merilis fatwa yang memicu kontroversi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perbedaan di antara orang-orang, baik dalam keyakinan agama, pola fikir, bahasa atau emosi, adalah prinsip dasar Al-Quran. Allah menciptakan beragam suku bangsa," katanya sebelum menerima Uskup Agung Canterbury, Rowan Williams, dalam upaya untuk meningkatkan dialog antar-agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Ahmad Thayyib juga dikenal karena sikap kerasnya terhadap kelompok Al-Ikhwanul Muslimun, organisasi yang paling terorganisir dari kelompok oposisi, yang tetap resmi dilarang walaupun tetap dapat dukungan dari sebagian rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2006, ia mengecam parade gaya militer oleh Persaudaraan mahasiswa di Universitas Al-Azhar di mana mereka memakai masker hitam "seperti Hamas, Hizbullah dan Pengawal Republik di Iran," katanya pada saat itu. Beberapa mahasiswa diskors dari universitas setelah parade dan puluhan lainnya ditangkap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah Profil singkat Dr. Ahmad Thayyib Syekh Al-Azhar yang baru, semoga cita-cita para leluhur Al-Azhar yang moderat agar lembaga ini terus memberikan sumbangsih khazanah keilmuan Islam akan tercapai dan terus berlanjut melalui kepemimpinannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-1956125661369842356?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/1956125661369842356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/dr-ahmad-thayyib-syekh-al-azhar-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1956125661369842356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1956125661369842356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/dr-ahmad-thayyib-syekh-al-azhar-yang.html' title='Dr. Ahmad Thayyib: Syekh Al-Azhar Yang Baru'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6240701866447394953</id><published>2010-03-14T08:39:00.000-07:00</published><updated>2010-03-14T08:39:51.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bekasiana'/><title type='text'>Bekasi, Surga Bagi Blogger Indonesia</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/"&gt;Kahar S. Cahyono&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;:&amp;nbsp; &lt;br /&gt;Amprokan Blogger 2010 usai sudah. Seluruh rangkaian acara yang disiapkan panitia, berhasil dilalui secara paripurna.&amp;nbsp; Satu hal yang mesti dicatat, meskipun pelaksanaan amprokan itu hanya dua hari, namun kenangan yang tercipta ternyata abadi. Buktinya, hingga hari ini, kegiatan yang cukup fenomenal itu masih menjadi buah bibir di dunia maya. Postingan demi postingan terus terlahir. Yang juga menggembirakan, ia bahkan menjadi sumber inspirasi bagi blogger dari daerah lain, untuk mengadakan acara serupa. Sementara bagi Komunitas BeBlog, tentu semakin tertantang untuk mengadakan kegiatan yang lebih baik lagi dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memang berhalangan hadir dalam Amprokan Blogger. Pekerjaan di kantor yang menumpuk, membuat saya tidak bisa berkutik dan hanya bisa mengikuti perkembangan acara dari &lt;a href="http://www.bloggerbekasi.com/"&gt;www.bloggerbekasi.com&lt;/a&gt;. Meskipun begitu, besarnya aura kegiatan tersebut terasa hingga disini. Di hati saya. Apalagi setiap kali membaca postingan para blogger, saat mengunjungi tugu Patriot, UKM Boneka, TPA Bantar Gebang,Kota Hijau Jababeka, Live Blogging Contest [LBC] di Pendopo Walikota dan akhirnya ramah tamah dengan Walikota.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya begitu percaya, tulisan-tulisan itu akan mengabarkan orang-orang diluar sana, bahwa Bekasi memiliki sejuta potensi. Blogger, dalam hal ini, memegang peran yang cukup penting.&lt;br /&gt;Mengetahui Risa Amrikasari, seorang penulis dan blogger yang selama ini saya kenal melalui karya-karyanya menjadi pembicara dalam talk show, saya semakin merasa rugi tidak bisa menghadiri acara ini. Betapa tidak, tahun lalu saya menjadi&amp;nbsp;Juara Kedua&amp;nbsp;&lt;a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2010/02/03/the-winners-of-rose-heart-writing-competition-2009/"&gt;Rose Heart Writing Competition 2009&lt;/a&gt; yang diselenggarakan Mbak Risa. Kalau saja saya hadir pada saat itu, barangkali inilah untuk pertamakalinya saya bisa bertemu darat dengan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Upacara Perayaan HUT Kota Bekasi ke-13&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 10 Maret 2010, saya berkesempatan menghadiri Upacara HUT Kota Bekasi. Tentu ini menjadi kehormatan tersendiri. Khususnya bagi saya pribadi. Bukan semata-mata karena saya menjadi juara pertama Kontes Menulis Blog ”Aku Cinta Bekasi”, namun lebih karena kedekatan pemimpin dengan rakyatnya.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu, Walikota Bekasi H Mochtar Mohamad, berkenan &lt;a href="http://bloggerbekasi.com/2010/03/12/hadiah-lomba-blog-dan-foto-beblog-diserahkan-dalam-upacara-resmi-13-tahun-kota-bekasi.html"&gt;memberikan penghargaan dan hadiah&lt;/a&gt; kepada para pemenang lomba menulis dan foto untuk blogger. Disamping, para pemenang berbagai perlombaan lain yang juga dilaksanakan di lingkungan Pemkot Bekasi.&lt;br /&gt;Apalagi, blogger diberi kehormatan untuk duduk di deretan paling depan. Pantaslah bila saya mengatakan, bahwa Bekasi memang menjadi surganya para blogger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan HUT Kota Bekasi ke-13 itu sendiri mengambil tema: Dengan HUT Kota Bekasi ke-13 Kita Raih Adipura dan Bekasi yang Lebih Hijau, Cerdas, Sehat dan Ihsan. “Kiranya, tema yang diangkat tersebut dapat memberikan semangat kesadaran dan arah kepada seluruh komponen masyarakat Kota Bekasi”, ujar Walikota, yang saya ingat dengan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini tentu mengingatkan pada tulisan saya, &lt;a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/2009/12/26/merajut-asa-di-kota-tapal-batas/"&gt;Merajut Asa di Kota Tapal Batas&lt;/a&gt;. Dan hari ini, warga Bekasi menyaksikan dengan mata kepala sendiri, ”asa” itu sedang dirajut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak,&amp;nbsp;beberapa proyek pembangunan baik infrastruktur maupun sarana lainnya yang akan segera dibangun di Kota Bekasi. &amp;nbsp;Seperti, proyek rehabilitasi jalan Pekayon – Pondok Gede, pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Kelurahan Sepanjang Jaya, peletakan batu pertama pembangunan gedung kantor Pemda Kota Bekasi dan Stadion Sepak Bola Berstandar Internasional di Kota Bekasi, pembangunan kantor Kelurahan Kali Baru, proyek pembangunan SMA Negeri 8 Bekasi, pembangunan jalan layang (fly over) Ahmad Yani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin melihat, blogger juga memiliki peran dan berkonstribusi nyata untuk kemajuan daerahnya. Semoga saja harapan ini tidak bertepuk sebelah tangan. Sebab, seiring dengan kemajuan informasi-teknologi, tantangan itu bukan lagi menjadi hal yang mustahil untuk diwujudkan. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://kaharscahyono.wordpress.com/"&gt;Kahar S. Cahyono&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;: &lt;i&gt;Juara Pertama Penulisan Blog ”Aku Cinta Bekasi”, seorang Blogger, praktisi ketenagakerjaan, dan editor harian online Kabar Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6240701866447394953?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6240701866447394953/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/bekasi-surga-bagi-blogger-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6240701866447394953'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6240701866447394953'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/bekasi-surga-bagi-blogger-indonesia.html' title='Bekasi, Surga Bagi Blogger Indonesia'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-4683482317331204462</id><published>2010-03-11T16:30:00.000-08:00</published><updated>2010-03-11T16:30:39.116-08:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Syaikh Thantawi</title><content type='html'>Irhamni Rofiun&lt;br /&gt;Cairo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Thantawi yang dijuluki Fadhilatul Imamil Akbar Syaikhul Azhar Asy-Syarif, meninggal Rabu pagi di Arab Saudi setelah mengalami serangan jantung yang akut, pada usia 81 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/S5mK0nUaf-I/AAAAAAAAATM/Q0kJIIsKLbA/s1600-h/muhammad_sayyed_tantawi1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; cssfloat: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/S5mK0nUaf-I/AAAAAAAAATM/Q0kJIIsKLbA/s320/muhammad_sayyed_tantawi1.jpg" vt="true" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Beliau telah menderita penyakit jantung, yang sudah terpasang penyangga di dalam jantungnya pada tahun 2006. Beliau juga menderita diabetes, dan kesehatannya mengalami krisis pada akhir 2008 setelah terluka dalam salah satu kakinya dengan infeksi berat pada saraf kaki, dan dirawat di rumah sakit selama 10 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan Syekh Thantawi ke Kerajaan Saudi untuk menghadiri acara pemberian penghargaan Internasional Raja Faisal untuk layanan Islam kepada para pemenang tahun ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wartawan BBC di Kairo memberitakan bahwa Syekh Thantawi menderita serangan jantung ketika sedang dalam perjalanan ke bandara untuk kembali ke Mesir. Dan dibawa ke rumah sakit terdekat di mana ia meninggal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jasad Syekh Al-Azhar tersebut kemudian dipindahkan melalui pesawat pribadi ke Madinah untuk dimakamkan di pemakaman Baqi' Al-Gharqad (penj: terletak di sebelah tenggara Masjid Nabawi tempat di mana dimakamkan sebagian isteri nabi, putra-putri nabi, para sahabat dan tabi'in serta orang shaleh lainnya. Dan banyak hadits tentang keutamaan penghuni dan maqam baqi', antaranya: Dari Aisyah ketika Rasulullah berziarah ke maqam Baqi' beliau mengucapkan: Salam sejahtera bagi kalian di tempat pemakaman umat Islam. Telah datang kepada kalian perkara yang telah dijanjikan, pada hari esok kalian akan ditundakan. Dengan izin Allah kita bisa bertemu besok. Ya Allah ampunilah para penghuni pemakaman baqi' [Hadits Shahih Imam Muslim 974] dan masih banyak hadits yang lainnya berkenaan tentang maqam baqi'), pemerintah Saudi telah mengirimkan pesawat pribadi ke Kairo untuk membawa keluarganya untuk berpartisipasi dalam upacara pemakaman. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Abdullah Al-Najjar, salah satu penasihat Syekh Thantawi pada waktu diwawancarai oleh televisi Nil Mesir, beliau mengatakan bahwa kematian Syekh Thantawi adalah secara tiba-tiba, saat itu kesehatan dan keadaan Syekh terlihat sangat baik selama kunjungannya di Arab Saudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kantor berita reuters, mengutip perkataan Hasan Asyraf, salah seorang staf Syekh Thantawi mengatakan bahwa Syekh Washil Hasan yang selama ini menjadi wakil Syekh Al-Azhar secara otomatis langsung memegang kendali sementara dalam kewenangan urusan yayasan Al-Azhar. Akan tetapi beberapa petinggi di Al-Azhar memprediksikan jabatan Grand Syekh Al-Azhar yang baru akan diisi oleh Syekh Dr. Muhammad Ali Jum’ah yang saat ini menjabat sebagai Mufti Negara Mesir. Namun demikian yang berkuasa penuh dalam pengangkatan Syekh Al-Azhar yang baru akan ditunjuk langsung oleh Presiden Mesir Husni Mubarak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah perjalanan hidup Syekh Thantawi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Thantawi dilahirkan pada tanggal 28 Oktober 1928 di desa Salim Timur, distrik Tama, provinsi Suhaj, dan beliau belajar serta menghafal Al-Quran di kota Alexandria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menerima gelar doktor dalam ilmu hadits dan tafsir pada tahun 1966 dengan prediket Cumlaude, kemudian bekerja sebagai dosen di Fakultas Ushuluddin, dan kemudian ditugaskan untuk mengajar di Libya Arab Jamahiriya selama 4 tahun, kemudian bekerja sebagai dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Islam di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penunjukkan Dr. Muhammad Sayyid Thantawi sebagai Mufti Negara Mesir pada tanggal 28 Oktober 1986, dan menduduki posisi ini sampai beliau diangkat sebagai Syekh Universitas Al-Azhar pada tahun 1996. Menggantikan Syekh Jad al-Haq Ali Jad al-Haq. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Tantawi adalah salah satu dari Ulama Al-Azhar yang paling mulia dan paling disiplin dalam ilmu, terutama dalam ilmu tafsir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat kepemimpinannya bagi Yayasan Al-Azhar yaitu sejumlah sikap yang memicu perdebatan yang luas di tengah-tengah masyarakat Mesir, dan pengaruh pendapatnya yang moderat terhadap kaum militan, seperti keputusan untuk melarang pemakaian niqab (baca: cadar) di suatu kelas pada akhir tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Thantawi telah terkejut di tengah-tengah kunjungannya ke Ma’had Azhar di Nasr City, utara-timur Kairo dengan salah seorang siswi di kelas dua yang mengenakan niqab di dalam ruang kelas kemudian beliau memerintahkan siswi tersebut untuk melepaskannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip oleh laporan media bahwa beliau mengatakan di depan para siswi bahwa "Niqab hanya sebuah adat dan tidak ada hubungannya dengan agama Islam, dari dekat atau jauh." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah ini dipandang sebagai sebuah bagian dari perjuangan menciptakan Islam moderat yang diperjuangkan oleh Negara, namun memicu amarah kalangan Islam radikal di Mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian beliau adalah ulama yang sangat mementingkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok atau pribadi, dan tidak asal mengeluarkan fatwa-fatwa melainkan karena tuntutan situasi dan kondisi yang penting serta masih banyak lagi keunggulan serta jasa beliau dalam memajukkan umat Islam di Mesir maupun di seluruh dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kullu nafsin dzaiqatul maut ... Mudah-mudahan segala amal perbuatan beliau diterima di sisi Allah ‘azza wajalla, dan ditempatkan di Raudhah-Nya. Amin ya robbal ‘alamin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-4683482317331204462?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/4683482317331204462/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/selamat-jalan-syaikh-thantawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4683482317331204462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4683482317331204462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/selamat-jalan-syaikh-thantawi.html' title='Selamat Jalan Syaikh Thantawi'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/S5mK0nUaf-I/AAAAAAAAATM/Q0kJIIsKLbA/s72-c/muhammad_sayyed_tantawi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6391741734903318190</id><published>2010-03-10T22:16:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T22:16:59.050-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Neo Klasik di Pondok Kita</title><content type='html'>Re-load tulisan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis untuk Milis Alumni - Pondok Pesantren Attaqwa, Bekasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu masih kuliah di fakultas ekonomi, saya menikmati perdebatan antara mazhab Klasik yang diwakili oleh Adam Smith, Ricardo, Mill, JB Say dan lain-lain dengan mazhab Keynesian yang dimotori oleh Keynes, Philips, Kuznets, dan kawan-kawannya. Mazhab klasik yang memegang asumsi "penawaran (suplai) menciptakan permintaannya sendiri" terasa kedodoran berhadapan fakta empiris yag disodorkan para 'ksatria' Keynes berupa resesi dan hyperinflation yang terjadi pada tahun 30an. Saat itu, barang melimpah, tapi daya beli publik sangat rendah akibat gerogotan inflasi. Sebagaimana dimaklumi, berapapun besar nilai uang, tapi jika inflasi juga tinggi, maka nilai riil uang jadi tidak berarti terhadap barang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi sukses para Keynesian tidak berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian satu per satu ekonom mulai menunjukkan ketidaksetujuan dengan toeri intervensi pemerintahnya. Puncaknya terjadi pada 1970an dimana fenomena spektakuler bernama "stagflation" tidak mampu dijawab oleh mereka. Stagflation adalah kondisi dimana ekonomi berada pada posisi stagnant (macet, tidak terjadi pertumbuhan) dibarengi dengan inflasi. Padahal menurut Keynesian, pertumbuhan ekonomi akan selalu dibarengi dengan laju inflasi, dan sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan (demand pushed) atau meningkatnya biaya-biaya (cost-pushed). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi stagflasi, teori ini tidak berlaku. Dan intervensi pemerintah sebagaimana resep yang ditawarkan Keynesian bukanlah jurus yang jitu, karena bisa membuat situasi jadi tambah parah. Mazhab klasik yang selama ini dianggap "underdog", lalu bangkit kembali jadi kekuatan alternatif, dan menghidupkan kembali teori2 lama dengan kemasan baru. Karenanya mereka sering dipanggil sebagai Neo-klasik. Samuelson, Modigliani dan Tobin termasuk dalam kelompok ini. Sebagian dari mereka seperti Fisher dan Friedman muncul dengan teori2 keuangan canggih, yang karenanya disebut kaum monetaris. Karena demikian patuhnya para ilmuwan kepada toeri-teori itu, sampai-sampai Milton Friedman digelari "nabi" kaum monetaris. Jika anda mendengar kata "only money matter" yang populer di dunia bisnis, sebenarnya hal itu merupakan jargon mereka yang merupakan hasil teoritisasi perubahan2 pada pasar riil dan tenaga kerja (employment) akibat perubahan kebijakan moneter. Menurut mereka, hanya uang (moneter) yang mampu mengubah keadaan inflasi atau sebaliknya, alias only money matters. Maka jangan heran jika kaum monetaris bisa mendukung gengnya dari mazhab neo-klasik yang mengusulkan adanya shock policy atau kebijakan mendadak. Di tanah air, mazhab ini dianut oleh Sumarlin dan kawan-kawannya yang sering disebut Mafia Barkeley. Maka tidak mengherankan ketika mereka menguasai Departemen Keuangan dan bank sentral, banyak kebijakan yang dikeluarkan serba dadakan, seperti "Gebrakan Sumarlin" (penarikan uang, kontraksi moneter dari perbankan, kenaikan harga minyak tiba-tiba, dll.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi crash di pasar modal Amerika pada 1985, krisis perbankan pada tahun 1988, dan serta krisis di belahan Asia pada tahun 1998, para ekonom ini ditantang oleh para pendatang baru untuk membuktikan bahwa teori-teori mereka memang masih relevan. Diantara mereka adalah Paul Ormerod, penulis buku terkenal The Death of Economics, yang mengklaim bahwa para ekonom yang mengatur ekonomi dunia melalui World Bank dan IMF adalah penganut teori orthodox dan kuno, bahkan sudah mati, sehingga tidak mampu memperbaiki perekonomian dunia, dan malah memperparahnya. Dan pukulan paling telak datang dari mantan "orang dalam" sendiri, yaitu Stiglitz, dengan bukunya, "Globalization and its discontents". Stiglitz berkesimpulan, sikap arogan ekonom di IMF yang memaksakan "rezim pasar bebas" sebagai prasyarat paket bantuan yang diberikannya mengakibatkan kehancuran yang tak terkendali pada negara yang dibantunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah mengapa tiba-tiba saya teringat dengan mazhab-mazhab ekonomi itu. Mungkin karena seorang teman menyebut pondok tercinta sekarang dengan 'tradisional.' Kata 'tradisional' memang tidak identik dengan 'klasik'. Tapi ada kesamaan diantara keduanya. Dua-duanya 'jadul' alias sama-sama tidak moderen. Perbedaannya pada cita rasa. Klasik sering diartikan antik, produk lama tapi indah. Tadisional menggambarkan keterbelakangan dan inefesiensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke teman kita yang tidak nyaman dengan gaya tradisional ini. Ia sempat gerah melihat para santri sekarang berpakaian "ala habib", yaitu jubah putih dengan peci putih. Yang saya tahu, ia bukannya 'anti arab', tapi menurutnya, penggunaan jubah bukan pada tempatnya justru akan menjadi antitesa terhadap makna yang dikandung oleh pakaian yang sering digunakan para haji itu. Bahkan bisa-bisa nama baik pondok jadi taruhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman kita ini, ketika mondok dulu, terdidik dengan pakaian "sedikit moderen", yaitu baju putih biasa, kain dan peci hitam, untuk pakaian 'seragam formal santri", dan celana hitam pengganti sarung, untuk pakaian sekolah. Jubah dan peci putih hanya digunakan mereka yang sudah melaksanakan ibadah haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu mencoba mereka-reka sejarah mazhab pendidikan di pondok kita. Ketika berdiri tahun 1930an, saat Pak Kiai pulang dari Mekkah, mazhab pendidikan yang digunakan adalah pesantren murni. Para santri membaca kitab di masjid dan di kebun, tergantung waktu yang ditetapkan beliau. Pesantren ini sempat tutup karena Pak Kiai terlibat perjuangan fisik melawan penjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah revolusi fisik pesantren dilanjutkan dengan sedikit pembaruan, yaitu pendirian sekolah dasar Islam (SDI). Sementara itu pesantren tradisional tetap dipertahankan. Kepulangan para kader yang dikirim Pak Kiai ke pondok moderen pada tahun 1960an menambah ciri kemoderenan itu. Sistem sekolah didirikan dengan nama madrasah menengah (6 tahun). Termasuk cara berpakaian dan kelengkapan belajar. Tapi sistem pesantren tetap dipertahankan dan murid-muridnyapun tidak sedikit. (Bahkan diantara mereka ada yang ditugaskan untuk tahfiz, menghafal quran). Kedua sistem berjalan secara harmonis, walaupun sesekali terjadi pergesekan. Dengan kata lain, pondok ini menjalankan dual system (meminjam istilah sistem perbankan di Indonesia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena "kurang menjual" dan minat publik berkurang, akhirnya pesantren tutup dan yang tinggal adalah sistem persekolahan. Tapi temuan Badan Kerjasama Pondok Pesantren (BKSPP), bahwa semakin hari kader ulama semakin berkurang, mengakibatkan Pak Kiai menghidupkan kembali sistem pesantren. Kali ini dalam bentuk pesantren tinggi. Para santri yang masuk minimal lulusan Aliyah. Hal ini dimaksudkan agar kualitas para santri menyamai kualitas perguruan tinggi. Sebagian dari mereka masuk karena dipilih secara khusus oleh Pak Kiai, jadi "hukumnya wajib". Hanya sedikit yang masuk dengan keinginan sendiri. (Hari gini, siapa sih yang masih mau nyantri, padahal masa depannya nggak jelas?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghidupkan kembali pesantren dalam suasana serba "moderen" ibarat memutar jarum jam secara berlawanan. Hal ini disebabkan asumsi yang berlawanan antara pesantren dengan kehidupan modern. Pesantren adalah pusat kejumudan, ketertinggalan, orthodox dan hal-hal "jadul" lainnya. Sedangkan kehidupan moderen serba berubah, praktis, permisif dan "gaul". Meskipun secara pendidikan tidak menimbulkan masalah yang berarti, tapi "gap" antara para santri dengan para guru sangat terasa, terutama pada pola pikir, budaya dan teknologi. Secara psikologis para santri juga mengalami hambatan. Semacam minderwaderg complex begitu. Kalau sudah begini, hasilnya bisa ditebak. Pendidikan tidak akan pernah lagi efektif menghasilkan lulusan yang ’quilified’, karena faktor psikologis sudah menjadi hambatan sejak awal. Makanya jangan heran jika saya jadi teringat ”pertarungan” antara kaum Neo Klasik melawan Keynesian dalam menguasai ranah ilmu dan kebijakan ekonomi, walaupun tentunya beda wilayah dan dampaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga renungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam&lt;br /&gt;Tasikmalaya, 12 Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6391741734903318190?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6391741734903318190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/neo-klasik-di-pondok-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6391741734903318190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6391741734903318190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/03/neo-klasik-di-pondok-kita.html' title='Neo Klasik di Pondok Kita'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-3016070178205306440</id><published>2010-01-12T18:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-12T18:44:04.753-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='prestasi'/><title type='text'>ATTAQWA PUTRI JUARA NASIONAL MQK HADIAH HAJI</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="arial" style="clear: both; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;Oleh :&amp;nbsp;&lt;a href="http://finasofyan.blogspot.com/2010/01/attaqwa-putri-juara-nasional-mqk-hadiah.html"&gt;Safina Naja Sofyan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="arial" style="clear: both; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Allahu Akbar... Subhaanallah.. Puji-pujian selalu terucap dari lisan ini setelah mendengar pengumuman bahwa utusan santri Attaqwa Putri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;NURHUSNA binti Alm. SAIPUDIN mendapat JUARA I&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;Bidang Tafsir&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan NURATIQOH binti H. ZAHRUDDIN JUARA II Bidang Hadits pada Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat bulan November 2008 lalu, mereka berhasil mengalahkan puluhan santri utusan dari pondok pesantren se-Jawa Barat. Musabaqoh yang diadakan di Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi ini merupakan seleksi untuk mewakili Provinsi Jawa Barat pada MQK tingkat Nasional di Banjar Masin, Kalimantan Selatan (Desember 2008 ).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="arial" style="clear: both; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ustadzah Hh. Abidah Noer, Lc dan Ustdzh. Luthfiyah Jawwas, S.Ag merasa bangga atas kemenangan yang diraih oleh santri binaan beliau-beliau, setelah kurang lebih tiga bulan mereka&lt;i&gt;digembleng&amp;nbsp;&lt;/i&gt;secara khusus&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;membaca kitab plus nahwu-shorof dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;syarahnya.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;"sungguh kami kagum atas kemampuan santri Attaqwa Putri, walau wajah mereka masih&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; font-style: italic;"&gt;innocent&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dan dalam usia yang relatif muda namun kemampuan membaca kitabnya patut diacungi jempol&lt;i&gt;"&amp;nbsp;&lt;/i&gt;ujar salah seorang Dewan Juri.&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="arial" style="clear: both; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nurhusna sebagai pemenang pertama otomatis menjadi utusan Jawa Barat di Tingkat Nasional, tentunya kerja keras dari para Pembina Qiroatul Kutub di Pondok Pesantren Attaqwa Putri lebih&lt;i&gt;greget&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lagi. "kami ingin menunjukkan kepada semua bahwa santri putri bisa berprestasi di tingkat Nasional"  ucap Ustdzh. Hh.Abidah Noer, Lc, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Ustadzah Dedeh, dan Alhamdulillah berkat keyakinan, usaha dan kerja keras tersebutlah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nurhusna berhasil mengalahkan peserta-peserta utusan dari 30 provinsi yang berpartisipasi pada MQK Tingkat Nasional yang diadakan di Pondok Pesantren Al-Falah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan dengan meraih JUARA II. "Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi motivasi untuk santri yang lain agar tambah semangat dalam belajar Qiroatul Kutub" ujar Ustadzah Hh. Atiqoh Noer Alie, MA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="courier new" style="clear: both; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rona gembira dan bangga bercampur syukur pada yang Maha Kuasa terpancar dari raut wajah Nurhusna selain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;dapat mengharumkan nama Pondok Pesantren Attaqwa Putri di Tingkat Nasional, tentunya dengan membawa hadiah jutaan rupiah, dan satu lagi anugrah yang tidak pernah disangka sebelumnya bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi memberikan hadiah khusus untuk Nurhusna yaitu&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabungan Haji dan Umroh&lt;/span&gt;&amp;nbsp;untuk diberangkatkan pada tahun 2012. "Mudah-mudahan Santri-santri Attaqwa akan terus berprestasi di segala bidang" pesan dari Bapak KH. Moh Amin Noer, MA setelah mengetahui keberhasilan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" face="courier new" style="clear: both; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Tekad yang selalu terucap dari Ustadzah Hh. Abidah Noer&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kita akan kembali mengutus santri Attaqwa Putri pada MQK Tingkat Nasional tahun depan dan&amp;nbsp;&lt;st2&gt;&lt;st1&gt;HARUS&lt;/st1&gt;&amp;nbsp;&lt;st1&gt;JUARA&lt;/st1&gt;&amp;nbsp;&lt;st1&gt;I.&lt;/st1&gt;&lt;/st2&gt;&amp;nbsp;Semoga...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-3016070178205306440?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/3016070178205306440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/01/attaqwa-putri-juara-nasional-mqk-hadiah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3016070178205306440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3016070178205306440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2010/01/attaqwa-putri-juara-nasional-mqk-hadiah.html' title='ATTAQWA PUTRI JUARA NASIONAL MQK HADIAH HAJI'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6728830342347135032</id><published>2009-12-31T03:46:00.000-08:00</published><updated>2010-01-01T09:50:48.865-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>Pesta Tahun Baru, pestanya siapa?</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 14px;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #a64d79; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #a64d79; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #a64d79; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #a64d79; font-family: Times, 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Oleh : Cecep Maskanul Hakim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Saat ikut upacara 17 Agustus 2009 lalu di kantor, saya iseng-iseng mengambil foto diri dengan menggunakan kamera HP, berlatar belakang barisan upacara. Lalu saya kirim ke facebook. Dalam jangka waktu setengah jam ada lebih dari 20 komentar yang masuk.&amp;nbsp;Isinya macam-macam. Mulai dari yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;suka&amp;nbsp;&lt;/i&gt;sampai yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;guyonin&lt;/i&gt;&amp;nbsp;lewat&lt;i&gt;comment&lt;/i&gt;-&lt;i&gt;comment&lt;/i&gt;: Salah satunya dari teman yang heran bukan main, dan bilang (mengikuti salah satu iklan televisi): "Harre genne masih upacara? wkwkwkwk..."&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Hari ini, minggu akhir Desember 2009, beberapa teman yang muncul dalam jejaring sosial itu sedang merencanakan sesuatu dalam rangka menjelang tahun baru 1 Januari 2010. Ada yang mau ikut pesta kembang api, ada yang beli trompet dan sampai ada yang mau menghias kendaraannya untuk pawai malam tahun baruan itu. Kali ini saya balas komentar mereka yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;pada&amp;nbsp;&lt;/i&gt;nyinyir itu: "Harre genee tahun baruan? ha..ha...ha.."&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=6728830342347135032" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Entah mengapa sejak tahun 90an orang-orang mulai&amp;nbsp;&lt;i&gt;frenzi&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan acara tahun baruan 1 Januari. Padahal kalau dipikir-pikir, itu cuma kesepakatan orang-orang untuk merayakannya. Kalau nggak ada kesepakatan massal, maka tidak ada perayaan tahun baru masehi itu. Persis seperti tahun baru Muharram yang nyaris dilupakan semua orang. Bahkan oleh ummat Islam sendiri. Padahal nilai yang ada pada tahun baru Muharram sangat tinggi: Hijrahnya Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah yang menjadi titik balik kemenangan Islam dan ummatnya. Itu sebabnya saya masih merasa punya dasar moral untuk ikut upacara 17an. Ada peristiwa besar di balik 17 Agustus itu: Kemerdekaan negara tercinta dari penjajah, yang diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah pertanyaannya, tahun baru 1 Januari, itu perayaan siapa? Yang saya tahu, kejadian itu nyaris nggak ada hubungan dengan nilai apapun. Kecuali bahwa orang&amp;nbsp;&lt;i&gt;pada&amp;nbsp;&lt;/i&gt;hiruk pikuk tiup trompet, arak-arakan kesana sini, pentas musik, terus&amp;nbsp;&lt;i&gt;count down 10, 9, 8 ,7,6,5,4,3,2,1 ....dan byar!&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Kembang api pun menyala. Pertanda &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;tahun baru dimulai.&lt;i&gt;&amp;nbsp;Tahun baru?&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Tahun baru&amp;nbsp;&lt;i&gt;koq&lt;/i&gt;&amp;nbsp;mulainya jam 12.00.01 malam? Kenapa nggak ketika matahari terbenam saja? Atau ketika matahari terbit saja? Biar gampang dan jelas dikenali maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan tahun baru &amp;nbsp;dengan agama juga&amp;nbsp;&lt;i&gt;nggak&amp;nbsp;&lt;/i&gt;ada. Bahkan Kristen-Katolik pun mengakui bahwa 1 Januari itu bukan lahirnya Isa Almasih. (Menurut catatan Wikipedia. hanya ada satu reference -Injil Lukas II:21-yang mengatakan bahwa tanggal 1 Januari itu hari dikhitannya Jesus, tepat seminggu setelah lahir. Itupun kalau dipercayai lahirnya pada 25 Desember). Buat anda yang ingin iseng membuktikan, silakan lihat gambar-gambar ketika nabi Isa lahir. Disitu ada gembala yang dombanya sedang bermain.&amp;nbsp;Ada &amp;nbsp;juga gambar tumpukan jerami. Orang-orang yang hadir di sekitarnya juga berpakaian lengan pendek. Kalau Nabi Isa lahir bulan Januari di Betlehem (Jerussalem) koq orang-orang itu kuat&amp;nbsp;&lt;i&gt;banget, nggak pake&amp;nbsp;&lt;/i&gt;selimut tebal&lt;i&gt;?&amp;nbsp;&lt;/i&gt;nggak pada pake&amp;nbsp;&lt;i&gt;overcoat&lt;/i&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi dengan Islam. Kalau&amp;nbsp;orang Islam ditanya, tahun baru Islam itu kapan, pasti jawabannya 1 Muharram, bulan pertama dalam kalender yang menggunakan perhitungan bulan. Meskipun pasti juga sebagian besar dari mereka tidak merayakannya. Pokoknya yang namanya tahun baru 1 Januari itu&amp;nbsp;&lt;i&gt;nggak ada bau-baunya dengan agama,&amp;nbsp;&lt;/i&gt;kata orang kampung saya. Lalu mengapa mereka justru merayakan 1 Januari sebagai tahun baru?&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada yang tahu pasti kenapa 1 Januari diperingati sebagai tahun baru. Terutama bagi yang menggunakan kalender Julian (merujuk kepada kalendar yang disusun Julius Caesar, kaisar Romawi&amp;nbsp;pada 46 SM&amp;nbsp;) atau kalendar Gregorian (kalender Julian yang diperbarui jaman Paus Gregorius XIII, tepatnya&amp;nbsp;pada tahun 1582). Kaum Katolik saja, pada jaman dulu kala, memperingati tahun baru pada 25 Maret yaitu pada saat&amp;nbsp;&lt;i&gt;vernal equinox&lt;/i&gt;, ketika matahari bergerak ke arah utara dari equitorial alias khattulistiwa. Saat itu, kaum Katolik juga menggunakan perhitungan bulan sebagai rujukan sistem kalendernya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah sepakat, adalah bangsa Romawi yang pertama kali merayakan 1 Januari sebagai tahun baru pada sekitar tahun 150 SM. Latar belakangnyalah yang tidak jelas. Ada yang mengatakan 1 January merupakan hari pembukaan semesteran konsul (semacam DPR) Romawi kuno. Ada juga yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;bilang&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bahwa hari itu merupakan perayaan kelahiran Dewa Janua, dewa pintu gerbang, oleh salah satu suku bangsa Romawi. Sebelum itu, kalender Romawi hanya punya waktu 10 bulan yang dimulai dengan bulan Maret. Bulan-bulan musim dingin (Januari dan Februari) dianggap tidak ada bulan. Adalah Kaisar Romawi bernama Noma Pompillus (sekitar 713 SM) yang menambahkan kedua bulan itu sehingga kalendar Romawi memiliki 12 bulan, sama dengan kalendar yang dipegang kaum Katolik (lunar),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan Romawi yang kuat mengakibatkan lunturnya tradisi Katolik yang selama ini dipegang teguh. Diantaranya sistem kalendar yang akhirnya mengikuti perhitungan matahari. Demikian pula dengan tahun baru yang tadinya diperingati pada bulan Maret, akhirnya diubah menjadi 1 Januari, dengan alasan religius.&amp;nbsp;Jika Jesus lahir pada 25 Desember, maka 1 Januari patut diperingati, mengingat hari itu tepat 7 hari sesudahnya, yang dalam tradisi Yahudi diwajibkan sebagai hari khitan (Circumcision day). Akhirnya gereja Katolik mengubah kebiasaan itu, dan menjadikan 21-25 Maret tetap sebagai&amp;nbsp;&lt;i&gt;Easter Day&lt;/i&gt;&amp;nbsp; yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai hari paskah (kebangkitan Isa Almasih).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 13.5pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;***&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.0pt; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Jika asal muasal 1 Januari sebagai tahun baru&amp;nbsp; itu dari perayaan mulai bekerjanya para konsul Romawi, terus apa hubungannya dengan saya? Saya bukan orang Romawi. Apalagi konsulnya. Jadi&amp;nbsp;&lt;i&gt;sorry aja cing&lt;/i&gt;,&amp;nbsp;saya tidak&amp;nbsp;punya kewajiban bergembira untuk itu.&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.0pt; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Jika asal-usul 1 January sebagai&amp;nbsp;tahun&amp;nbsp;&lt;i&gt;anyar&amp;nbsp;&lt;/i&gt;karena mengikuti kebiasaan kaum pagan yang merayakan hari lahirnya Dewa Janua (diperingati pada 31 Desember, tengah malam), wah...&amp;nbsp;&lt;i&gt;sorry la yaw&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Hal itu&amp;nbsp;secara&amp;nbsp;&lt;i&gt;diametral&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;bertentangan dengan akidah yang saya punya.&lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;br style="mso-special-character: line-break;" /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 15.0pt; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #eaf1dd; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kalau memperingati malam 1 January karena besoknya libur, itu&amp;nbsp;&lt;i&gt;kan&lt;/i&gt;karena 1 Januari itu&amp;nbsp;&lt;i&gt;dibikin&amp;nbsp;&lt;/i&gt;libur oleh pemerintah. Begitu juga jika alasannya&amp;nbsp;&lt;i&gt;nemani&amp;nbsp;&lt;/i&gt;liburan anak-anak sekolah. Yang jelas, kalau sudah beli terompet, arak-arakan pake mobil, bikin pesta, ngundang grup musik, bikin kue, dan semacamnya, itu artinya pakai duit. Menggunakan duit untuk yang&amp;nbsp;&lt;i&gt;kagak&amp;nbsp;&lt;/i&gt;jelas juntrungannya, kata guru ngaji saya itu&amp;nbsp;&lt;i&gt;mubazzir.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Daripada mubazzir mendingan belikan pulsa dan browsing internet. Atau bikin tausiah seperti tulisan saya di blog ini. Wkwkwkwk....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6728830342347135032?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6728830342347135032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/pesta-tahun-baru-pestanya-siapa.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6728830342347135032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6728830342347135032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/pesta-tahun-baru-pestanya-siapa.html' title='Pesta Tahun Baru, pestanya siapa?'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-7023653043453349873</id><published>2009-12-29T16:34:00.000-08:00</published><updated>2009-12-29T16:35:19.444-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syariat'/><title type='text'>Islam agama universal</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Trebuchet, 'Trebuchet MS', Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Oleh : H.Syamsul Falah, M.Ec&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet, 'Trebuchet MS', Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet, 'Trebuchet MS', Arial, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Syariah Islamiyah adalah undang-undang yang komprehensif dan universal. Komprehensif berarti meliputi semua aspek dan bidang kehidupan yang secara garis besar dapat diklasifikasi menjadi tiga sub-sistem yaitu : Aqidah, Syari'ah dan Akhlaq. Aqidah adalah hukum-hukum yang bersangkut paut dengan keimanan dan ketauhidan yang merupakan dasar keislaman seorang muslim. Syari'ah adalah hukum-hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Khaliq maupun dengan makhluq. Sedangkan Akhlaq menitik beratkan pada pendidikan rohani dan pembersihan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasi dengan sifat-sifat yang terpuji.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="display: inline;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat ini merupakan ciptaan Allah SWT, maka ia tidak terbatas oleh ruang dan waktu, maka ia adalah sistem yang universal. Ia sesuai untuk sepanjang zaman dan semua tempat, tidak lapuk ditelan zaman dan tidak kering dimakan hari. Prinsip Syari'ah Islamiyah tidak dapat berubah, walaupun hukum-hukum cabangnya mungkin dapat berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan geografis, jarak dan perbedaan alam tidak menjadi sebuah halangan bagi kecocokan dan keunggulan sistem ini, karena hukum Islam bukan diciptakan oleh manusia melalui fikiran, pengetahuan dan pengalamannya. Ia merupakan ciptaan Sang Khaliq Allah SWT Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha Mencipta alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syari'ah Islamiyah dan seluruh hukumnya tidak boleh dipisah-pisahkan atau dipecah-pecah, karena ia bersifat kully. Mengambil sebahagian-sebahagian dan meninggalkan sebahagian yang lain tidak akan dapat mencapai objectif Syari'ah; tujuan dan falsafahnya tidak akan dapat ditegakkan. Bahkan perbuatan seperti ini bertentangan dengan tuntutan Syari'ah dan nash-nash hukum. Beriman dengan sebagian ayat Al-Qur'an dan mengingkari sebagian yang lain membawa seorang hamba kepada suatu kehinaan. Sikap seperti ini tidak akan membawa kepada kebaikan dan kemuliaan kepada ummat Islam. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah : 85 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan kebaikan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Begitu juga Allah berfirman dalam surah An-Nisa : 150-151 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaksud membeda-bedakan antara Allah dan rasul-rasulNya dengan mengatakan : "kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian yang lain �, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) diantara yang demikian (iman atau kafir) # merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Bisnis dan Perdagangan dalam Pandangan Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Bisnis dan perbagangan termasuk dalam kegiatan manusia yang terpenting, dan manusia adalah makhluk yang memerlukan teman dan kelompok. Bisnis dan perdagangan diperlukan karena tidak ada seorangpun yang dapat hidup dengan sempurna, mampu menyediakan segala keperluan dan tuntutan hidupnya sendiri tanpa melibatkan orang lain. Oleh karena itu manusia saling memerlukan, bekerjasama dan saling tolong menolong.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Islam mendorong ummatnya berusaha mencari rezeki supaya kehidupan mereka menjadi baik dan menyenangkan. Allah SWT menjadikan langit, bumi, laut dan apa saja untuk kepentingan dan manfaat manusia. Manusia hendaklah mencari rezeki yang halal. Firman Allah dalam surah An-Naba(78) : 10-11 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk penghidupan. Dalam ayat itu Allah mengajarkan keseimbangan antara mencari rezeki untuk kehidupan dan beristirahat (leisure). Malam hari untuk beristirahat dan mengumpulkan tenaga dan siang hari bekerja mencurahkan tenaga, berbisnis berdagang untuk mencari rezeki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dalam beberapa hadist Rasulullah SAW memberikan dorongan kepada ummatnya untuk mencari rezeki dengan berusaha dan berdagang. Rasulullah sendiri adalah contoh seorang pedagang yang sukses. Ketika masih kecil beliau telah menemani pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam, bahkan beliau sendiri menjalankan bisnis milik Siti Khadijah ke Syam dan kembali dengan keuntungan yang besar. Ini adalah bukti kemampuan, kepercayaan dan amanah beliau sebagai pedagang. Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;â€œPedagang yang amanah dan benar akan ada bersama dengan para syuhada di hari qiyamat nanti � (HR. Ibnu Majah dan al-Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;"Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan oleh seseorang daripada yang dihasilkan oleh tangannya sendiri' �. (HR. Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Para sahabat Rasul juga banyak yang menjadi pengusaha dan bussinessman yang sukses. Diantaranya adalah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Walaupun Islam mendorong ummatnya untuk berdagang, dan bahkan merupakan fardhu kifayah, bukan berarti dapat dilakukan sesuka dan sekehendak manusia, seperti lepas kendali. Adab dan etika bisnis dalam Islam harus dihormati dan dipatuhi jika para pedagang dan pebisnis ingin termasuk dalam golongan para nabi, syuhada dan shiddiqien. Keberhasilan masuk dalam kategori itu merupakan keberhasilan yang terbesar bagi seorang muslim. Robbana aatina fiddunya hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa â€˜adzabannaar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Ummat Islam dalam kiprahnya mencari kekayaan dan menjalankan usahanya hendaklah menjadikan Islam sebagai dasarnya dan keredhaan Allah sebagai tujuan akhir dan utama. Mencari keuntungan dalam melakukan perdagangan merupakan salah satu tujuan, tetapi jangan sampai mengalahkan tujuan utama. Dalam pandangan Islam bisnis merupakan sarana untuk beribadah kepada Allah dan merupakah fardlu kifayah, oleh karena itu bisnis dan perdagangan tidak boleh lepas dari peran Syari'ah Islamiyah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Kewajiban Agama Lebih Utama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Orang yang dikuasai oleh harta dan bisnisnya sehingga mengabaikan kewajiban terhadap Allah SWT adalah orang-orang yang iman dan akhlaqnya tipis, dan ini bertentangan dengan Syari'ah Islamiyah. Allah pernah menegur beberapa orang Islam zaman Rasulullah SAW. Pasalnya adalah ketika Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumâ€™at, mereka mendengar kedatangan kafilah yang membawa dagangan dari Syam. Kebetulan pada waktu itu kota Madinah sedang mengalami kekurangan makanan, sehingga mereka tidak sabar lagi untuk segera mendatangi kafilah tersebut, maka turunlah ayat Allah dalam surat Al-Jum'ah (62):11 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dan ketika mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). Katakanlah : "Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan" �. Dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Demikianlah Allah SWT mencela perbuatan mereka yang mengabaikan kewajiban agama karena urusan bisnis. Adab dan etika bisnis hendaklah dijaga dan kewajiban terhadap Allah tidak boleh diabaikan. Setelah kewajiban ini ditunaikan Allah mendorong orang yang beriman untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya, sambil terus mengingat Allah dalam setiap detak jantung dan denyut nadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Saling Rela&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Kegiatan bisnis dan perdagangan harus dijalankan oleh pihak-pihak yang terlibat atas dasar suka sama suka. Tidak boleh dilakukan atas dasar paksaan, tipu daya, kezaliman, menguntungkan satu pihak diatas kerugian pihak lain. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisaa (4):29 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berjalan atas dasar suka sama suka diantara kamu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Jauhkan Melakukan Riba&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dalam berbisnis hendaklah harus bersih dari unsur-unsur riba yang telah jelas-jelas dilarang oleh Allah, sebaliknya menggalakkan jual beli dan investasi. Haramnya riba telah jelas, tetapi dalam dunia usaha bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk menghindarkan diri dari cengkraman riba. Walaupun demikian kita harus terus berusaha mengatasi hal ini dengan merumuskan langkah-langkah alternatif yang efektif. Dalam surah Al-Baqarah : 275 Allah berfirman : dan Allah menghalalkan jual beli, mengharamkan riba.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Islam mendorong masyarakat kepada usaha yang nyata dan produktif. Islam mendorong masyarakat untuk melakukan investasi dan melarang membungakan uang. Perbedaan yang mendasar antara investasi dan membungakan uang. Investasi adalah kegiatan yang mengandung resiko karena berhadapan dengan unsur ketidak pastian.Oleh karena itu pula return dalam investasi tidak pasti dan tidak tetap. Sedangkan praktek membungakan uang adalah kegiatan yang relatif tidak beresiko karena perolehan kembaliannya berupa bunga relatif tetap dan pasti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Tidak Menipu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Islam mengharamkan penipuan dalam semua aktifitas manusia, termasuk dalam kegiatan bisnis dan jual beli. Memberikan penjelasan dan informasi yang tidak benar, mencampur barang yang baik dengan yang buruk, menunjukkan contoh barang yang baik dan menyembunyikan yang tidak baik termasuk dalam kategori penipuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Pada suatu hari Rasulullah SAW mengadakan inspeksi pasar. Rasulullah memasukkan tangannya kedalam tumpukkan gandum yang nampak baik, tetapi beliau terkejut karena ternyata yang di dalam tidak baik (basah). Rasulullah pun bersabda : "Juallah ini (yang baik) dalam satu bagian dan yang ini (yang tidak baik) dalam bagian yang lain. Siapa yang menipu kami bukanlah termasuk golongan kami" �. (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW berkata :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Tidak halal bagi seseorang menjual sesuatu barang melainkan jika ia telah menjelaskan keadaan barang yang dijualnya dan tidak boleh bagi siapa yang mengetahui hal tersebut (cacat) kecuali ia menjelaskannya (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dari pernyataan diatas jelaslah bagi kita bahwa Islam mengecam penipuan dalam bentuk apapun dalam berbisnis. Lebih jauh lagi barang yang hendak dijual harus dijelaskan kekurangan dan cacatnya, dan jika ada yang menyembunyikannya adalah suatu kezaliman. Prinsip ini sebenarnya akan menciptakan kepercayaan antara pembeli dan penjual, yang akhirnya menciptakan keharmonian dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Tidak Mengurangi Timbangan, Takaran dan Ukuran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Setiap muslim dituntut untuk menegakkan keadilan meskipun terhadap diri sendiri. Mereka juga dituntut untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak tanpa pandang bulu. Dalam berbisnis keadilan dan amanah tetap harus ditegakkan. Mengurangi timbangan, takaran dan ukuran merupakan perbuatan dosa besar. Melalui lisan nabi Syuâ€™aib Allah memerintahkan kepada kita agar beribadah kepada Allah dan mentauhidkanNya, menyempurnakan takaran dan timbangan dan jangan mengurangi hak orang lain dan jangan melakukan kerusakan di muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Dan (kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata : Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbanganya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang yang beriman. (Al-Araf : 85)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Tidak Menjual Belikan yang Haram&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Barang yang diperjual belikan haruslah barang yang halal baik zat maupun sifat-sifatnya. Dalam Islam haram hukumnya memperdagangkan barang-barang seperti minuman keras, daging babi, judi, barang curian, pelacuran dan lain-lain. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Sesungguhnya Allah SWT jika mengharamkan suatu barang, maka harganya pun haram juga. (HR Ahmad dan Abu Daud)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Ihtikar/Menimbun/Monopoli&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Islam memberikan jaminan kebebasan pasar dan kebebasan individu untuk melakukan bisnis, namun Islam melarang prilaku mementingkan diri sendiri, mengeksploitasi keadaan yang umumnya didorong oleh sifat tamak dan loba sehingga menyulitkan dan menyusahkan orang banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Perbuatan ihtikar semacam ini sangat dilarang, Rasulullah SAW menegaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Seburuk-buruk hamba ialah orang yang melakukan ihtikar, jika ia mendengar harga barang murah dirusakannya (barang itu) dan jika harganya melambung tinggi ia bergembira.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Keberhasilan bisnis bukan hanya bagaimana kita dapat memaksimalkan keuntungan dengan modal yang minimal dalam jangka waktu singkat. Tetapi juga bagaimana bisnis ini menjadi ibadah yang diridhoi Allah dan dapat memberikan kemashlahatan kepada masyarakat banyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Mengambil Kesempatan dalam Kesempitan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Pedagang yang tidak bermoral dan tipis imannya senantiasa mengambil kesempatan dari kelemahan dan kekurangan orang lain dengan menggunakan berbagai cara, agar dapat meraih keuntungan yang besar. Cara seperti ini dalam term fiqh biasanya dikenal dengan sebutan jual beli najash dan talaqqi ar-rukban.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Yang dimaksud jual beli najash adalah seperti seorang yang seolah-olah akan membeli barang dengan harga tinggi, agar calon pembeli yang sebenarnya berani membeli dengan harga yang lebih tinggi. Sedangkan talaqqi ar-rukban adalah seseorang yang mengetahui kedatangan seorang pedagang dari luar kota, orang tersebut membelinya dengan harga murah dan dibawah harga pasaran, kemudian menjualnya dengan harga yang jauh lebih mahal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Kedua jenis jual beli seperti ini mengandung unsur dosa karena telah mengandung penipuan dan mengambil kesempatan dari kelemahan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Tidak Mengandung Gharar dan Maisir&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Gharar atau ketidak jelasan. Akad jual beli yang mengandung unsur-unsur gharar dapat menimbulkan perselisihan, karena barang yang diperjual belikan tidak diketahui dengan baik, sehingga sangat dimungkinkan terjadi penipuan. Contohnya jual beli ikan yang masih berada di dalam kolam yang tidak diketahui ukuran, jenis dan rupanya. Gharar dapat mengarah kepada maisir (perjudian).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Demikian beberapa batasan-batasan (etika) yang diberikan oleh Islam dalam kita menjalankan kegiatan ekonomi dan bisnis. Dengan batasan-batasan tersebut kegiatan ekonomi dan bisnis kita akan memiliki nilai ibadah, hal ini sesuai dengan misi diciptakannya manusia. Firman Allah : Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah (kepadaKu).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;Wallahu Alam Bishowaab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet, 'Trebuchet MS', Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Trebuchet, 'Trebuchet MS', Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;sumber :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium; line-height: normal;"&gt;&lt;a href="http://bangsyamsul.blogspot.com/2009/06/islam-agama-komperhensif-dan-universal.html"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #274e13;"&gt;&lt;span style="color: #d9ead3;"&gt;http://bangsyamsul.blogspot.com/2009/06/islam-agama-komperhensif-dan-universal.html&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-7023653043453349873?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/7023653043453349873/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/islam-agama-universal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7023653043453349873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7023653043453349873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/islam-agama-universal.html' title='Islam agama universal'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-7507520525504740712</id><published>2009-12-28T18:42:00.000-08:00</published><updated>2012-02-05T08:36:41.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='penelitian'/><title type='text'>MIPA (UJI COBA MAKANAN ALTERNATIF)</title><content type='html'>&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Oleh :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: #999999; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;Safina Annaja Sofyan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-O0nbkTa6v4g/Ty6v6rdqRgI/AAAAAAAAAKg/C0wDtN2gIkI/s1600/BIJI+SENGON.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="109" src="http://3.bp.blogspot.com/-O0nbkTa6v4g/Ty6v6rdqRgI/AAAAAAAAAKg/C0wDtN2gIkI/s200/BIJI+SENGON.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;subhaanallah... ternyata pohon sengon yang ada yang biasa untuk tempat ngadem anak putri, biji sengonnya mengandung protein tinggi dan bisa dijadikan bahan makanan alternatif... hal ini setelah ada pengujian oleh anak santri konsulat HIPAKABA (daerah Babelan dan sekitarnya) pada Musabaqoh MIPA di Attaqwa Putri... mereka bereksperimen biji sengon dibuat cemilan, dan dijadikan makanan sejenis tempe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsulat IPAJAYA meneliti Biji Rambutan, dan ternyata pada rambutan bukan hanya dinikmati dari buahnya saja bijinyapun setelah diteliti mengandung Karbohidrat tinggi, dan bisa diolah menjadi manisan biji rambutan. bukan hanya itu biji rambutan juga dapat mengobati Diabetes.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;&lt;br /&gt;sementara itu Konsulat IPAKCP dengan petey cina, pada pete cina mengandung protein, lemak, karbohidrat, makanan ini bisa diolah menjadi juice pete cina (&lt;i&gt;Glauca Juice)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;dan Oseng-oseng Pete cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penelitian USA (Ujungharapan) mengambil Bahan Lidah Buaya (&lt;i&gt;Aloevera)&amp;nbsp;&lt;/i&gt;yang diolah menjadi selai, kemudian IPAKK (Kali Abang) mengambil bahan Biji Nangka atau biji beton..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dra. Marzuqoh dan Bu Widi selaku dewan juri sangat apresiatif terhadap hasil penelitian santri Attaqwa Putri.. dari hasil penelitian yang ada Juri memberi nilai plus pada Konsulat IPAJAYA dan HIPAKABA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aalaa kulli haal, Musabaqoh MIPA yang sudah diadakan 2 tahun ini menandakan bahwa banyak di antara santri yang berminat pada pelajaran-pelajaran eksak. mudah-mudahan ke depan Pimpinan Pondok membuka jurusan baru untuk tingkat Aliyah bukan hanya IPS tapi juga ada jurusan IPA....&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 11pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-7507520525504740712?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/7507520525504740712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/mipa-uji-coba-makanan-alternatif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7507520525504740712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7507520525504740712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/mipa-uji-coba-makanan-alternatif.html' title='MIPA (UJI COBA MAKANAN ALTERNATIF)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-O0nbkTa6v4g/Ty6v6rdqRgI/AAAAAAAAAKg/C0wDtN2gIkI/s72-c/BIJI+SENGON.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-3694190015229197253</id><published>2009-12-22T06:53:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T06:56:37.546-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Menapak ke Negeri Ulayat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/Sy7bEGMeDfI/AAAAAAAAAP4/wRfDR_cDsZw/s1600-h/rumah-adat-papua.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; cssfloat: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" ps="true" src="http://3.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/Sy7bEGMeDfI/AAAAAAAAAP4/wRfDR_cDsZw/s320/rumah-adat-papua.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh :&amp;nbsp;&lt;a href="http://cecepmh.blogspot.com/"&gt;Cecep Maskanul Hakim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang ingin jalan-jalan ke Papua? Rasa-rasanya sih tidak ada yang mau. Kalaupun ada, cuma karena belum pernah kesana, dan perjalanannya harus gratis. Ada orang yang datang kesana dengan niat petualangan. Atau mau menjajah, seperti orang Belanda dulu (dan orang kulit putih lainnya). Atau orang yang terbiasa merantau dan melaut seperti orang Makassar dan Maluku. Juga orang yang siap hidup dimana saja, seperti orang Jawa dan Madura. Maka tidak heran kalau pulau yang punya dua propinsi itu memiliki komposisi penduduk yang berasal dari ras-ras itu, selain penduduk asli tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulau ini dulunya bernama Irian Jaya. Entah kenapa ketika Gus Dur jadi presiden ia menamakannya kembali dengan Papua. Konon nama itu berubah atas usulan penduduk setempat. Bisa jadi karena rasa sentimentil yang amat dalam. Nama “Irian” buat mereka mengingatkan kepada kesewenangan Soekarno dan orang-orang Jawa. Padahal penjajah Belanda saja tidak berani mengubahnya. Buktinya negara yang berbatasan di sebelahnyapun masih memakai nama asli dari penduduknya, Papua New Gunea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon nama “Irian” juga berasal dari orang-orang Arab yang sempat mampir disana, sebelum Belanda datang. Merekalah yang pertama kali menamakan “Irian”, dari kata “’iryan” yang bahasa Arab artinya telanjang. Ini karena mereka melihat penduduknya, yang kebanyakan tidak memakai pakaian. Orang-orang Arab itu kemudian kembali ke daerah kepulauan yang mereka namakan Maluku. Nama itu plesetan dari kata “muluk” yang dalam bahasa Arab berarti raja-raja (jama dari malik). Wallahu A’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang jelas, tidak ada kemajuan berarti dengan perubahan nama dari Irian ke Papua. Bahkan setelah propinsi itu memperoleh status Otonomi Khusus sekalipun. Status itu diperoleh Papua sejak 4 tahun yang lalu. Jalan dan bangunan di Jayapura (ibukota propinsi Papua) misalnya, tetap seperti ketika pada tahun 1970an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;saat Orde Baru mem “vermak” kota yang dibangun di jaman kolonial itu. Satu-satunya bangunan baru hanyalah gedung Pusat Otonomi Daerah di daerah Abepura. Paling tidak ada dua sumber keuangan yang diperoleh propinsi Papua, Dana Alokasi Umum dan Dana Otsus. Menurut informasi, jumlahnya melebihi perolehan Nanggrue Aceh Darussalam dan Riau. Jumlah ini diluar dari bantuan yang diberikan oleh gereja-gereja internasional untuk pembinaan jamaat dan pendirian infrastruktur pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kenapa Papua tetap tidak berubah? Orang aslinya masih benci menabung. Pendapatan yang didapat hari ini dihabiskan dengan pesta. Dan yang namanya pesta, itu berarti minum dan mabuk. Seringkali pagi-pagi polisi harus menyingkirkan orang-orang mabuk (dan tertidur) itu dari jalan raya. Selain itu masih sedikit orang asli Papua yang sekolah. Buat mereka, sekolah hanya buang waktu dan membiarkan diri dinilai-nilai orang lain. Lagian, seringkali orang Papua sekolah tinggi-tinggi tapi ujung-ujungnya “tak tahu adat”, katanya. Maksudnya para intelektual itu sudah berubah menjadi orang lain, yang tidak lagi ikutan pesta, begadang dan ngumpul-ngumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas orang asli masih menggunakan cara lama untuk cari uang, yaitu mengklaim tanah yang didiami pendatang sebagai tanah warisan nenek moyang. Meskipun tanah yang didiami pendatang itu sudah sah miliknya. Ketika para pendatang itu menunjukkan sertifikat hak milik, mereka dengan enteng berucap, “Bapak punya sertifikat, tapi beta punya tanahnya”. Atau, kalau pendatang itu sudah membangun rumah di atasnya, “Bapak boleh pindah itu rumah, sebab itu tanah kitorang mau pakai.” (Kebayang nggak sih mindahin rumah yang sudah dibangun permanen?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman lainnya adalah ketika para pendatang yang disantroni orang asli yang bilang, bahwa tanah itu memang dijual pamannya. Tapi, selaku kemenakannya, dia punya hak atas tanah itu dan belum dibayarkan. Atau ia mengaku cucu dari pemilik tanah, yang kudu dapat bagian. Kakeknya menjual tanah dengan harga di jamannya, bukan harga pada jaman sekarang. Kalau sudah begini, menurut pengalaman pendatang, siapkan saja uang sepuluh ribu atau dua puluh ribu. Mereka akan pergi dengan sendirinya. Meskipun itu tidak menjamin bahwa mereka tidak datang lagi. Jika tidak mereka yang datang, mungkin teman atau keponakan yang diberitahu soal “pendatang yang baik hati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri Ulayat. Itu kesimpulan yang dapat ditarik dari pembicaraan orang-orang di propinsi paling timur Indonesia ini. Ketidakpastian hak penguasaan tanah membuat investasi disini jadi sepi. Mengapa kemudian Freeport dan Newmont bisa kuat, menurut orang-orang, karena sepenuhnya didukung oleh suprastruktur domestic (baca pemerintah) dan internasional (baca Amerika Serikat) dan uang yang cukup untuk para preman, baik yang berseragam maupun yang tidak resmi. Siapapun penduduk lokal yang berani mengganggu eksitensi perusahaan asing itu, ia harus siap dengan tuduhan sebagai anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), atau siap menghadapi serangan para preman lokal yang disewa perusahaan. Masalahnya kemudian jadi serius ketika para preman resmi dan tidak resmi ini bikin ulah. Mereka berusaha merekayasa kejadian/insiden keamanan yang berbuntut keputusan perlu adanya penambahan personil atau peningkatan biaya pengamanan. Hal yang biasa terjadi di Indonesia, mengaca kepada peristiwa-peristiwa di berbagai daerah, seperti Aceh, Ambon, Palu dll yang berbuntut operasi keamanan, dan tentunya, keperluan akan biaya pengamanan, atau kenaikan pangkat beberapa komandan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, perjalanan ke Papua bukan hal yang menyenangkan. Dari Jakarta, apabila menggunakan Garuda, penerbangan harus melakukan transit di dua kota, kadang lewat Makassar dan Biak, kadang lewat Bali dan Timika. Anehnya penerbangan di kedua route itu selalu penuh. Bandara transitnya, baik Biak maupun Timika hanya bandara kecil. Beruntunglah Timika karena dirawat dengan baik dan bersih. Bisa jadi karena banyaknya orang asing yang datang kesini atau daya tarik Freeport yang maha hebat. Jika, tidak, maka nasibnya seperti Biak; kurang terawat dan sempit. Padahal Biak kini jadi ibukota propinsi Papua Barat, hasil pemekaran yang katanya ditentang oleh orang Papua sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serba salah memang. Mau dimekarkan, ogah. Ngurus sendiri, juga tidak mampu. Diperlukan perangkat yang cukup untuk mengurus luas teritori Papua yang melebihi Kalimantan. Padahal Kalimantan sendiri sudah punya 4 propinsi. Bagaimana mau mengurus teritori itu kalau infrastrukturnya tidak cukup. Misalnya, rentang jalan di Jayapura sejak tahun 1960 sampai saat ini hanya sejauh 100 km (kalau di Jawa, itu artinya sama dengan bentangan jarak antara Cawang dengan Cikampek). Selebihnya adalah hutan belukar yang masih perawan. Maka tidak heran jarak antar kota di Papua masih harus ditempuh dengan pesawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak ada yang membantah bahwa negeri ini penuh dengan pemandangan indah. Keluar dari airport Sentani terus menuju Jayapura saja, orang harus melalui jalan di tepi gunung atau di sisi danau Sentani yang luas dan enak dipandang. Kantor pemda Papua sendiri berada tepat di tepi laut. Kalau siang, banyak orang berfoto di pantai landai itu. Ketika malam tiba, banyak anak muda berkumpul di depannya, membawa laptop sambil minum kopi dan makan snack. Hotspot dari EDC (electronic data center) pemda rupanya bisa dijangkau dari tepi jalan menggunakan wireless tool dari laptop. Tapi entah kenapa pariwisata di Papua belum dikembangkan. Mungkin karena hasil tambangnya masih dianggap cukup membiayai belanja daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal inisiatif pengembangan, bukan cuma pariwisata yang jadi korban. Propinsi ini bertingkah seperti Kalimantan Timur yang punya kekayaan alam nyaris tak terbatas. Hal seperti ini membuat pemda dan rakyatnya malas mengembangkan daerahnya. Coba saja mampir di warung atau toko setempat. Nyaris tidak ada barang yang diproduksi oleh pengusaha setempat. Apalagi oleh orang Papua sendiri. Semuanya diimpor dari Jawa melalui Makassar. Kue tradisional Papua, Bagea (terbuat dari sagu yang dibakar dan dicampur gula) ternyata dibuat oleh orang-orang asal Maluku dan bahkan Jawa. Ada kopi yang diolah dari kebun kopi setempat, tapi ternyata warung kopi yang mengolahnya milik Cina. Seorang teman bercerita, batik khas dengan motif Papua malah diproduksi di Solo, mulai awal 1980an. Di Jayapura, jika anda mencari souvenir berupa ukiran buatan suku Asmat atau koteka yang sudah dihias, anda akan menemukan penjualnya orang Makassar atau Maluku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Propinsi ini juga seperti Maluku. Penduduk muslimnya kira-kira setengah dari total populasi. Tapi entah kenapa masih diklaim sebagai hegemoni non muslim. Bisa jadi karena banyaknya gereja yang bertebaran di tepi jalan. Padahal gereja itu bisa banyak karena tidak dari aliran yang sama. Sebut saja mazhab yang ada dalam Kristen, pasti punya gerejanya disini. Mulai dari Katolik, Protestan, Pantekosta dan sebagainya. Anehnya dakwah Kristiani disana seperti tidak ada hubungannya dengan pengembangan dan pembangunan masyarakat asli Papua. Orang Papua masih dengan adat istiadat dan karakter yang sama sejak jaman Belanda. Mereka yang di kota, lebih senang pesta-pesta dan menghamburkan uang, sedangkan yang di pedalaman tetap menggunakan koteka dan wanitanya bertelanjang dada. Ada apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya prioritasi pembangunan daerah tertinggal, terutama di kawasan timur Indonesia, telah dimulai pemerintah pada penggalan akhir era Soeharto. Sekarang ini bahkan sudah ada Kementrian Negara Urusan Daerah Tertinggal. Tapi semua indikator pembangunan disana tidak pernah muncul secara signifikan. Jumlah sekolah, pusat kesehatan, pertumbuhan ekonomi, jumlah jalan yang dibangun, investasi dari luar dan sebagainya tidak pernah bergerak. Kalaupun ada, sangat sedikit. Belum pernah muncul prestasi di bidang akademis dan ekonomis dari sini. Bahkan di bidang olahraga dan musikpun sekarang seperti menghilang. Dulu orang pernah mengenal Persipura atau Perseman Manokwari. Atau group musik seperti Black Brothers yang terkenal dengan lagunya Jerit si Miskin. Kabar terakhir tentang para pemusik ini mengatakan bahwa mereka hijrah ke negeri Belanda dan meminta suaka. Padahal tidak pernah ada yang tahu tekanan politik apa yang diterimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut para mbah teori pembangunan, SDM sangat menentukan dalam proses pembangunan suatu negeri. Bahkan Sofyan Djalil (mantan Meneg BUMN) sering bilang, mengutip Drucker, bahwa tidak ada daerah yang miskin dan kaya. Yang ada adalah daerah itu poor-managed atau well-managed. Masalahnya kan untuk memanage sebuah daerah perlu SDM yang mumpuni alias kompeten. SDM hanya bisa sampai pada level mumpuni apabila punya kemauan atau dorongan untuk mencapai hal itu. Ini yang nampaknya langka ditemui di kalangan penduduk asli. Mudah2an saja saya salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergaulan antar ras dan suku akan melahirkan interaksi yang unik dalam bidang bahasa. Demikian juga dalam masalah singkatan. Yang beginian, Papua tidak terkecuali. Kalau di Sumatera ada Puja Kesuma (Putera Jawa Kelahiran Sumatera) dan Jadel alias Jawa-Deli, di Papua juga ada panggilan seperti itu. Diantaranya Mujair alias Muka Jawa Kelakuan Irian. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan para pendatang yang tinggal disana, tapi tingkah lakunya seperti orang asli Papua, misalnya mabuk-mabukan, pemalas dan suka minta-minta. Ada juga Jamer, alias Jawa-Merauke. Ini sebutan untuk keturunan Jawa yang berasal dari Merauke. Mereka lahir dan besar disana karena orang tua mereka pindah ke sana pada tahun 1960an. Para orang tua itu ada yang menetap disana karena penugasan (Komando Trikora), ada juga karena transmigrasi. Ada lagi Irma. Artinya bisa dua, yaitu Irian Makassar atau Irian Maluku. Kalau dilihat KTPnya, ia orang Papua. Tapi begitu bicara ketahuan logat aslinya, ketahuan Makassar atau Maluku-nya. Yang parah adalah orang asli Papua seperti Yoris Raweyai yang disebut-sebut orang Perancis. Ternyata Perancis yang dimaksud adalah singkatan, yaitu Peranakan Cina Serui. ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarang ada yang mendengar bahwa dakwah Islam juga kuat di Papua. Padahal disini Islam sudah ada sejak jaman kemerdekaan. Penduduk lokal yang sudah menjadi muslim banyak tinggal di Jayapura dan Fak-fak. Beberapa suku telah beralih masuk Islam, meskipun kondisinya tidak sama. Ada yang sudah penuh dan memiliki perkampungan sendiri seperti Asmat. Ada juga yang masih memelihara kebiasaan lamanya, yaitu memakai koteka dan memelihara babi. Salah satu indikator kuatnya dakwah di Jayapura adalah adanya Yayasan Pendidikan Islam, yang disingkat Yapis. Yayasan ini bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. Ia memiliki tingkat pendidikan mulai dari TK sampai Universitas, termasuk di dalamnya program S2. Training of Trainers Perbankan Syariah yang dilakukan Bank Indonesia baru-baru ini (akhir Oktober 2009) bekerjasama dengan Yayasan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Training of Trainers Perbankan Syariah saat ini memiliki nilai strategis. Pelaksanaannya mengundang bank Indonesia selaku pengawas dari bank syariah dan perbankan lainnya. Hal ini diperlukan mengingat disini semua yang berbau Islam sering dijadikan phobia. Beberapa waktu lalu segelintir orang berdemo ke Pemda Papua dan meminta cabang Bank Syariah yang sudah dibuka, seperti Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri ditutup saja, karena dianggap menyebarkan Islam melalui perbankan. Tidak terlalu jelas asal muasal demo tersebut. Bisa jadi karena ketakutan dari para aktivis gereja tentang adanya bank syariah yang identik dengan bank Islam. Sehingga ada anggapan jika orang menabung atau dapat kredit dari bank syariah dipaksa atau dibujuk masuk Islam. Tapi bisa jadi juga strategi bank syariah yang kurang tepat sehingga menimbulkan anggapan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang perlu diakui, tidak banyak yang mengikuti perkembangan perbankan syariah baik dari sisi pengaturan maupun layanan. Produk pembiayaan (kredit), misalnya, kini tidak lagi banyak menggunakan bahasa Arab seperti Murabahah, Mudharabah dan Musyarakah. Ada aturan yang membolehkan bank cukup dengan menyebutkan “pembiayaan perumahan iB” atau “pembiayaan modal kerja iB”. Demikian pula pada layanan simpanan, misalnya “Tabungan iB” atau “Deposito iB” dan tidak lagi menggunakan Tabungan Wadiah atau Deposito Mudharabah. Aturan inni berfungsi ganda. Pertama untuk mengurangi “alergi” sebagian masyarakat Indonesia terhadap “istilah-istilah berbau Arab”. Akan tetapi tentu tidak untuk mengurangi kualitas layanannya. Yang kedua adalah untuk melakukan standarisasi terhadap produk perbankan syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan tersebut maka lambang “iB” diperkenalkan. Lambang ini terdiri dari huruf “I” kecil dan “B” besar dengan bintang segi delapan berwarna merah, jingga dan hijau dan lingkaran putih di dalamnya, diapit warna biru sebagai dasar. Lambang ini juga digunakan sebagai sebuah icon yang menandakan adanya layanan syariah di gedung yang memasang lambang ini. Karena biaya iklan yang besar, perbankan syariah tidak memilih untuk melakukan promosi melalui media massa dan elektronik. Sosialisasi perbankan syariah lebih kepada door-to-door promotion dan pelatihan, mengingat sistemnya yang unik dan produknya yang sedikit lebih canggih. Kedua hal ini menghajatkan lebih banyak dialog ketimbang “gebyar-gebyar” ataupun iklan yang memerlukan biaya milyaran, tapi dengan durasi hanya sekitar 30 detik. Karena itu bisa dimaklumi bila TOT menempati posisi strategis mengingat perannya yang menciptakan “marketing agent” secara tidak langsung. Para trainee yang kemudian jadi trainer inilah yang akan menyebarkan ide tentang perbankan syariah kepada para “pengikut” seperti mahasiswa, siswa-siswi, jamaah pengajian dan jamaah jumatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOT di Jayapura juga memiliki nilai strategis lain. Hal ini disebabkan para pesertanya tidak semua muslim. Oleh karena itu diharapkan universalitas perbankan syariah dapat dirasakan oleh setiap orang. Seperti kata pepatah, bicara bank berarti bicara uang. Dan yang namanya uang tidak mengenal agama. Yang dikenalnya adalah soal aturan kehati-hatian yang beken dengan istilah prudentiality. Dan sekarang ini kalau bicara kehati-hatian, ada harus ikut trend risk management dan corporate governance. Masalahnya, sejauhmana perbankan syariah memiliki perangkat yang lebih baik dalam kedua soal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Jayapura, akhir Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-3694190015229197253?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/3694190015229197253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/menapak-ke-negeri-ulayat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3694190015229197253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3694190015229197253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/menapak-ke-negeri-ulayat.html' title='Menapak ke Negeri Ulayat'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_600ESyfkQN4/Sy7bEGMeDfI/AAAAAAAAAP4/wRfDR_cDsZw/s72-c/rumah-adat-papua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-509500325415694956</id><published>2009-12-22T06:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-22T06:52:30.240-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>belajar cinta dari ibu</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Grande', 'Lucida Sans Unicode', Arial, sans-serif; font-size: 12px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;tidaklah sulit mencari apa itu cinta sejati. bukan dari sang kekasih, tapi cukup dari ibu kita. kita belajar apa itu cinta dari seorang ibu yang menyusui anaknya dalam gendongan, sedangkan kedua belah tangannya sibuk menisik selimut keluarga. dalam dadanya tiada sesuatu apa selain ketulusan memberi atas nama cinta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;kita belajar dari seorang ibu yang membagi cintanya pada anak-anaknya, ia mampu meladeni semua permintaan kasih sayang pada semua anaknya tanpa sedikitpun terasa ada yang kurang adil. dalam dadanya tiada sesuatu selain kegembiraan memberi atas nama cinta. karena cinta bukan hanya sekedar pelukan hangat, belaian lembut, atau kata-kata penuh melankolis yang mendayu-dayu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;kita belajar cinta dari seorang ibu yang sujud dan mengadahkan tangan untuk berdo’a bagi masa depan anak-anaknya. dari senyumannya setelah berjuang mempertahankan hidup saat melahirkan sang buah hati. dari rasa cemas kala sang anak belum pulang meski larut menjelang atau dari sorot mata yang berbinar kala sang anak berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;dan kehadirannya dalam hidup ini tiada maksud selain mewujudkan cintanya. karena itu, tiada yang pantas kita lakukan selain atas nama cinta padanya. selamat hari ibu…&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 1em;"&gt;aldevco octagon, 22 desember 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-509500325415694956?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/509500325415694956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/belajar-cinta-dari-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/509500325415694956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/509500325415694956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/belajar-cinta-dari-ibu.html' title='belajar cinta dari ibu'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-5992495904607092715</id><published>2009-12-18T17:58:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T18:01:33.166-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='diskusi'/><title type='text'>Tahun baru Islam (mulai 1 Syawal aja?)</title><content type='html'>&lt;span style="color: #274e13; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: #274e13; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Oleh : Cecep Maskanul Hakim&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Tulisan ini adalah hasil diskusi dengan rekan di komuter Bekasi-Jakarta (nama keren dari KRL alias kereta listrik jurusan Bekasi-Kota). Kejadiannya waktu pulang dari kantor, sambil ngabuburit, alias nunggu waktu puasa. Jadi jangan kaget kalau sedikit nyeleneh.&lt;/span&gt;&lt;span style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: initial; background-color: white; background-image: initial; background-repeat: initial;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Selama ini tahun baru Islam dimulai dengan Muharram. Yang berinisiatif menetapkannya adalah Khalifah Umar bin Khattab. Ia menghitung awal tahun baru Islam dimulai pada saat Nabi SAW melakukan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Itu sebabnya tahun Islam disebut juga tahun Hijriyyah. Umar juga menggunakan perhitungan bulan, bukan matahari, seperti yang digunakan penguasa Romawi saat itu. Oleh karena itu tahun dengan perhitungan bulan seperti ini disebut juga tahun "Qamariyyah" (dalam bahasa Arab, qamar= bulan).&lt;/span&gt;&lt;span style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: initial; background-color: white; background-image: initial; background-repeat: initial;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=5992495904607092715" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Yang jadi pertanyaan, apa alasan Umar sehingga menetapkan awal tahun pada bulan Muharram? Benarkah Rasulullah melakukan hijrah pada bulan Muharram? Bukan pada bulan Rabiul Awwal seperti yang diklaim orang? (Ada pendapat yang mengatakan bahwa Rasulullah lahir, hijrah dan meninggal pada bulan Rabiul Awwal).&lt;/span&gt;&lt;span style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: initial; background-color: white; background-image: initial; background-repeat: initial;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Merayakan tahun baru pada bulan Muharram terasa tidak mudah. Tidak ada peristiwa penting dalam kehidupan ibadah ummat Islam pada bulan itu, yang bisa diingat dengan mudah. Haji, misalnya, dilakukan pada bulan Zul Hijjah. Puasa dan zakat dilaksanakan pada bulan Ramadhan. Demikian pula yang bersifat peringatan (festival, commemoration) seperti Iedul Fitri pada bulan Syawwal, peringatan kelahiran Nabi SAW dilaksanakan pada Rabiul Awwal dan peringatan Isra Mi'raj pada bulan Rajab. Bahwa bulan Muharram adalah bulan dimulainya Nabi SAW berangkat untuk hijrah ke Madinah, dan Hijrah merupakan peristiwa besar di zaman beliau, hal itu tidak ada yang meragukan. Tapi berapa banyak orang Muslim yang ingat pada sejarahnya sendiri?&lt;/span&gt;&lt;span style="-webkit-background-clip: initial; -webkit-background-origin: initial; background-attachment: initial; background-color: white; background-image: initial; background-repeat: initial;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Oleh karena itu ada menariknya usulan untuk mengganti perayaan tahun baru Islam dari Muharram menjadi 1 Syawwal. Alasannya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ummat Islam berhak merayakan      keberhasilannya dalam melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.      Menurut hadits Nabi, kaum muslimin keluar dari Ramadhan seperti keluarnya      seorang bayi dari perut ibunya, yaitu kiasan dari kebersihan dari      dosa-dosanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Zakat (fitrah dan mal) dibayar pada bulan      Ramadhan. Dengan demikian harta juga telah dibersihkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Bulan Ramadhan karenanya merupakan bulan      perhitungan bagi dosa-dosa yang perlu dibersihkan dan harta-harta yang      perlu disisihkan sehingga bulan berikutnya mereka memulai dengan neraca      yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Pada saat ini mereka berhak diingatkan      bahwa mereka telah memasuki tahun baru, sehingga selalu ingat tentang      waktu dan umur mereka.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Ini cuma usulan. Kalau ada yang kontra tentu dimaklumi. Masalahnya, penentuan Muharram sebagai awal tahun baru kan sifatnya Ijtihadi, yang dilakukan Umar, dan tidak ada nashnya, baik dari Quran maupun Hadits. Atau kita yang belum pernah menemukan nashnya?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;Wallahu A'lam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-5992495904607092715?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/5992495904607092715/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/tahun-baru-islam-mulai-1-syawal-aja.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/5992495904607092715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/5992495904607092715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/tahun-baru-islam-mulai-1-syawal-aja.html' title='Tahun baru Islam (mulai 1 Syawal aja?)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-1389673754746111836</id><published>2009-12-16T19:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T19:13:07.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia Blog'/><title type='text'>Ngeblog bareng komunitas</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;Oleh :&amp;nbsp;&lt;a href="http://sirojudin-mursan.co.cc/"&gt;Sirojudin Mursan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari sebuah blog? Jawabannya bisa beragam tergantung minat dan tujuannya mengunakan medium&amp;nbsp; ini. Ada yang hanya sekedar iseng, menumpahkan segala hal yang ia lihat dan dengar. Mengekpresikan kegembiraan dan kesedihan. Mengemukan pendapat yang menyangkut kepentingan publik. Ada juga yang serius, menjadikannya medium komunikasi. Layaknya menghadirkan ‘rumah’ di tengah komunitas masyarakat dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Menggunakan surat kabar atau media televisi perlu banyak syarat dan kriteria. Kemampuan menulis nya yang mumpuni. Dan juga tampilnya satu berita dan jadi headline, berdasarkan rapat, juga yang tak kalah penting amat dipengaruhi oleh banyak hal. Hingga sebuah tulisan menjadi ‘layak tampil’ harus melewati banyak pintu seleksi. Blog tidak begitu keadaanya, setiap orang bebas mengungkap apa yang dirasakan. Mengekpresikan kegundahannya tanpa ada aturan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Blogger hanya punya keterikatan dengan net-iket (etika berinternet). Aturannya berupa kesadaran untuk tidak melakukan hal yang dianggap mengganggu ketentraman. Baik dalam hal pemilihan kata, juga soal&amp;nbsp; penyampaian bahasa. Bila seorang dianggap sering melakukan hal yang bertentangan dengan net-iket biasanya di antara komunitas namanya sudah ‘tercoreng’.&amp;nbsp; Teridentifikasi sebagai individu yang suka hoax (melakukan kebohongan), spam (sering mengirim e-mail ‘sampah’ pada yang lain). Juga didalamnya mereka yang melakukan kejahatan cyber, mencuri data orang lain untuk tujuan kriminal, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tehnologi apapun bentuknya selalu punya dua sisi, baik dan buruk. Semua berpulang pada individu di belakangnya. Kalaupun ada ekses, atau sisi negatifnya, justru disitulah tempat kita berjuang untuk tidak masuk ke sana.&amp;nbsp; Mengidentifikasi dan tidak memilihnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Nge-Blog perlu sedikit kemauan untuk belajar. Proses belajarnyapun bisa menggunakan internet. Hanya dengan memasukan kata tertentu, misalnya kata&amp;nbsp; “belajar blog” akan tampil hasil pencarian puluhan bahkan ribuan alamat web/blog tentang belajar blog.&amp;nbsp; Alamat web/blog yang tampil paling atas merupakan alamat web yang paling banyak diakses orang. Istilah internetnya SEO (Search Engine Optimition). Kita tinggal meng’klik’ salah satunya. Dari sana-lah kita belajar seluk beluk blog. Dari bagaimana kita memulai dan membuat blog sampai bagaimana kita menjadikan blog kita sebagai tempat mencari duit dengan mengikutsertakan Google Adsense. Berbekal pertanyaan pada ‘om google’ inilah kita menelusuri para master blog yg ‘ikhlas’ berbagi ilmu. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Layaknya sebuah rumah, kita selalu ingin mempercantik. Memberikan ornamen, melakukan penataan ulang &amp;nbsp;agar ‘rumah’yang kita punya ini, nyaman untuk ditinggali dan membuat betah orang yang mengunjungi. Proses ini disebut modifikasi template. Selain template bawaan blogger.com, andai pake blogspot, juga banyak template lain dari web lain yang sangat bagus performa-nya. Kalo masih tidak puas juga, silakan melakukan modifikasi ‘bahasa script’ blog kita, agar bisa memodifikasi tataletak, pengaturan warna,font, mengganti header, termasuk mengganti frame,background, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah kita merasa ‘homi’ alias nyaman, tinggal kita memasukan konten dengan materi tulisan menarik. Kalau perlu kita konsentrasi pada satu jenis tulisan. Karena dari sana orang tau identifikasi diri kita. Saat seorang memasukan input kata tertentu, yang itu jadikonsentrasi blog kita, ini mengarahkan mereka pada blog kita. Karena kunci blog yang baik yang banyak pengunjung.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selain konten menarik, yang paling penting selalu meng-update-nya. Terutama menyangkut reportase pemberitaan, hingga saat seorang balik ke blog mendapatkan berita baru, selalu baru.Ini menarik. Tak sebatas itu, ibarat makhluk hidup, justru itulah ruh blog. Saat sebuah blog vakum, artinya dia sudah mati. Bila dianggap mati, tak ada lagi pengunjung. Kalaupun ada, hanya karena orang salah masuk rumah, alias nyasar. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Problem utama blogger pemula, yang bikin blog kemudian mati, tidak lepas dari persoalan itu. Selain itu juga harusnya blogger pemula ini bergabung dengan komunitas sejenis, mereka yang punya minat pada persoalan yang sama. Komunitas ini selalu mengingatkan pentingnya updating blog. Termasuk tempat bertanya saat menghadapi masalah. Beda dengan yang hanya mengandalkan individu, saat ‘mood’ itu hilang, hilang semua, termasuk hanya sekedar menulis catatankecil sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diposting juga untuk Kompasiana.com :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://teknologi.kompasiana.com/2009/12/17/ngeblog-bareng-komunitas/"&gt;http://teknologi.kompasiana.com/2009/12/17/ngeblog-bareng-komunitas/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-1389673754746111836?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/1389673754746111836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/ngeblog-bareng-komunitas.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1389673754746111836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1389673754746111836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/ngeblog-bareng-komunitas.html' title='Ngeblog bareng komunitas'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-5728304388743726532</id><published>2009-12-16T06:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-16T06:56:16.845-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Gusti Allah Ora Sare...</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Syj0wfkg03I/AAAAAAAAAGk/7wJwXV_RkEc/s1600-h/tukang-mie-tek-tek.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Syj0wfkg03I/AAAAAAAAAGk/7wJwXV_RkEc/s200/tukang-mie-tek-tek.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;Malam telah larut saat saya meninggalkan kantor. Telah&amp;nbsp;lewat pukul 11 malam. Pekerjaan yang menumpuk, membuat&amp;nbsp;saya harus pulang selarut ini. Ah, hari yang&amp;nbsp;menjemukan saat itu. Terlebih, setelah beberapa saat&lt;br /&gt;berjalan, warna langit tampak memerah. Rintik hujan&amp;nbsp;mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah&amp;nbsp;dengan "acara" kehujanan. Setengah berlari saya&amp;nbsp;mencari tempat berlindung. Untunglah, penjual nasi&amp;nbsp;goreng yang mangkal di pojok jalan, mempunyai tenda&amp;nbsp;sederhana. Lumayan, pikir saya. Segera saya berteduh,&amp;nbsp;menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani rokok&amp;nbsp;dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan&amp;nbsp;saya duduk. "Disini saja dik, daripada kehujanan...,"&amp;nbsp;begitu katanya saat saya meminta ijin berteduh. Benar&amp;nbsp;saja, hujan mulai deras, dan kami makin terlihat dalam&amp;nbsp;kesunyian yang pekat. Karena merasa tak nyaman atas&amp;nbsp;kebaikan bapak penjual dan tendanya, saya berkata,&amp;nbsp;"tolong bikin mie goreng pak, di makan disini saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Bapak tersenyum, dan mulai menyiapkan tungku&amp;nbsp;apinya. Dia tampak sibuk. Bumbu dan penggorengan pun&amp;nbsp;telah siap untuk di racik. Tampaklah pertunjukkan&amp;nbsp;sebuah pengalaman yang tak dapat diraih dalam waktu&amp;nbsp;sebentar. Tangannya cekatan sekali meraih botol kecap&amp;nbsp;dan segenap bumbu. Segera saja, mie goreng yang&amp;nbsp;mengepul telah terhidang. Keadaan yang semula canggung&amp;nbsp;mulai hilang. Basa-basi saya bertanya, "Wah hujannya&amp;nbsp;tambah deras nih, orang-orang makin jarang yang keluar&amp;nbsp;ya Pak?" Bapak itu menoleh kearah saya, dan berkata,&amp;nbsp;"Iya dik, jadi sepi nih dagangan saya.." katanya&amp;nbsp;sambil menghisap rokok dalam-dalam. "Kalau hujan&amp;nbsp;begini, jadi sedikit yang beli ya Pak?" kata saya,&amp;nbsp;"Wah, rezekinya jadi berkurang dong ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh. Pertanyaan yang bodoh. Tentu saja, tak banyak&amp;nbsp;yang membeli kalau hujan begini. Tentu, pertanyaan itu&amp;nbsp;hanya akan membuat Bapak itu tambah sedih. Namun,&amp;nbsp;agaknya saya keliru... "Gusti Allah, ora sare dik,&amp;nbsp;(Allah itu tidak pernah istirahat), begitu katanya.&amp;nbsp;"Rezeki saya ada dimana-mana. Saya malah senang kalau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;hujan begini. Istri sama anak saya di kampung pasti&amp;nbsp;dapat air buat sawah. Yah, walaupun nggak lebar, tapi&lt;br /&gt;lumayan lah tanahnya." Bapak itu melanjutkan, "Anak&amp;nbsp;saya yang disini pasti bisa ngojek payung kalau besok&lt;br /&gt;masih hujan..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degh. Dduh, hati saya tergetar. Bapak itu benar,&amp;nbsp;"Gusti Allah ora sare". (Tuhan itu tidak pernah&amp;nbsp;istirahat) Allah Memang Maha Kuasa, yang tak pernah&amp;nbsp;istirahat buat hamba-hamba-Nya. Saya rupanya telah&lt;br /&gt;keliru memaknai hidup. Filsafat hidup yang saya punya,&amp;nbsp;tampak tak ada artinya di depan perkataan sederhana&amp;nbsp;itu. Maknanya terlampau dalam, membuat saya banyak&amp;nbsp;berpikir dan menyadari kekerdilan saya di hadapan&amp;nbsp;Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu berpikiran, bahwa hujan adalah bencana,&amp;nbsp;adalah petaka bagi banyak hal. Saya selalu&lt;br /&gt;berpendapat, bahwa rezeki itu selalu berupa materi,&amp;nbsp;dan hal nyata yang bisa digenggam dan dirasakan. Dan&lt;br /&gt;saya juga berpendapat, bahwa saat ada ujian yang&amp;nbsp;menimpa, maka itu artinya saya cuma harus bersabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun saya keliru. Hujan, memang bisa menjadi bencana,&amp;nbsp;namun rintiknya bisa menjadi anugerah bagi setiap&amp;nbsp;petani. Derasnya juga adalah berkah bagi sawah-sawah&amp;nbsp;yang perlu diairi. Derai hujan mungkin bisa menjadi&amp;nbsp;petaka, namun derai itu pula yang menjadi harapan bagi&amp;nbsp;sebagian orang yang mengojek payung, atau mendorong&amp;nbsp;mobil yang mogok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm...saya makin bergegas untuk menyelesaikan mie&amp;nbsp;goreng itu. Beribu pikiran tampak seperti&lt;br /&gt;lintasan-lintasan cahaya yang bergerak di benak saya.&amp;nbsp;"Ya Allah, Engkau Memang Maha yang Tak Pernah&lt;br /&gt;Beristirahat" Untunglah,hujan telah reda, dan sayapun&amp;nbsp;telah selesai makan. Dalam perjalanan pulang, hanya&amp;nbsp;kata itu yang teringat, Gusti Allah Ora Sare .....&lt;br /&gt;Gusti Allah Ora Sare.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, saya sering takjub pada hal-hal kecil yang&amp;nbsp;ada di depan saya. Allah memang selalu punya banyak&lt;br /&gt;rahasia, dan mengingatkan kita dengan cara yang tak&amp;nbsp;terduga. Selalu saja, Dia memberikan Cinta kepada saya&amp;nbsp;lewat hal-hal yang sederhana. Dan hal-hal itu, kerap&amp;nbsp;membuat saya menjadi semakin banyak belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, saya berharap, bisa melewati tahun ini dengan&amp;nbsp;hal-hal besar, dengan sesuatu yang istimewa. Saya&lt;br /&gt;sering berharap, saat saya bertambah usia, harus ada&amp;nbsp;hal besar yang saya lampaui. Seperti tahun sebelumnya,&amp;nbsp;saya ingin ada hal yang menakjubkan saya lakukan.&amp;nbsp;Namun, rupanya tahun ini Allah punya rencana lain buat&amp;nbsp;saya. Dalam setiap doa saya, sering terucap agar saya&amp;nbsp;selalu dapat belajar dan memaknai hikmah kehidupan.&amp;nbsp;Dan kali ini Allah pun tetap memberikan saya yang&amp;nbsp;terbaik. Saya tetap belajar, dan terus belajar,&amp;nbsp;walaupun bukan dengan hal-hal besar dan istimewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berdoa agar diberikan kekuatan...Namun, Allah&amp;nbsp;memberikanku cobaan agar aku kuat menghadapinya. Aku&amp;nbsp;berdoa agar diberikan kebijaksanaan...Namun, Allah&amp;nbsp;memberikanku masalah agar aku mampu memecahkannya. Aku&amp;nbsp;berdoa agar diberikan kecerdasan...Namun, Allah&amp;nbsp;memberikanku otak dan pikiran agar aku dapat belajar&amp;nbsp;dari-Nya. Aku berdoa agar diberikan&amp;nbsp;keberanian...Namun, Allah memberikanku marabahaya agar&amp;nbsp;aku mampu menghadapinya. Aku berdoa agar diberikan&amp;nbsp;cinta dan kasih sayang...Namun, Allah memberikanku&amp;nbsp;orang-orang yang luka hatinya agar aku dapat berbagi&amp;nbsp;dengannya. Aku berdoa agar diberikan&amp;nbsp;kebahagiaan...Namun, Allah memberikanku pintu&amp;nbsp;kesempatan agar aku dapat memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;Pernah diposting oleh Nanang S ke milis attaqwa-bekasi, tgl 29 Januari 2003&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-5728304388743726532?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/5728304388743726532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/gusti-allah-ora-sare.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/5728304388743726532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/5728304388743726532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/gusti-allah-ora-sare.html' title='Gusti Allah Ora Sare...'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Syj0wfkg03I/AAAAAAAAAGk/7wJwXV_RkEc/s72-c/tukang-mie-tek-tek.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-2317848653677083402</id><published>2009-12-14T18:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-18T17:16:11.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Pak Zulkifi: Tukang sapu di Gunung Gede</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Nama saya Pak Zulkifi. Umur 45 tahun. Pekerjaan tukang &amp;nbsp;sapu.&amp;nbsp; Saya sudahberkeluarga dengan seorang istri dan 3&amp;nbsp;anak, keluarga saya tinggal bersama&amp;nbsp;mertua saya di Kuningan,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan saya adalah sebagai tukang sapu. Saat ini saya &lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sedang&amp;nbsp;membersihkan sampah2 di jalur pendakian Cibodas - &amp;nbsp;Gunung Gede. Jangan salah&amp;nbsp;dimengerti, saya bukan anggota&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;kelompok relawan atau pegawai dan upahan Balai Taman Nasional&amp;nbsp;Gede Pangrango (TNGP). Dalam bekerja ini tidak&amp;nbsp;ada yang &amp;nbsp;menggaji saya. Saya bekerja atas kemauan dan inisiatif sendiri. &amp;nbsp;Sebelum ini saya pernah menyapu sampah2 dari pantai &amp;nbsp;Labuhan Ratu sampai di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; Banten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Sabtu, 2 April 2005 di suatu pos pendakian jalur Cibodas - G.&amp;nbsp;Gede saya sempat ngobrol dengan Pak Djuni. Saat itu ada sekelompok pendaki&amp;nbsp;dari kota sedang istirahat melepaskan lelah. Seperti biasanya anak2 dari&amp;nbsp;kota, mereka sibuk dengan dirinya sendiri dan berbicara dengan ribut satu&amp;nbsp;dengan yang lain. Saya amati mereka sambil tersenyum simpul. Lalu ada&amp;nbsp;seorang pendaki yang mendekati dan mengajak ngobrol. Pendaki itu mengaku&lt;br /&gt;bernama Pak Djuni, umur 38 thn dan datang dari Mampang Jakarta Selatan. Pak&amp;nbsp;Djuni ini walau baru berumur 38 thn sudah tampak tua dan banyak ubannya.&amp;nbsp;Saya sendiri walau sudah berumur 45 thn, tapi masih tetap sehat lahir batin&amp;nbsp;dan tidak ada uban satu pun di kepala saya. Saya bilang kepada Pak Djuni&amp;nbsp;kalau dia terlalu banyak berpikir dalam bekerja, dan dia mengakui itu&amp;nbsp;dengan jujur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;Demikian ini perbincangan kecil antara saya dengan Pak Djuni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Saya baru kali ini bertemu dg orang semacam Pak Zulkifi ini.&amp;nbsp;Saya kagum dan salut dengan Bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Ah biasa2 aja kok, tidak ada yg istimewa dlm tindakkan saya.&amp;nbsp;Semua orang dpt mengerjakannya: "menyapu sampah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Apakah Pak Zulkifi pegawai Balai TNGP, sehingga menyapu sampah&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;cursive&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;sampai sejauh ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Bukan! Saya bukan pegawai Taman Nasional dan saya juga bukan&amp;nbsp;anggota kelompok sukarelawan yg ada di G. Gede ini. Saya bekerja tdk ada yg&amp;nbsp;menggaji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Lalu bagaimana Bapak dan keluarga dapat makan dan hidup&amp;nbsp;sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Tidak usah dikejar, rejeki akan datang dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Lalu bagaimana kalau ada yang sakit di keluarga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Syukur pada Sang Pencipta kalau sampai saat ini saya dan&amp;nbsp;keluarga tetap sehat dan tidak kurang suatu apa. Tidak ada yg perlu&amp;nbsp;dikhwawatirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Pak Zulkifi sudah lama jadi tukang sapu di Gunung Gede ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Saya sudah 4 thn jadi tukang sapu di sini. Sebelumnya saya&amp;nbsp;pernah menyapu sampah2 dari Pantai Labuhan Ratu sampai Banten. Mungkin&amp;nbsp;setelah dari G. Gede ini saya tidak tahu akan kemana lagi. Mungkin saja&amp;nbsp;saya akan pergi ke Jakarta dan menyapu sampah di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Wah Pak Zulkifi, jangan ke Jakarta Pak. Di sana "rimba"-nya&amp;nbsp;sangat lain dengan rimba di G. Gede ini. Orang2 di Jakarta sudah banyak yg&amp;nbsp;tdk peduli dengan sesamanya, ibaratnya "orang makan orang" di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Saya tidak takut. Tidak ada yg perlu ditakutkan di dunia ini.&amp;nbsp;Tujuan saya baik dan berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Sambil jalan mungkin Pak Zulkifi dapat membersihkan&amp;nbsp;"sampah-sampah di hati manusia". Khan pekerjaannya sama2 membersihkan sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Pak Djuni ini ada2 saja. Membersihakan "sampah-sampah diri&amp;nbsp;sendiri" saja sudah susah, apa lagi mesti membersihkan "sampah-sampah orang&amp;nbsp;lain" he......he.......he..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Djuni : Baik Pak Zulkifi. Saya senang berjumpa dg Bapak dan saya sangat&amp;nbsp;salut dg apa2 yg Bapak lakukan. Sampai jumpa lagi, saya dan kawan2 mau&amp;nbsp;melanjutkkan perjalanan naik G. Gede.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zulkifi : Terima kasih juga Pak Djuni. Selamat jalan dan semoga sampai&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;cursive&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;di tujuan serta selamat tiba di rumah kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian itu hasil percakapan singkat saya dengan Pak Djuni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya mejadi tukang sapu? Mengapa saya bekerja dg tdk mengharapkan&amp;nbsp;imbalan dari siapa pun juga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya bekerja sebagai tukang sapu ini merupakan bentuk pengabdian saya&amp;nbsp;kepada Yang Memberi Hidup. Hidup ini utk apa? Khan hidup ini hanya "sekedar&amp;nbsp;lewat" saja di dunia. Oleh karena kita hanya "numpang lewat", maka kita&amp;nbsp;perlu berupaya dengan sesungguhnya utk berbuat kebaikkan kepada sesama&amp;nbsp;mahkluk ciptaanNya dan berbakti kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bekerja sebagai tukang sapu ini majikan saya adalah Dia Yang Memberi&amp;nbsp;Hidup, bukan manusia. Jadi imbalan yg saya peroleh juga berasal dari Dia&amp;nbsp;Yang Memberi Hidup. Saya percaya bahwa rejeki saya dan keluarga saya akan&amp;nbsp;datang dariNya tanpa diminta, sehingga kami semua dpt hidup dg seperlunya.&amp;nbsp;Tentu saja ukuran "hidup dg seperlunya" sangat berbeda dg kebanyakan orang&amp;nbsp;yg biasanya diukur dg materi spt TV, sepeda montor, kulkas, rumah yg bagus,&amp;nbsp;mobil dll. Kita hidup dan masih dpt bernapas sampai detik ini adalah suatu&amp;nbsp;rejeki yg patut disyukuri. Jadi buat apa mengharapkan rejeki yg berlebihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;===============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditujukan kepada Pak Zulkifi dengan penuh hormat dan salut,&lt;br /&gt;Ditulis dalam kereta ekonomi yg penuh sesak dalam perjalanan Jakarta -&lt;br /&gt;Rangkasbitung,&lt;br /&gt;Selasa, 5 April 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Djuni Pristiyanto&lt;br /&gt;Email:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;       &lt;/cursive&gt;&lt;/cursive&gt;&lt;a href="http://us.f507.mail.yahoo.com/ym/Compose?To=senoaji@cbn.net.id" style="color: #247cd4; text-decoration: none;" target="_blank"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;senoaji@cbn.net.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;pernah diposting ke milis attaqwa-bekasi oleh Awal leedun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://groups.yahoo.com/group/attaqwa-bekasi/message/1270"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;http://groups.yahoo.com/group/attaqwa-bekasi/message/1270&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-2317848653677083402?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/2317848653677083402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/pak-zulkifi-tukang-sapu-di-gunung-gede.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2317848653677083402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2317848653677083402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/pak-zulkifi-tukang-sapu-di-gunung-gede.html' title='Pak Zulkifi: Tukang sapu di Gunung Gede'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-2531666315829247251</id><published>2009-12-14T06:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T06:53:59.805-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Dialog milis : "Masyarakat Mutanaqisah"</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Nurul Amin Muthi bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Pada hari ini, Selasa, 6 Januari 2009, saya mendengarkan kultum bakda salat zuhur di Masjid Al-Azhar Jakapermai yang disampaikan oleh Ustaz Muhammad Subhan tentang MUSYARAKAH MUTANAQISAH. Menulis beliau, konsep di atas dapat menjadi solusi bagi bangsa Indonesia agar tidak terjebak resesi dunia yang kini tengah melanda AS. Sepengetahuan beliau, konsep ini belum diterapkan di bank syariah.Mohon penjelasan tentang konsep tersebut.Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=2531666315829247251" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Cecep Maskanul Hakim menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah ini pertanyaan up-to-date banget.Saya baru menyelesaikan draft fatwa DSN tentang Musyarakah Mutanaqisah ini 2 minggu lalu. Mungkin sekarang sudah di meja KH. Sahal. Fatwa ini sudah diminta bank-bank syariah. Secara harfiyah, Musyarakah Mutanaqisah adalah Musyarakah dengan segala konsekwensinya, yaitu persekutuan para pemilik modal yang memberikan modalnya dalam jumlah yang disepakati, keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan (dimuka) dan apabila terjadi kerugian dibagi berdasarkan proporsi kepemilikan modal. Dampak hukum (atsar) dari Musyarakah adalah kepemilikan bersama terhadap aset (mal) musyarakah secara proporsional dalam nilai, tidak secara fisik. Prinsip Mutanaqisah (kepemilikan yang semakin berkurang) mulai terjadi apabila salah satu mitra (syarik) menjual kepemilikannya kepada mitra (syarik) lainnya pada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;harga yang disepakati. Ibn Qudamah membolehkan penjualan kepemilikan kepada mitra atau pihak ketiga dengan seizin mitra, sedangkan Ibn Abidin hanya membolehkan penjualan kepemilikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;kepada mitra saja. Apabila salah satu mitra membeli kepemilikan itu secara bertahap, maka secara bertahap pula kepemilikan mitra lainnya dalam Musyarakah itu jadi berkurang. Untuk penerapan dalam perbankan syariah Muktamar Perbankan Islam Pertama di Dubai menambahkan 3 syarat lain, yaitu:(1) Musyarakah Mutanaqisah tidak menjadi instrumen keuangan semata dengan cara qardh (pinjaman). Oleh karena itu diharuskan adanya Musyarakah secara praktek (fiâ€™liyyah), dimana para pihak menanggung kerugian seperti halnya berhak memperoleh keuntungan yang disepakati dari Musyarakah itu.(2) Bank harus memiliki bagian (hissah) dalam Musyarakah itu dengan pemilikan yang sempurna (tam), dan menikmati haknya yang penuh dalam administrasi dan pelaksanaan (tasarruf) serta pengawasan pembayaran (penunaian) beserta ikutannya;(3) Perjanjian ini tidak mengandung syarat yang menjamin pelaksanaan pengembalian mitra (nasabah) kepada bank semua bagian dalam modalnya dan mengembalikan apa yang dikhususkan baginya dari keuntungan, karena yang demikian itu menyerupai riba (syibhatur riba). Dalam perbankan syariah, bank dan nasabah masing-masing akan menyediakan dana untuk pemilikan usaha maupun inventaris seperti kendaraan, mesin maupun rumah. Lalu secara bertahap nasabah membeli kepemilikan tersebut dari bank dalam jangka waktu tertentu, sehingga pada saat jatuh tempo, seluruh aset itu menjadi milik nasabah. Penerapan seperti ini akan mengakibatkan banyak pertanyaan dari publik diantaranya:1. Jika aset Musyarakah itu berupa aset (aktiva) tetap seperti rumah dan mobil, bolehkah nasabah sendiri yang menyewanya?2. Jika aset tetap itu milik bersama bank dan nasabah, sebagai syarik dalam musyarakah itu, apakah nasabah berhak menerima hasil juga dari penyewaan aset tersebut?Jawaban terhadap kedua pertanyaan itu adalah â€œya.â€ Masalahnya tinggal pencatatan dan akuntansi yang harus rapih, serta sikap akuntabilitas yang harus ditunjukkan lewat transparansi. Sebagai sebuah instrumen ekonomi, Musyarakah Mutanaqisah sudah diterapkan dalam berbagai bentuk, seperti IPO + buy back, sindikasi, modal ventura dll. Tapi dalam ekonomi biasa, ada hal yang membuat para pelaku ekonomi sering mengalami kerugian yang tak terduga. Yaitu bunga yang menjadi dasar perhitungan dihitung bersama waktu yang berjalan. Dalam Musyarakah Mutanaqisah, kepemilikan dilakukan bersama dan kerugian ditanggung bersama, sehingga apabila terjadi masalah ekonomi, semuanya ikut merasakan. Tidak seperti sekarang. Yang menangguk kesempatan untung besar-besaran, giliran rugi, semua orang kena krisis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'trebuchet ms'; font-size: 13px; line-height: 20px;"&gt;Wallahu a'lam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurul Amin Muthi&amp;nbsp;&amp;nbsp;bertanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih atas jawaban Bang Cecep. Terlepas dari apa yang dikemukakan Bang Cecep, saya cukup terkesan dengan kultum Ustaz Subhan. Terus terang, saya tidak mendengarkan dengan penuh konsentrasi saat beliau berkultum. Bukan karena saya tertidur atau meninggalkan forum, tetapi karena kebiasaan buruk saya yang suka menghayal.Saya berkhayal, seandainya musyarakah mutanaqisah disampaikan ke publik dengan bahasa yang mudah dicerna, tentu hal itu akan memudahkan orang seperti saya yang sangat ingin memiliki laptop, mobil, dan pergi haji. Saya berkhayal setinggi langit. Tetapi kemudian khayalan saya terhenti ketika teringat akan kerumitan birokrasi pengurusan sesuatu dengan pihak bank.Setelah membaca penjelasan Bang Cecep, saya menyadari bahwa segala program yang bagus ketika disampaikan (saat kultum) belum tentu sesederhana aplikasinya. Semoga umat Islam kian menyadari pentingnya penerapan syariat Islam dalam segala hal, termasuk urusan ke-bank-an. "Dan (sesungguhnya) Allah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba."Sekali lagi, terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cecep Makanul Hakim Menjawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang saya tahu, syariah itu mudah, tradisi kita yang bikin susah. Kalau kita ambil contoh nikahnya Rasulullah, semuanya simpel. Abis ngelamar, nikah. Ada kedua mempelai, wali, kedua saksi dan mahar. Lalu potong kambing, undang semua tetangga terdekat, makan bareng, umumkan bahwa fulan sudah menikah dengan fulanah. Selesai. Apa yang terjadi dengan ummat sekarang? Ada sederet urusan yang harus diselesaikan sebelum acara nikah. Ada uang belanja dan uang lainnya disamping mahar. Lalu biaya walimah yang puluhan bahkan ratusan juta. Ada adat injak telur, suapan bareng, melepas merpati....Di dunia perbankan hal yang sama juga terjadi. Bagi hasil dan jual beli "is very simple". Tradisi perbankan dan keuanganlah yang bikin itu susah. Nasabah harus siap dengan identitas diri, sejarah usaha, NPWP, jaminan dan tetek bengek lainnya. Penjelasan yang saya berikan di email kemarin memang ditujukan kepada anda-anda yang saya anggap pinter fiqih karena berasal dari pesantren, bahkan IAIN, yang saya anggap simbol kecemerlangan ilmu-ilmu syariah. Untuk konsumsi masyarakat luas, tentu bukan itu yang saya berikan. Karena masyarakat kita lebih mengerti teori keuangan dari dunia Barat, saya terpaksa menjelaskannya dalam bahasa mereka (IPO+buy back, venture capital, loan syndication dll), dengan kekhawatiran yang amat tinggi: mereka menyamakan Musyarkah Mutanaqisah dengan pinjaman berbunga sekian persen.... Soal terpedaya oleh ceramah, banyak jamaah saya di Masjid AlAzhar yang juga merasa tertipu oleh ceramah saya, ketika menjelaskan tentang ekonomi syariah. Dari ceramah itu, mereka merasa bahwa syariah itu mudah. Tapi ketika datang ke bank syariah atau asuransi syariah, kerumitan lah yang justru mereka dapatkan. Apa mau dikata, teori dengan praktek memang sering bersebrangan.... Tapi itu bukan satu-satunya faktor. Kondisi Indonesia seringkali jadi biang keladi orang2 tidak memperoleh pembiayaan dengan mudah, bahkan untuk membeli hal-hal yang kecil, seperti laptop, hanphone, atau umrah. Bahasa perbankan yang diungkapkan adalah risk profile nya disini tinggi. Akar dari persoalannya adalah kepastian hukum tidak jelas. kepastian hukum yang tidak jelas bisa-bisa membalik orang yang punya hak menjadi tidak berhak. Kalau sudah begini kondisinya, ini tanggung jawab siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-2531666315829247251?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/2531666315829247251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/diskusi-milis-masyarakat-mutanaqisah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2531666315829247251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2531666315829247251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/diskusi-milis-masyarakat-mutanaqisah.html' title='Dialog milis : &quot;Masyarakat Mutanaqisah&quot;'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-5925454103553316327</id><published>2009-12-14T01:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T02:16:42.307-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internet'/><title type='text'>Belantara web</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Oleh : Sirojudin Mursan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tren komunikasi memang dah berlangsung lama. Semenjak booming SMS beberapa tahun lalu, kini Facebook mulai menggeser posisi SMS. Bermodalkan Hp dengan harga terjangkau seorang bisa ber-Facebook-ria dimanapun berada.memperbaharui status. Men-tag gambar dan tulisan dimana saja kapan saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Kemudahan ini membuat sekat kehidupan antar masyarakat semakin&amp;nbsp;terbuka. Efek positifnya, seperti yang pernah dibilang teman saya, adanya saling pengertian antar masyarakat. Berburuk sangka dan asumsi2 prejudis dapat dihindarkan berkat komunikasi yang terbangun via medium ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tapi internet punya sistem yang disebut ‘jendela’. Ketika kita menklik satu link, kita masuk pada halaman web berbeda, atau masuk ke halaman berbeda di web yang sama. Memasuki wilayah lain dengan hanya mengklik link , sekali waktu&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=5925454103553316327" name="more"&gt;&lt;/a&gt; membuat kita lupa pada tujuan awal kita browsing. Apatah lagi saat web yang kita masuki berbeda dari web yang pertama kali kita tuju. Belum lagi jebakan-jebakan link web yang tanpa sadar melenakan pengunjung pada rencana awal ia surfing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Agar tak tersesat ada beberapa tips yang perlu diperhatikan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Biasakan      membawa note kecil disebelah. Notes ini sebagai guidance kita saat      surfing. Tulislah item dan web address yang akan kita kunjungi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Andai      membuka link, tetaplah berkonsentrasi pada web awal yang kita buka. Link      yang kita buka berikutnya angap saja sebagai ‘penjelasan’ terhadap web      yang kita buka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="color: black; line-height: normal; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: list .5in;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Tetaplah      fokus pada web utama tujuan kita surfing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Sering saya mendengar cerita surfer pemula yang tersesat di belantara web. Setiap kali browsing tak pernah fokus, selalu saja berputar-putar kemana-mana. Seakan ‘dipaksa’ memasuki halaman web lain yang tak diinginkan, terus semakin jauh semakin jauh. Sampai akhirnya tersesat. Lost on the junggle.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;Agar tak tersesat pada jebakan link web, beberapa tips diatas bisa dipertimbangkan.&amp;nbsp;Tersesat di web memang tidak membuat kita kebingungan dan sesak napas. Tapi setidaknya sudah banyak membuang waktu kita dan membuat surfing kita sia-sia, tanpa ada hasil yang kita dapat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;pernah diposting ke :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;a href="http://teknologi.kompasiana.com/2009/11/09/belantara-web/"&gt;&lt;span style="color: #667b04;"&gt;http://teknologi.kompasiana.com/2009/11/09/belantara-web/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;s.co&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-5925454103553316327?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/5925454103553316327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/belantara-web_14.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/5925454103553316327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/5925454103553316327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/belantara-web_14.html' title='Belantara web'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6965236537615990086</id><published>2009-12-12T23:29:00.001-08:00</published><updated>2009-12-12T23:29:59.239-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidikan'/><title type='text'>Haruskah UN dipertahankan ?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SySXUm8YpYI/AAAAAAAAAFs/RkfjLW3nuYs/s1600-h/wijayalabs.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SySXUm8YpYI/AAAAAAAAAFs/RkfjLW3nuYs/s200/wijayalabs.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Setelah mahkamah agung memutuskan bahwa UN ditolak kasasinya, seharusnya membuat pemerintah dalam hal ini depdiknas tidak perlu mengajukan peninjauan kembali (PK). Sebaiknya, langkah konkrit yang dilakukan oleh depdiknas adalah melakukan dialog dengan para pakar pendidikan mencari solusi dari permasalahan UN yang ada sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menerima keputusan MA, membuktikan bahwa depdiknas tidak mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Itu artinya sama saja depdiknas tak lagi mendengar aspirasi dari semua stakeholder yang telah dimintai pendapatnya oleh pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekaranglah saatnya depdiknas melakukan musyawarah untuk mencapai mufakat, mengundang para pakar pendidikan, baik dibidang perencanaan kurikulum, pakar pembelajaran, dan pakar evaluasi pembelajaran sehingga ditemukan titik temu yang menyenangkan semua pihak. Jangan korbankan lagi peserta didik kita, dan jangan ada lagi “transaksi” pendidikan di negeri ini. Perlu juga dibaca di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya depdiknas mau mendengar dan tidak lagi mencari bukti agar UN tetap dipertahankan sistemnya seperti sekarang ini. Bila hal itu terus dipertahankan UN akan menuai kontra kembali yang akan bermuara ketidakpercayaan masyarakat kepada sistem pendidikan di tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila pemerintah ingin mempertahankan UN, sebaiknya pemerintah memperbaiki beberapa hal:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas guru yang belum merata, masih banyak guru yang belum profesional di bidangnya.&lt;br /&gt;Sarana prasarana yang belum semua terstandar secara standard sarana prasarana.&lt;br /&gt;akses informasi yang belum semua sekolah bisa terhubung ke internet, sehingga bisa mendapatkan informasi secara cepat dan murah.&amp;nbsp;Ketiga hal tersebut memang tidak bisa dilakukan secara serempak, oleh karenanya &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;ujian nasional yang sekarang ini dilaksanakan sangatlah tidak memenuhi azas keadilan, sebab daerah-daerah yang tak memiliki kualitas guru yang berkualitas, sarana prasarana yang memadai dan keterbatasan akses informasi akan mengalami ketidakadilan. Coba saja anda bandingkan siswa di Jakarta diadu dengan siswa di papua yang sudah jelas ketiga hal diatas sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita baca kolom opini  koran kompas cetak hari ini, Selasa, 1 Desember 2009 yang ditulis oleh pakar pendidikan Darmaningtyas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, para penolak UN berharap agar pemerintah legowo terhadap keputusan MA dan segera melaksanakannya dengan tidak perlu menggelar UN lagi. Apalagi, UN 2010 amat problematik dan cenderung menciptakan beban baru pada murid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematik pertama adalah dimajukanya jadwal UN dari bulan April menjadi Maret. Pemajuan jadwal UN itu memberi konsekuensi pada proses pembelajaran yang serba tergesa, baik guru maupun murid dipaksa untuk menyelesaikan materi pelajaran maksimal awal Maret. Ketergesaan ini pasti hasilnya kurang baik, selain murid dan guru sama-sama stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, tak ada koordinasi antara pemimpin perguruan tinggi (PT) dengan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam menyusun jadwal UN dan ujian masuk ke PT secara mandiri. Yang terjadi adalah ujian masuk ke UI, misalnya, terjadi sehari sebelum UN dan ujian masuk UGM sehari setelah UN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan model soal yang berbeda antara UN dan ujian masuk PT, dapat dibayangkan tingkat stres murid kelas III SMTA yang dalam waktu bersamaan harus menyiapkan diri untuk ikut UN dan seleksi masuk ke PT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para murid jelas mengalami dilema tentang apa yang harus dipelajari. Bila konsentrasi ke UN terlebih dulu, bisa lulus UN tetapi belum tentu dapat mengerjakan soal ujian masuk PT. Sebaliknya, bila konsentrasi pada ujian masuk ke PT favorit, belum tentu lulus UN. Anak betul-betul menjadi korban dari keegoisan para penentu kebijakan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematik ketiga adalah ada UN ulangan yang akan dilaksanakan satu bulan setelah UN utama selesai atau sepekan setelah hasil UN utama diumumkan. Masa jeda yang panjang membuat murid bermalas-malasan belajar lagi, kecuali selama masa jeda masih ada pelajaran; sehingga UN ulangan hanya akan menjadi formalitas, tidak memiliki bobot akademik. Potensi manipulasi kelulusan pada UN ulangan akan jauh lebih tinggi dari UN utama, karena inilah upaya penyelamatan sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, buruknya penyusunan kalender pendidikan. UN dan pengumuman dimajukan, tetapi bila tes masuk perguruan tinggi serentak (SMNPTN) tidak maju; demikian pula proses penerimaan murid baru di jenjang sekolah yang lebih tinggi tidak dimajukan, sia-sia saja pemajuan jadwal UN itu, karena banyak sisa waktu murid kelas VI SD dan kelas III SMP-SMTA terbuang percuma antara setelah mengikuti UN sampai dengan penerimaan murid/mahasiswa baru. Pemajuan jadwal UN sepertinya tanpa konsep yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problematik kelima adalah kualitas hasil UN masih dipertanyakan, tetapi sudah dirancang akan menjadi pedoman untuk penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN). Seandainya saya pimpinan PTN, pasti menolak rencana itu karena kredibilitas UN sebagai pedoman kualitas pendidikan masih dipertanyakan. Bila para guru mata pelajaran yang di-UN-kan selalu heran dengan hasil UN muridnya yang melebihi kemampuan sehari-hari, bagaimana kredibilitas UN dapat dipertanggungjawabkan? Perguruan tinggi kelak tertipu saat kualitas mahasiswa yang mereka terima berdasarkan nilai UN ternyata tidak sebanding dengan tingginya nilai UN mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kita baca berita yang berseberangan dengan pemikiran Darmaningtyas di Tempo interaktif edisi Sabtu, 28 November 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Standar Nasional Pendidikan menyatakan penyelenggaraan Ujian Nasional pasca putusan Mahkamah Konstitusi tidak melanggar hukum karena sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Justru melanggar hukum kalau tidak dilaksanakan,” kata Ketua Badan Mungin Eddy Wibowo saat dihubungi, Sabtu (28/11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungin belum memperoleh salinan putusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi Ujian Nasional. Namun, berdasarkan salinan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada 6 Desember 2007, tidak disebutkan bahwa Ujian Nasional tidak boleh diselenggarakan. Pemerintah diminta memperbaiki kualitas guru, sarana dan prasarana, serta akses informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbaikan kualitas guru, sarana prasarana, dan akses informasi tidak dapat dilakukan secara serempak dan sekaligus. Perbaikan itu dilakukan terus menerus setiap tahun dan selalu disempurnakan. Untuk itu, Ujian Nasional tetap akan diselenggarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Mahkamah Agung menolak kasasi yang diajukan pemerintah atas kasus ujian nasional. Rencananya, pemerintah akan mengajukan Peninjauan Kembali atas kasus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungin menambahkan dalam putusan pengadilan tidak disebutkan agar Ujian Nasional tidak diselenggarakan. Menurut dia, dihentikannya Ujian Nasional hanya persepsi sekolompok kecil masyarakan yang memang tidak setuju diadakan ujian. “Yang menggugat itu kan yang anaknya tidak mampu mengikuti ujian nasional,” kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pendapat kedua pakar pendidikan tersebut, saya melihat ada sebuah pemikiran yang berbeda dan ini harus ditemukan dalam dialog agar dapat diselesaikan solusinya. Tidaklah benar bahwa yang menggugat UN itu adalah para orang tua yang tidak mampu mengikuti UN, tetapi semua orang Indonesia yang peduli dengan dunia pendidikan pastilah ingin mencari keadilan. Jangan jadikan anak didik menjadi korban UN dari kebijakan pemerintah yang ternyata salah dan merugikan. Pemerintah harus mampu mendengar dan tidak memaksakan kehendaknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya UN dievaluasi kembali dan marilah kita sama-sama duduk satu meja mencari solusi terbaik sebab bagaimanapun semua itu akan bisa terpecahkan dengan cara dialog. Saya yakin, mendiknas yang baru bapak Prof. Muhammad Nuh adalah orang yang arif dan bijaksana dalam memutuskan hal ini. Dalam pelaksanaan UN nampaknya ada proses komunikasi yang tak sampai kepada pejabat BSNP dan mereka-mereka yang berkepentingan dalam melaksanakan UN. Perlu komunikasi terus menerus antar para pakar pendidikan sehingga permasalahan UN dipahami dengan benar dan bukan sepotong-sepotong. Melihat permasalahan UN secara sistemik dan holistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ternyata dari hasil dialog para pakar itu lebih banyak diketemukan mudharat UN daripada manfaatnya, masihkah UN dipertahankan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Blogger Persahabatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Omjay&lt;br /&gt;Komunitas blogger Bekasi (bloggerbekasi.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://wijayalabs.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6965236537615990086?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6965236537615990086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/haruskah-un-dipertahankan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6965236537615990086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6965236537615990086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/haruskah-un-dipertahankan.html' title='Haruskah UN dipertahankan ?'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SySXUm8YpYI/AAAAAAAAAFs/RkfjLW3nuYs/s72-c/wijayalabs.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-8276859655619658246</id><published>2009-12-11T04:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T04:38:53.985-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>KH. A. Tajuddin Marzuki; Tokoh Representatif Generasi Kedua Attaqwa</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="-webkit-border-horizontal-spacing: 2px; -webkit-border-vertical-spacing: 2px; font-family: 'Lucida Sans', Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh : Irhamni Rofiun&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tanda-tanda dicabutnya ilmu oleh Allah SWT adalah perginya para ulama. Sudah banyak ulama yang telah pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Salah satunya adalah seorang tokoh masyarakat Oejoeng Malang (sekarang menjadi Ujungharapan) yang disegani sekaligus representatif generasi kedua Attaqwa. Beliau adalah KH. A. Tajuddin Marzuki seorang sosok suami dari &amp;nbsp;Hj. Maqbulah H. Mahmud dan seorang&amp;nbsp; panutan dari ke delapan anaknya,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;banyak sekali kenangan penulis dari KH. A. Tajuddin Marzuki bukan karena beliau adalah baba gede atau paman penulis tapi memang beliau pantas disebut sebagai ulama yang handal, diantaranya adalah ketika penulis dilahirkan beliau adalah yang memberikan sebuah nama yang berbentuk doa, Irhamni. Diceritakan pada waktu penulis dilahirkan kakek dari bapak penulis tidak hadir pada momen yang berbahagia itu. Begitulah cerita unik dan berkesan dari beliau mudah-mudahan penulis bisa meneruskan estafet perjuangannya dengan mengingat kembali tujuan niat belajar ke mesir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Penulis terus mencari data dan meneliti biografi serta profil singkat beliau dari seorang anak perempuannya Hj. Athiyah Tajuddin dan dari catatan otobiografi singkat KH. A. Tajuddin Marzuki yang ditulis oleh H. A. Zubair &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Murikh yang juga telah wafat, kemudian penulis langsung merangkum dan menulis ulang serta sedikit merubah catatan mereka tanpa maksud dan tujuan tertentu. Berikut ini biografi singkat KH. A. Tajuddin Marzuki dari lahir sampai menghadap Allah untuk selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;&lt;strong&gt;Masa Kanak-Kanak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;KH. A. Tajuddin Marzuki lahir 59 tahun yang lalu,tepatnya 1941, di Kampung Lor, sebuah dusun yang terletak di belahan utara Desa Bahagia Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Ayahnya bernama H. Marzuki Anwar yang memiliki garis keturunan ulama meskipun orang lebih mengenalnya sebagai lurah Ojoeng malang yang semasa hidupnya sangat perduli dengan keadaan masyarakat desa yang dipimpinnya.Ibunya bernama HJ. Siti Maryamah, seorang perempuan desa yang dalam banyak hal selalu sederhana tetapi memiliki kharisma kuat baik di mata anak-anaknya maupun di mata orang lain. Seandainya kemudian KH. A. Tajuddin Marzuki menjadi pribadi yang dihormati dan disegani di masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua orang tua yang melahirkannya itu sangat membekas. Dari ayahnya yang masih saudara sekandung dengan KH. Noer Alie,&amp;nbsp; KH. A. Tajuddin Marzuki mewarisi jiwa kepemimpinan dan pendidik. Sedangkan dari ibunya yang berasal dari Pondok Soga, sebuah kampung di pesisir pantai utara laut Jawa, KH. A. Tajuddin Marzuki mewarisi keteguhan dan ketegasan sikap. Pribadi-pribadi inilah yang menghantarkannya ke Pondok Pesantren Attaqwa di mana dalam usia yang masih sangat muda, KH. A. Tajuddin Marzuki sudah dipercayakan oleh KH. Noer Alie (KH. Noer Alie telah resmi menjadi Pahlawan Nasional Indonesia) memimpin lembaga pendidikan putri Al-Baqiyatus Sholihat yang sekarang berganti nama Ponpes Attaqwa Putri. Umumnya anak-anak desa, dunia tempat KH. A. Tajuddin Marzuki menghabiskan masa kecilnya tidak jauh dari lingkungan keluarga. Pagi mengaji kepada guru-guru terdekat, siang membantu orang tua di sawah sambil menggembala kerbau, dan malam harinya mengaji lagi di rumah. Kadang-kadang, beliau juga disuruh menumbuk padi di lumbung – suatu pekerjaan yang biasa dilakukan anak perempuan. Maklum, beliau anak pertama, dan seperti diakuinya, anak pertama adalah contoh sekaligus tumbal dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Meskipun demikian KH. A. Tajuddin Marzuki tidak kehilangan masa kecilnya yang paling indah. Hidup dalam keluarga yang mempunyai aturan ketat tidak membuatnya tersisih dari pergaulan. Diwaktu-waktu tertentu beliau sempatkan diri bermain ‘benteng’ dengan anak laki-laki dan anak perempuan tetangga, atau mandi di sungai bersama teman-teman sebaya sampai menjelang petang. Resiko kalau ketahuan memang bisa diobong di kandang kerbau hingga seluruh badan bau asap. Tetapi beliau tidak pernah mengeluhkan hukuman yang pernah diterimanya. Malah dari kekerasan hidup yang dialaminya beliau bisa belajar bagaimana berkelakar. Selama ini, selain dikenal sebagai orang serius, beliau juga dikenal sebagai humoris sejati. Kemampuannya berkelakar hampir mendekati budayawan Mahbub Djunaidi atau Jaya Suprana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Terusirnya penjajah Belanda dari bumi Pertiwi pada tahun 1949 memberi kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk membangun dirinya sendiri. Pendidikan yang sebelumnya menjadi monopoli anak-anak pejabat pemerintahan Hindia Belanda kemudian diambil alih pengelolaannya oleh kalangan pribumi, sehingga bangsa Indonesia yang sangat terbelakang berkesempatan membangun diri melalui pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Upaya membangun diri melalui pendidikan juga tampak semarak di kampung Oejoeng Malang. KH. Noer Alie yang baru saja kembali dari medan pertempuran merasa perlu mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk melanjutkan kembali kegiatan-kegiatan pendidikan yang pernah dirintis sebelumnya. Ditengah-tengah kesibukannya pula sebagai Ketua Dewan Pemerintahan Kabupaten Bekasi dan sebagai anggota konstituante KH. Noer Ali dan kawan-kawan telah berhasil membangun enam buah Madrasah Ibtidaiyah (Sekolah Rakyat Islam, SRI) dan sebuah masjid berdaya tampung 2500 orang jamaah. Hingga tahun 1956 telah banyak putra-putra Oejoeng Malang yang memenuhi panggilan belajar. Sebagian ada yang bersekolah di SRI Oejoeng Malang, dan sebagian lagi bersekolah di Pesantren Bahagia Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Pada waktu itu agak sulit mencari putra-putra terbaik Oejoeng Malang yang bisa dikader. Mereka yang dulunya pernah mengenyam pendidikan formal jarang yang mau melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena faktor-faktor finansial atau sudah keburu menikah. Pilihan sudah pasti jatuh kepada mereka yang masih punya kemauan untuk belajar dan dukungan finansial. Kebetulan pada waktu itu banyak para pelajar Oejoeng Malang yang mondok di Pesantren Bahagia Bekasi pulang kampung karena sekolahnya bubar. Di antara mereka ada H. Ma’aly Syamsuddin, KH. A. Tajuddin Marzuki, dan beberapa yang lainnya. Setelah mengadakan musyawarah KH. Noer Alie dan kawan-kawannya akhirnya memutuskan untuk mengirim H. Ma’aly Syamsuddin dan KH. A. Tajuddin Marzuki ke Pondok Modern Gontor Ponorogo. Tugas kedua orang ini, selain menuntut ilmu, juga mencari pengalaman pendidikan di Gontor. KH. Noer Alie mencita-citakan tamatan Attaqwa nantinya tidak hanya mampu mengajar, akan tetapi juga mampu menyelenggarakan pendidikan dan membangun masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Dari kronologis di atas dapat diketahui bahwa jenjang pendidikan formal yang pernah ditempuh oleh KH. A. Tajuddin Marzuki hanya SRI (4 tahun) dan Kuliyatul Mu’alimin (6 tahun). Tak ada catatan lagi kalau kemudian beliau pernah meneruskan studi di perguruan tinggu atau yang lainnya, dan ini dibuktikan dengan namanya yang polos tanpa titel akademis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;&lt;strong&gt;Pengabdian di Dunia Pendidikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Sepulang dari menuntut ilmu di Pondok Modern gontor KH. A. Tajuddin Marzuki langsung diserahi mengurus lembaga pendidikan Al-Baqiyatus Sholihat. Sedangkan rekan seperjalanannya H. Ma’aly Syamsuddin diserahi mengurus Madrasah Menengah Attaqwa (MMA). Baik Al-Baqiyatus Sholihat maupun MMA merupakan terapan pengalaman yang diperolehnya dari Pondok Modern Gontor. Lama pendidikan di kedua lembaga ini 6 tahun, sama seperti yang diterapkan di Gontor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Beberapa tahun berselang terjadi pergantian pimpinan secara mendadak di Al-Baqiyatus Sholihat. HJ. Sholihah Noer, putri kedua KH. Noer Alie, diamanatkan untuk meneruskan pengembangan lembaga ini (saat ini Pimpinan Ponpes Attaqwa Puteri dipegang oleh puteri ketiga KH. Noer Ali, Hj. Atiqoh Noer, MA). Sedangkan KH. A. Tajuddin Marzuki ditarik menjadi Kepala Sekolah MMA (sekarang MMA diubah menjadi Madrasah Aliyah dengan Pimpinan Ponpes Attaqwa Putra, KH. Nurul Anwar, Lc. Dan Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Ust. H. Ahmad Masilla Iskan, Lc.)untuk mengisi kekosongan pimpinan karena H. Ma’aly Syamsuddin resmi terpilih menjadi Kepala Desa Bahagia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Sebagai pendidik sejati tidak ada yang bisa dilakukan KH. A. Tajuddin Marzuki kecuali menerima tugas itu sebagai amanah yang lebih besar dari yang pernah dijalankannya. Dan ternyata di MMA inilah KH. A. Tajuddin Marzuki menemukan peran yang sebenarnya sebagai tenaga pendidik. Mengajar, baginya, tidak semata-mata berdiri di muka kelas sambil menerangkan pelajaran. Pada waktu-waktu tertentu mengajar juga harus dibarengi dengan pemantauan kegiatan para santri dalam memahami dan menerapkan pelajaran yang diterimanya. Sebab, pada prinsipnya, tujuan dasar pendidikan adalah terbentuknya kepribadian anak didik di atas pilar-pilar kebenaran. Anak didik harus dibiasakan menerima kebenaran walaupun pahit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Pada kenyataannya memang alumni Attaqwa yang sekarang sudah jadi ‘orang’ adalah mereka yang dahulunya ‘kenyang’ dihukum KH. A. Tajuddin Marzuki. Tidak kurang dari H. Asmawi yang buka kartu. Dulu sewaktu masih mondok di Attaqwa dia adalah langganan hukuman KH. A. Tajuddin Marzuki. Sekarang dia sudah menjadi pengusaha dan tokoh yang disegani. Demikian pula mereka yang sekarang telah menjadi ulama, cendikiawan, pejabat pemerintah, kepala sekolah dan lain sebagainya, blak-blakan mengakui tanpa ketegasan yang diperlihatkan oleh KH. A. Tajuddin Marzuki mereka belum tentu jadi orang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Terlepas dari kisah suka dan duka alumni Attaqwa, yang jelas KH. A. Tajuddin Marzuki adalah seorang pendidik sejati yang berhasil melahirkan kader-kader yang ulet dalam memperjuangkan kemajuan umat. Beliau tetap istiqomah dengan tugas-tugas kependidikannya hingga akhir hayatnya. Jabatan terakhir yang dipegangnya di Yayasan Attaqwa adalah Wakil Ketua Yayasan Attaqwa, Wakil Ketua I Dewan Masjid Attaqwa, dan Ketua Pembangunan Yayasan Attaqwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;&lt;strong&gt;Pengabdian di Dunia Politik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Sebagai manusia biasa yang dibesarkan oleh lingkungan keluarga pejuang KH. A. Tajuddin Marzuki punya bakat-bakat politik. Setidaknya, kalau para orang tua terdahulu berpolitik dengan mengangkat senjata melawan penjajah Belanda, maka KH. A. Tajuddin Marzuki berpolitik melalui kalam dan kata-kata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Kiprahnya di panggung politik dimulai pada tahun 1965 ketika Jakarta dilanda gelombang demonstrasi menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI). Bersama beberapa temannnya beliau ambil bagian dalam demonstrasi itu, dan merupakan salah seorang saksi mata ketika pahlawan Ampera Ichwan Ridwan Rais tertembak di bagian dadanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Pada waktu PKI dan ormas-ormasnya dibubarkan KH. A. Tajuddin dan kawan-kawan yang tergabung dalam Pelajar Islam indonesia (PII) Cabang Oejoeng Malang mendapat tugas untuk melakukan pengganyangan sisa-sisa PKI di kecamatan Babelan. Dalam kegiatan pengganyangan itu KH. A. Tajuddin Marzuki sempat terlibat kontak fisik dengan orang-orang PKI di kampung Tambun dan Buni Bakti. Ikut dalam tugas tersebut diantaranya H. Abdullah santri senior Attaqwa asal karang Tengah dan Alm. H. A. Rofi’ie AR adik kelasnya sewaktu di Gontor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, mungkin istilah inilah yang mengilhami anak beliau H. Syamsul Falah, Msc. Sebagai Ketua DPRD Kab. Bekasi Untuk mengikuti jejak beliau berkarir di bidang politik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;&lt;strong&gt;Pengabdian di Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Masyarakat, bagi guru-guru senior Attaqwa, adalah tempat pengembangan ilmu sekaligus medan da’wah yang tidak boleh ditinggalkan. Ini sesuai dengan himmah dan harapan KH. Noer Alie yang menghendaki kader-kader Attaqwa lebih mengutamakan urusan masyarakat ketimbang urusan benda mati. Oleh karena itu, hampir di setiap dada kader Attaqwa tertanam semangat pengabdian kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Bagi penerus seperti KH. A. Tajuddin Marzuki, pengabdian kepada masyarakat adalah panggilan suci di samping mendidik santri-santri Attaqwa. Beliau tidak ingin namanya hanya tercantum sebagai Wakil Ketua I Dewan Masjid Attaqwa, beliau tidak mau di usia lanjutnya hanya berpangku tangan. Dalam setiap perayaan hari besar Islam, besar maupun kecil, dekat maupun jauh beliau menyempatkan diri untuk hadir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Para pengurus Yayasan Attaqwa Cabang juga sering berkonsultasi dengan beliau bila berurusan dengan masyarakat. Reputasinya dalam mengurus masalah Yayasan Attaqwa Cabang memang patut diacungkan jempol. Banyak Yayasan Attaqwa Cabang yang semula ingin melepaskan diri dari Pusat mengurungkan niatnya karena keder berhadapan dengan KH. A. Tajuddin Marzuki.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Di Pusat sendiri beliau adalah konsultan khusus KH. Moh. Amin Noer, Lc. Ketua Yayasan Attaqwa Pusat ini selalu berkonsultasi dengan beliau hampir di semua urusan, mulai dari urusan Yayasan hingga urusan pribadi. Tepat benar kedudukan beliau sebagai Wakil Ketua di Yayasan Attaqwa Pusat. Alm. KH. Noer Alie rupanya ingin memberi peran khusus yang nilai pahala dan kemuliannya sama dengan sang ketua. Perannya bukan saja sebagai kedua anak yang dulunya hidup bertetangga, tetapi ketika dewasa dan tua mereka juga harus bahu membahu melanjutkan misi perjuangan Yayasan Attaqwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Jalan Guru&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Jum’at, 9 juni 2000, pukul 08.45, di Ruang Mawar Rumah Sakit Mekarsari. Ditemani oleh istri tercintanya Hj. Maqbulah H. Mahmud, beberapa orang anaknya, dan H. Jayadi murid sekaligus teman dekatnya, KH. A. Tajuddin Marzuki menghembuskan napas terakhir dengan tenang dalam usia 59 tahun. Lewat komunikasi berantai berita duka cita pun dikirim ke seluruh pelosok Bekasi, Jakarta, Bogor, Karawang, Subang, Tangerang, hingga ke Kuala Lumpur dan Cairo. Seiring dengan itu, ditempat kelahirannya dan di majlis-majlis ta’lim yang dipimpinnya berita duka cita disebarluaskan lewat pengeras suara. Radio Attaqwa yang pada saat yang sama sedang cuti mingguan juga turut menyebarluaskan berita dengan menyajikan acara khusus pembacaan Surah Yasin selama 12 jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Hanya dalam satu jam berita yang dikirim telah rata menyebar. Dari pelayat yang datang ke rumah duka di Jl. KH. Noer Alie No. 7 Ujungharapan, tampak para alim ulama dari berbagai daerah,cendikiawan, pejabat pemerintah sipil maupun militer, anggota DPRD Bekasi, tokoh-tokoh masyarakat , pegawai sipil, pengurus partai, alumni Attaqwa dari semua angkatan, guru-guru Attaqwa, santri putra dan putri Attaqwa, dan masyarakat umum. Mereka semua merasa kehilangan – kehilangan seorang figur yang telah sekian lama mengabdi di dunia pendidikan dan kemasyarakatan, kehilangan seorang tokoh yang istiqomah dalam setiap langkahnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Demikianlah biografi singkat KH. A. Tajuddin Marzuki sebagai figur keluarga dan masyarakat Oejoeng Malang, mudah-mudahan kita semua yang telah membaca tulisan ini bisa mengambil sebuah pengalaman yang suci dari beliau. Sekian..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 15px; margin-top: 10px;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;http://www.ikpmamesir.com (komunitas keluarga Attaqwa-Cairo)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-8276859655619658246?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/8276859655619658246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kh-tajuddin-marzuki-tokoh-representatif.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/8276859655619658246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/8276859655619658246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kh-tajuddin-marzuki-tokoh-representatif.html' title='KH. A. Tajuddin Marzuki; Tokoh Representatif Generasi Kedua Attaqwa'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-4960784226184424008</id><published>2009-12-11T04:03:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T04:04:45.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Negeri 5 Menara (Kisah sukses santri)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyI0-0RpI7I/AAAAAAAAAFk/tMQ2-1Egcdo/s1600-h/Negeri+5+Menara.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyI0-0RpI7I/AAAAAAAAAFk/tMQ2-1Egcdo/s200/Negeri+5+Menara.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;Oleh :&amp;nbsp;&lt;a href="http://nanangs.blogdetik.com/"&gt;Nanang Supriyatna&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;Membaca lembar demi lembar buku ini buat saya sama saja melihat kembali sebagian&amp;nbsp;dari perjalanan hidup saya. Novel ini merupakan kisah nyata dari seorang mantan&amp;nbsp;jurnalis bernama a. fuadi. Apa yang dialaminya dari mulai keputusannya untuk&amp;nbsp;mondok di pondok madani hingga akhirnya ia lulus dari pondok itu seolah&amp;nbsp;menyegarkan kembali ingatan saya akan kehidupan pondok pesantren 14 tahun lalu&amp;nbsp;yang saya alami selama 6 tahun, lebih lama dari pada yang fuadi alami yang&amp;nbsp;‘hanya’ 4tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang unik dari novel ‘negeri 5 menara’ ini, begitu pembaca pertama kali&amp;nbsp;membuka lembaran pertama dari buku ini dibalik hard cover depan dan belakang&amp;nbsp;pembaca akan disuguhi gambar denah dari pondok madani. Rupanya fuadi sadar bahwa&amp;nbsp;sebagian besar pembacanya belum tentu pernah mengalami kehidupan pondok. Perlu&amp;nbsp;sebuah visualisasi dalam bentuk denah agar imaginasi pembaca tidak liar dalam&amp;nbsp;menyelami kehidupan pesantren versinya fuadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Man jada wajada’ sebuah mahfuzhat atau pepatah arab (yang juga saya pelajari&amp;nbsp;diawal-awal nyantri) yang artinya Siapa yang bersungguh-sungguh ia akan dapat&amp;nbsp;adalah mantera sakti yang merubah kehidupan Alif selanjutnya sang tokoh utama&amp;nbsp;dalam buku ini. Kekuatan kata-kata inilah yang merubah kehidupan seorang anak&amp;nbsp;kampung hingga merambah dikehidupan di benua Amerika &amp;amp; Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini, seluk beluk kehidupan pesantren dengan pendidikannya yang&amp;nbsp;berlangsung 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, dikupas habis beserta&amp;nbsp;romantikanya. Disiplin yang ketat bak kuil shaolin, kehidupan yang sederhana,&amp;nbsp;jadwal padat yang diatur dengan lonceng, kyai yang jago bermain bola, semuanya&lt;br /&gt;dikupas habis di novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menyesal saya membeli buku ini, meski awalnya diniatkan untuk mengisi&amp;nbsp;waktu kosong selama bulan puasa kemarin tapi ternyata hanya 2 hari saja saya&amp;nbsp;menghabiskan waktu untuk membaca habis 416 halaman hal yang belum pernah saya&amp;nbsp;lakukan dalam membaca apapun termasuk novel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apresiasi yang luar biasa untuk a.fuadi yang awal karirnya dimulai dari jurnalis&amp;nbsp;bukan ustadz seperti kebanyakan alumni pesantren. Meski ada beberapa kisah yang&amp;nbsp;kental fiksinya seperti kisah kecerdasan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;bocah bernama Baso yang memiliki&amp;nbsp;photographic memory tetapi jika dibanding Lintang dalam kisah Laskar Pelang&amp;nbsp;kisah Baso ‘masih’ realistis. Nampaknya tinggal menunggu waktu saja kisah ini di&lt;br /&gt;filmkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Man jada wajada’ Siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses. Sudahkah kita&amp;nbsp;bersungguh-sungguh dalam bekerja dan belajar..? Selamat membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat saya novel ini wajib dibaca para santri Attaqwa. Kemana bisa menyumbang&amp;nbsp;buku bacaan ke perpustakaan pondok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source:&lt;br /&gt;&lt;a href="http://nanangs.blogdetik.com/2009/10/10/negeri-5-menara-kisah-sukses-santri/" style="color: #247cd4; text-decoration: none;"&gt;http://nanangs.blogdetik.com/2009/10/10/negeri-5-menara-kisah-sukses-santri/&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-4960784226184424008?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/4960784226184424008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/negeri-5-menara-kisah-sukses-santri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4960784226184424008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4960784226184424008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/negeri-5-menara-kisah-sukses-santri.html' title='Negeri 5 Menara (Kisah sukses santri)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyI0-0RpI7I/AAAAAAAAAFk/tMQ2-1Egcdo/s72-c/Negeri+5+Menara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-3717537003815389746</id><published>2009-12-10T15:55:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T15:56:03.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pengajian'/><title type='text'>ANTARA ABU BAKAR DAN KAUM MURTAD (catatan pengajian malem minggu)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Oleh : Nurul Amin Mu'thi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Q. S. Al-Maidah ayat 54-56:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui (54). Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat seraya tunduk (kepada Allah) (55). Dan barangsiapa menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, maka sungguh, pengikut (agama) Allah itulah yang menang (56)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Ayat ini diturunkan ketika Rasulullah masih hidup. Beliau merasa khawatir bila sepeninggalnya nanti, banyak kaum muslimin yang akan murtad atau keluar dari agama Islam. Akan tetapi, Allah mengatakan bahwa Rasulullah tidak usah pesimis. Allah akan mengganti suatu kaum yang lebih baik dari kaum yang telah murtad itu. Contohnya, jika di Indonesia banyak pengikut agama Islam yang keluar dari Islam dan mengikuti aliran-aliran yang tidak jelas, insya Allah, di negara-negara lainnya terdapat umat yang sangat setia kepada Islam bahkan semakin bertambah jumlah dan kecintaan mereka kepada agama dan ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada 11 golongan kaum murtad; 3 golongan muncul pada masa Rasulullah, 7 golongan muncul pada masa Abu Bakar, dan 1 golongan muncul pada zaman Umar.&lt;br /&gt;Ketiga golongan kaum murtad yang muncul pada masa Rasulullah adalah Banu Mudlij (?), Banu Hanifah (?), dan Banu Asad." &amp;nbsp;Banu Mudlij dipimpin oleh Zulhimar Al-Aswad, seorang dukun yang mengaku sebagai nabi. Di antaranya ajarannya adalah menjadikan himar sebagai dewa. Bahkan, air kencing himar dijadikannya sebagai minyak wangi. Bani Mudlij kemudian diperangi oleh Muaz bin Jabal atas perintah Rasulullah. Zulhimar Al-Aswad berhasil dibunuh oleh Fairuz Al-Dailami.&amp;nbsp;Banu Hanifah dipimpin oleh Musailamah Al-Kazzab, orang yang juga mengaku sebagai nabi. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar memerintahkan Khalid bin Walid untuk memeranginya. Turut bersama dalam pasukan Khalid adalah Wahsyi, orang yang semasa kafirnya telah membunuh paman Rasulullah, Hamzah. Wahsyi-lah yang kemudian berhasil membunuh Musailamah Al-Kazzab.&amp;nbsp;Banu Asad dipimpin oleh Tulaihah bin Khuwailid, orang yang juga mengaku sebagai nabi. Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar kembali mengutus Khalid bin Walid. Tulaihah pun melarikan diri ke Syam. Namun, pada masa Umar, Tulaihah masuk Islam dan ia menjadi seorang muslim yang sangat kuat dengan keislamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh golongan kaum murtad yang muncul pada masa Abu Bakar menjabat khalifah adalah Banu Uyainah, Ghatafan bin Salamah Al-Qusyairi, Banu Sulaim, Banu Yarmuk, Banu Baus Tamin (seorang wanita yang pernah menjadi istri Musailamah), Kaum Al-As-as, dan Banu Bakar bin Wail (?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun satu kelompok pada masa Umar adalah Jablah bin Al-Airun (?). Jablah adalah seorang pemarah. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Awalnya, ketika ia sedang tawaf, tanpa sengaja selendangnya terinjak. Jablak marah dan memukuli orang itu. Orang itu pun mengadu kepada Khalifah Umar. Umar memutuskan untuk menerapkan hukum qisas. Jablah menolak dan bersedia membayar berapa pun untuk mendapatkan maaf dari orang yang dipukulnya. Orang yang dipukul Jablah lebih menyetujui qisas dan menolak tawaran Jablah. Umar pun memberikan waktu kepada orang itu dan Jablah untuk berpikir dan berunding. Namun, Jablah kemudian kabur dan melarikan diri ke Rum. Tetapi kemudian ia kembali dan memeluk agama Islam secara sempurna dan kuat keimanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar, semasa menjabat sebagai khalifah, mempunyai andil yang sangat besar dalam menumpas kaum murtad. Pada masanya, ia disibukkan dengan urusan dalam negeri seperti menumpas kaum murtad dan kaum yang enggan membayar zakat. Oleh karena itu, ia tidak sempat melakukan ekspansi seperti yang dilakukan Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, setiap pemimpin akan menghadapi masa dan tantangan yang berbeda. Dalam konteks Indonesia, Soerkarno sebagai presiden pertama, sibuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam negeri. Sebagai presiden berikutnya, Soeharto mulai dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik. Maka seharusnya, pada masa SBY sekarang ini, kesejahteraan rakyat Indonesia dapat lebih ditingkatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar adalah pribadi yang lembut, tetapi keras jika sudah berkaitan dengan ajaran agama. â€œSiapa pun yang memisahkan salat dengan zakat akan saya bunuh! ucapnya suatu kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Imam Asysyaukani, pengarang Tafsir (Annawawi) ini, Abu Bakar memiliki kelebihan daripada sahabat-sahabat lainnya, termasuk Ali. Imam Asysyaukani yang berteologi Syiah Zaidiyah dan bermazhab fikih Syafii ini mengatakan bahwa keimanan Abu Bakar lebih sempurna dan jasanya lebih besar daripada sahabat lainnya. Pendapat ini berseberangan dengan pendapat Kaum Syiah yang mengatakan bahwa Abu Bakar adalah pengkhianat yang telah merebut tahta Ali pascawafatnya Rasulullah. Menurutnya Abu Bakar telah berjuang membela Islam saat Islam mulai muncul lalu berkembang; saat kondisi kaum muslim masih sangat lemah. Sedangkan sahabat lainnya beriman dan berjuang di saat Islam sudah mulai berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari siapakah sahabat yang paling mulia, kita jangan menjelek-jelekkan sahabat Rasulullah dan melebihkan yang satu daripada yang lain. Jangan kita mudah terpancing oleh isyu-isyu menyesatkan yang dapat mengadu domba kita sebagai sesama kaum muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, orang-orang sedang dihebohkan oleh prediksi akan terjadinya hari kiamat pada tahun 2012. Masyarakat pun ketakutan. Kita sebagai orang Islam tidak usah takut. Hari kiamat itu urusan Allah. Kalau Allah mau mendatangkannya sekarang pun bisa saja, tidak perlu menunggu tahun 2012. Urusan mati mah sama saja, mau mati saat kiamat, saat gempa, saat tabrakan, atau saat sakit di pembaringan. Yang terpenting adalah kita memikirkan apakah bekal kita untuk menghadap Allah nanti sudah banyak atau belum. Ayo, kita perbanyak ibadah kepada Allah. Biarlah kita mati kapan saja. Biarlah kiamat datang kapan saja. Yang terpenting, mari kita persiapkan bekal kita untuk menghadap Allah di akhirat nanti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-3717537003815389746?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/3717537003815389746/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/antara-abu-bakar-dan-kaum-murtad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3717537003815389746'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/3717537003815389746'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/antara-abu-bakar-dan-kaum-murtad.html' title='ANTARA ABU BAKAR DAN KAUM MURTAD (catatan pengajian malem minggu)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-4472835695512983355</id><published>2009-12-10T15:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T15:42:07.284-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuliner Bekasi'/><title type='text'>Dahsyatnya toge goreng Babelan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Oleh : Nurul Amin Mu'thi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Kamis, 1 Oktober 2009, pukul 16.00 WIB, aku pulang dari kantor. Tidak langsung ke rumah, aku menuju rumah Ustaz Abdul Munif di dekat kantor Kecamatan Babelan. Ustaz Abdul Munif adalah alumni Attaqwa lulusan satu tahun di atas Ustaz Sire. Ia seperiode dengan master utak-atik komputer asal Rawaroko, M. Yamin. Ustaz Munif, begitu ia biasa saya sapa, adalah tenaga pengajar di MI Attaqwa 15 dan MTS Attaqwa 03 Babelan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyGGSDQBYeI/AAAAAAAAAFc/cf8XFDfMLCA/s1600-h/togegoreng3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyGGSDQBYeI/AAAAAAAAAFc/cf8XFDfMLCA/s200/togegoreng3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;"Teknik korelasinya gimana?" tanya Ustaz Munif di telepon.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;"Kalau datanya berdistribusi normal, pakai korelasi product moment! Tapi kalau tidak normal, pakai teknik korelasi rank spearman!" jawabku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;"Kalau chi square dan uji z-nya?" tanyanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Merasa sulit menjelaskan via telepon. kami janjian ketemu di rumahnya. Meskipun lelah, aku tetap menarik gas win-ku ke rumahnya. Sesampainya aku di rumahnya, aku langsung duduk-duduk santai di balai bambu di bawah pohon petai yang sedang berpendul. Rupanya, Ustaz Munif sudah membaca kelelahan di wajahku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Sepuluh menit kemudian, ia membawakan sesuatu berbungkus daun pisang yang diikat dengan tali dari &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;batang pohon pisang. Setelah menyiapkan piring, sendok, garpu, kerupuk kaleng, dan jus alpukat, ia menuang isi bungkusan itu.&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;"Ini namanya toge goreng babelan. Makanan ini sudah terkenal. Kalau hari Sabtu dan Minggu, banyak pembeli dari Jatinegara, Tanahabang, dan Tanjung Priok," katanya menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Aku tak tertarik. Taoge ya taoge, pikirku. Sudah begitu, kulihat bumbunya hitam sekali. Aku hanya asyik menyeruput jus alpukat buatannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Lima menit berlalu. Kulihat wajah Ustaz Munif bermandi peluh. Mulutnya dipenuhi kerupuk yang telah direndam oleh kuah taoco dari toge tersebut. Air liurku mengaliri mulutku. Kucicipi sedikit. Sedikit lagi. Lagi. Lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Subhanallah...taoge goreng ini nikmat sekali. Rasa pedasnya menyelimuti seluruh relung dan rongga mulutku. Rasa manis menambah dahsyat rasanya. Belum lagi rasa kriuk-kriuk taogenya yang setengah matang. Rasa krupuk yang gurih melengkapi kenikmatannya. Tapi, oh....rupanya makanan ini dilengkapi tahu putih yang sangat lezat. Sempurnalah seluruh rasanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;"Kalau kemari, Yamin pasti mesen toge goreng ini," kata Ustaz Munif lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Mmh, ini makanan luar biasa. Baru kali ini saya memakannya. Makanan ini sudah lama terkenal di Babelan, tetapi baru kali ini saya mengetahuinya. Toge goreng babelan terletak sekitar 20 meter arah utara Polsek Babelan, di samping Alfamart. Harganya hanya Rp 6.000,00/porsi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;(Tapi, katanya, penjualnya cina keturunan. Semoga halal, ya?)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;Sumber photo :&amp;nbsp;&lt;a href="http://sexychef.files.wordpress.com/2007/07/togegoreng3.jpg"&gt;http://sexychef.files.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both; margin-bottom: 10px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-4472835695512983355?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/4472835695512983355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/dahsyatnya-toge-goreng-babelan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4472835695512983355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4472835695512983355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/dahsyatnya-toge-goreng-babelan.html' title='Dahsyatnya toge goreng Babelan'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyGGSDQBYeI/AAAAAAAAAFc/cf8XFDfMLCA/s72-c/togegoreng3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6459534838297877209</id><published>2009-12-09T23:57:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T00:01:41.720-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Diskusi Milis tentang Keynesians versus Neo-Classic</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Oleh &lt;a href="http://cecepmh.blogspot.com/"&gt;Cecep Maskanul Hakim&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Untuk mengerti ekonomi secara makro (negara) ada dua isu besar yang harus difahami dan bertolak belakang, yaitu inflasi dan keterpakaian sumber ekonomi (employment). Jika inflasi rendah maka pengangguran tinggi, dan sebaliknya apabila pengangguran rendah otomatis inflasi akan tinggi. Ada juga isu lain yang merupakan target makro sebuah pemerintah, seperti investasi, pendapatan negara (income, GNP)&amp;nbsp; dan ekspor-impor, tapi tidak relevan dengan paper yang saya forward&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyCqqhX-b1I/AAAAAAAAAFE/Ckgw4aAl1FQ/s1600-h/keynes.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyCqqhX-b1I/AAAAAAAAAFE/Ckgw4aAl1FQ/s200/keynes.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Melihat fenomena ini, para ekonom terbagi menjadi dua mazhab besar. Monetaris, yaitu penerus generasi Klasik, seperti Adam Smith, Ricardo, JB. Say, Walras dan lain-lain. Mazhab Monetaris sendiri dirujuk kepada Irving Fisher dan diteruskan oleh muridnya, Milton Friedman-yang dikenal sebagai "nabi" kaum monetaris, Franco Modigliani dan Samuelson. Kaum monetaris kini bereinkarnasi menjadi group yang disebut Neo-Klasik. Inti dari ajaran ini adalah bahwa dalam situasi penggunaan sumber ekonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;yang sudah terpakai semua (full-employment) maka yang paling efektif adalah kebijakan moneter. Gunakan semua instrumen moneter untuk mengendalikan ekonomi, seperti sukubunga (naik dan turun), suplai uang (ekspansif-kontraktif) dan yang paling anyar, nilai tukar mata uang (intervensi untuk menurunkan harga valas). Jaman Pakto 88 sampai 98 merupakan masa keemasan buat group monetaris di Indonesia dengan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;berkembangnya lembaga keuangan, terutama perbankan, sehingga untuk mengatur ekonomi, pemerintah cukup mengandalkan kebijakan moneter. Only money matter, semboyannya. (Ingat gebrakan Sumarlin I dan II yang menarik peredaran uang, sehingga sukubunga jadi meroket)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Mazhab kedua yang disebut Keynesian yang merujuk kepada John Maynard Keynes dan para penerusnya seperti Simon Kuznets, Philips (yang terkenal dengan kurva Philip-hubungan antara tingkat harga dan tenaga kerja), Lorenz (kurva pemerataan pendapatan) dan lain-lain, termasuk Stanley Fisher (utusan IMF yang datang ke Pemerintah zaman Habibi). Keynesian mengasumsikan situasi ekonomi tidak pernah full employment. Oleh karena itu kebijakan fiskal (belanja pemerintah dan pajak) merupakan kebijakan efektif. Misalnya untuk menekan inflasi, diperlukan pajak yang efektif agar masyarakat tidak mengkonsumsi barang dan jasa terlalu banyak. Akibatnya akan terjadi penurunan permintaan yang mendorong penurunan harga. Jika tingkat rata-rata harga menurun, maka dapat dikatakan inflasi telah turun. Contoh lain, jika pemerintah punya uang, untuk meningkatkan ketersediaan barang bagi masyarakat pemerintah dapat melakukan intervensi ke pasar dengan melakuan investasi dan belanja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Dengan beralihnya penekanan pemerintah kepada sektor perpajakan, kesan saya, Indonesia nampaknya kini berusaha mengikuti ajaran kaum Keynesian. Mungkin karena paradigma yang dipegang Prof. Dorodjatun memang lebih ke arah sana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Mana yang lebih cocok? Saat ini rekomendasi dari mazhab apapun (termasuk ada yang menyarankan mengikuti kebijakan pendapatan - income policy) tidak akan pernah cocok jika faktor non ekonominya tidak dibenahi seperti korupsi, kolusi dan nepotisme serta kestabilan politik. Dulu Widjojo Nitisastro and the gang bisa berhasil karena faktor politik distabilkan dengan tangan besi oleh Soeharto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Para ekonom Islam biasanya lebih berkiblat kepada Keynes, karena asumsi Keynes tentang "liquidity preference", bahwa masyarakat pada tingkat sukubunga yang sangat rendah sudah tidak perduli lagi pilihan dalam bentuk tunai atau aset keuangan, seperti saham dan deposito.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Untuk menambah pemahaman, ada satu buku bagus yang dapat dijadikan reference, mudah-mudahan bisa dicari: "History of Economic Theory and Method" karya Herbert Eckelund. Ada juga karangan Sadono Sukirno, "Makro ekonomi" terbitan UI Press, tapi sedikit saja yang membahas pemikiran di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;* Tanggapan Bang &lt;a href="http://www.asyaukanie.com/"&gt;Lutfi Asyaukanie&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Thanks a lot. Penjelasan Anda sangat bermanfaat. Memang, orang-orang seperti saya yang nggak well-equipped dengan economic matters kebingungan mendengar nama-nama mazhab itu. Kalau mazhab Syafii, Maliki, atau Hambali yang biasa ngurusin apakah nyentuh perempuan kalau lagi punya wudu batal atau tidak, kita sudah hapal di luar kepala. Sayangnya, mazhab-mazhab yang seperti ini nggak pernah bisa nyelesaian persoalan ekonomi. Jangankan ekonomi negara, ekonomi keluarga aja belum tentu bisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Saya kira, inflasi itu terjadi bukan cuma dalam bidang moneter saja. Tapi, dalam disiplin keilmuan islam yang semakin hari saya rasakan semakin perlu diintervensi agar nilainya bisa stabil lagi. Pilihannya kan cuma dua, mempelajari sesuatu yang nggak ada sangkut-pautnya dengan persoalan yang terjadi di sekeliling kita, atau membuangnya jauh-jauh. Persoalannya adalah, siapa yang akan berperan sebagai BI dalam masalah ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;* Jawaban bang &amp;nbsp;&lt;a href="http://cecepmh.blogspot.com/"&gt;Cecep Maskanul Hakim&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Saya setuju soal intervensi agar kajian Islam lebih semarak tanpa harus matchforming ke akar rumput. Dalam milis Islam Liberal saya sudah banyak bicara soal intervensi negara terhadap pengembangan sumber daya manusia. Kalau dilepas kepada pasar, saat ini terus terang aja, nggak bakal terkejar, karena saingannya udah terlalu berat. Saya lihat buku-buku Islam sekarang ini lebih cepat diterjemahkan di Malaysia ketimbang di tanah air. Para programmer di IBM kebanyakan dari India dan contoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Saya sendiri tidak terlalu setuju dengan "infant industry argument" (mengikut jargon dalam ekonomi pembangunan) bahwa sebuah industri harus diproteksi melalui kuota dan tariff untuk bisa besar dan bersaing dalam pasar. Tapi untuk SDM, kita memang harus melakukan "quantum leap" seperti yang dilakukan Rusia dalam mengejar ketertinggalannya dariBarat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: 10pt;"&gt;Syukurlah budget pendidikan nasional sekarang sudah ditingkatkan menjadi 25% walaupun baru sekedar usulan dalam APBN. Catatan saya, agar budget sebesar itu tidak jadi seperti Nigeria atau BPPT, banyak yang disekolahkan tapi tidak berdayaguna, istilah ujungmalangnya "boncos"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial, sans-serif; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;Sumber photo :&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: medium;"&gt;&lt;a href="http://www.auburn.edu/~garriro/keynes.jpg"&gt;http://www.auburn.edu/~garriro/keynes.jpg&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6459534838297877209?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6459534838297877209/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/diskusi-milis-tentang-keynesians-versus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6459534838297877209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6459534838297877209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/diskusi-milis-tentang-keynesians-versus.html' title='Diskusi Milis tentang Keynesians versus Neo-Classic'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SyCqqhX-b1I/AAAAAAAAAFE/Ckgw4aAl1FQ/s72-c/keynes.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6155324522220810329</id><published>2009-12-08T20:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T20:19:46.222-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Neo-Klasik di Pondok Kita</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Oleh Cecep Maskanul Hakim&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Sx8lPC6hbII/AAAAAAAAAE8/7Pm-eaGUk-Q/s1600-h/cecep.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Sx8lPC6hbII/AAAAAAAAAE8/7Pm-eaGUk-Q/s200/cecep.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;Waktu masih kuliah di fakultas ekonomi, saya menikmati perdebatan antara mazhab Klasik yang diwakili oleh Adam Smith, Ricardo, Mill, JB Say dan lain-lain dengan mazhab Keynesian yang dimotori  oleh Keynes, Philips, Kuznets, dan kawan-kawannya. Mazhab klasik yang memegang asumsi "penawaran (suplai) menciptakan permintaannya sendiri" terasa kedodoran berhadapan fakta empiris yag disodorkan para 'ksatria' Keynes berupa resesi dan hyperinflation yang  terjadi pada tahun 30an. Saat itu, suplai melimpah, tapi daya beli publik sangat rendah akibat dari inflasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;Tapi sukses para Keynesian hanya berlangsung lama. Beberapa waktu kemudian satu per satu ekonom mulai menunjukkan ketidaksetujuan dengan toeri intervensi pemerintahnya. Puncaknya pada terjadi  pada 1970an dimana fenomena spektakuler bernama "stagflation" tidak mampu dijawab oleh mereka. Stagflation adalah kondisi dimana ekonomi berada pada posisi stagnant (tidak terjadi pertumbuhan) dibarengi dengan inflasi. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Padahal menurut Keynesian, pertumbuhan  ekonomi akan selalu dibarengi dengan laju inflasi, dan sebaliknya. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan (demand pushed) atau meningkatnya biaya-biaya (cost-pushed). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Dalam situasi stagflasi, teori ini tidak berlaku. Dan intervensi pemerintah sebagaimana resep yang ditawarkan Keynesian bukanlah jurus yang jitu, karena bisa membuat situasi  jadi tambah parah. Mazhab klasik yang selama ini dianggap "underdog", lalu bangkit kembali jadi kekuatan alternatif, dan menghidupkan kembali teori2 lama dengan kemasan baru. Karenanya mereka sering dipanggil sebagai Neo-klasik. Samuelson, Modigliani dan Tobin  termasuk dalam kelompok ini. Sebagian dari mereka seperti Fisher dan Friedman muncul dengan teori2 keuangan canggih, yang karenanya disebut kaum monetaris. Karena demikian patuhnya para ilmuwan kepada toeri-teori itu, sampai-sampai Milton Friedman digelari  "nabi" kaum monetaris. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Jika anda mendengar kata "only money matter" yang populer di dunia bisnis, sebenarnya hal itu merupakan &lt;i&gt;jargon &lt;/i&gt;mereka yang merupakan hasil teoritisasi perubahan2 pada pasar riil dan tenaga kerja (employment) akibat perubahan kebijakan moneter. Menurut mereka, hanya uang (moneter) yang mampu mengubah keadaan inflasi atau sebaliknya, alias &lt;i&gt;only money matters. &lt;/i&gt;Maka jangan heran jika kaum monetaris bisa mendukung gengnya dari mazhab neo-klasik yang mengusulkan adanya &lt;i&gt;shock policy&lt;/i&gt; atau kebijakan mendadak. Di tanah air, mazhab ini dianut oleh Sumarlin dan kawan-kawannya yang sering disebut Mafia Barkeley. Maka tidak mengherankan ketika mereka menguasai Departemen Keuangan dan bank sentral, banyak kebijakan yang dikeluarkan  serba dadakan, seperti "Gebrakan Sumarlin" (penarikan uang, kontraksi moneter) dari perbankan, kenaikan harga minyak tiba-tiba, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Ketika terjadi crash di pasar modal Amerika pada 1985, krisis perbankan pada tahun 1988, dan serta krisis di belahan Asia pada tahun 1998, para ekonom ini ditantang oleh para  pendatang baru untuk membuktikan bahwa teori-teori mereka memang masih relevan. Diantara mereka adalah Paul Ormerod, penulis buku terkenal, The Death of Economics, yang mengklaim bahwa para ekonom yang mengatur ekonomi dunia melalui World Bank dan IMF adalah  penganut teori orthodox dan kuno, bahkan sudah mati, sehingga tidak mampu memperbaiki perekonomian dunia, dan malah memperparahnya. Dan pukulan paling telak datang dari mantan "orang dalam" sendiri, yaitu Stiglitz, dengan bukunya, "Globalization and its discontents".  Stiglitz berkesimpulan, sikap arogan ekonom di IMF yang memaksakan "rezim pasar bebas" sebagai prasyarat paket bantuan yang diberikanny mengakibatkan kehancuran yang tak terkendali pada negara yang dibantunya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;*****&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Entah mengapa tiba-tiba saya teringat dengan mazhab-mazhab ekonomi itu. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Mungkin karena seorang teman menyebut pondok tercinta sekarang dengan "tradisional." Ia sempat gerah melihat para santri sekarang berpakaian "ala habib", yaitu jubah putih dengan peci putih. Yang saya tahu, ia bukannya 'anti arab', tapi  menurutnya, penggunaan jubah bukan pada tempatnya justru akan menjadi antitesa terhadap makna yang dikandung oleh pakaian yang sering digunakan para haji itu. Bahkan bisa-bisa nama baik pondok jadi taruhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Teman kita ini,&amp;nbsp; ketika&amp;nbsp; mondok dulu,&amp;nbsp; terdidik dengan pakaian "sedikit moderen", yaitu baju putih biasa, kain dan peci hitam, untuk pakaian 'seragam formal santri", dan celana  hitam pengganti sarung, untuk pakaian sekolah. Jubah dan peci putih hanya digunakan mereka yang sudah melaksanakan ibadah haji.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Ia lalu mencoba mereka-reka sejarah mazhab pendidikan di pondok kita. Ketika berdiri tahun 1930an, saat Pak Kiai pulang dari Mekkah, mazhab pendidikan yang digunakan adalah  pesantren murni. Para santri membaca kitab di masjid dan di kebun, tergantung waktu yang ditetapkan beliau. Pesantren ini sempat tutup karena Pak Kiai terlibat perjuangan fisik melawan penjajah. Setelah revolusi fisik pesantren dilanjutkan dengan sedikit pembaruan,  yaitu pendirian sekolah dasar Islam (SDI). Sementara itu pesantren tradisional tetap dipertahankan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kepulangan para kader yang dikirim Pak Kiai ke pondok moderen pada tahun 1960an menambah ciri kemoderenan itu. Sistem sekolah didirikan dengan nama madrasah menengah (6 tahun).  Termasuk cara berpakaian dan kelengkapan belajar. Tapi sistem pesantren tetap dipertahankan dan murid-muridnyapun tidak sedikit. (Bahkan diantara mereka ada yang ditugaskan untuk &lt;i&gt;tahfiz&lt;/i&gt;, menghafal quran). Kedua sistem berjalan secara harmonis, walaupun sesekali terjadi pergesekan. Dengan kata lain, pondok ini menjalankan &lt;i&gt;dual system &lt;/i&gt;(meminjam istilah sistem perbankan di Indonesia).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Karena "kurang menjual" dan minat publik berkurang, akhirnya pesantren tutup dan yang tinggal adalah sistem persekolahan. Tapi temuan Badan Kerjasama Pondok Pesantren (BKSPP),  bahwa semakin hari kader ulama semakin berkurang, mengakibatkan Pak Kiai menghidupkan kembali sistem pesantren. Kali ini dalam bentuk pesantren tinggi. Para santri yang masuk minimal lulusan Aliyah. Hal ini dimaksudkan agar kualitas para santri menyamai kualitas  perguruan tinggi. Sebagian dari mereka masuk karena dipilih secara khusus oleh Pak Kiai, jadi "hukumnya wajib". Hanya sedikit yang masuk dengan keinginan sendiri. (Hari gini, siapa sih yang masih mau nyantri, padahal masa depannya &lt;i&gt;nggak &lt;/i&gt;jelas?)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-autospace: none;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Menghidupkan kembali pesantren dalam suasana serba "moderen" ibarat memutar jarum jam secara berlawanan. Hal ini disebabkan asumsi yang berlawanan antara pesantren dengan kehidupan  modern. Pesantren adalah pusat kejumudan, ketertinggalan, orthodox dan hal-hal "jadul" lainnya. Sedangkan kehidupan moderen serba berubah, praktis, permisif dan "gaul". Meskipun secara pendidikan tidak bermasalah, tapi "gap" antara para santri dengan para  guru sangat terasa, terutama pada pola pikir, budaya dan teknologi. Secara psikologis para santri juga mengalami hambatan. Semacam &lt;i&gt;minderwaderg complex&lt;/i&gt; begitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Arial;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6155324522220810329?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6155324522220810329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/neo-klasik-di-pondok-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6155324522220810329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6155324522220810329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/neo-klasik-di-pondok-kita.html' title='Neo-Klasik di Pondok Kita'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Sx8lPC6hbII/AAAAAAAAAE8/7Pm-eaGUk-Q/s72-c/cecep.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-2092465651781505168</id><published>2009-12-08T15:14:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T15:14:32.919-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>KH. Noer Ali (tulisan di ESQ Magazine)</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 16px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Siapa yang tak kenal puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar? Tapi adakah yang tahu mengapa ia menciptakan puisi yang melegenda itu? Mungkin tak banyak yang menduga jika Chairil terinpsirasi oleh seorang warga Bekasi asli bernama KH Noer Alie.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Hingga kini, nama KH Noer Alie memang belum dikenal luas di pentas nasional. Bahkan, di kalangan masyarakat Bekasi pun, masih ada yang belum mengenalnya. Namun, jika ia bisa menginspirasi seorang Chairil Anwar, pasti ada suatu keistimewaan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ya, KH Noer Alie memiliki jejak perjuangan yang tak kelah heroiknya dengan pahlawan nasional lain semisal Soekarno, Hatta, Agus Salim, Natsir dan lainnya. Tercatat, dari sekian banyak pertempuran antara KH Noer Alie dan masyarakat Bekasi dengan penjajah, ada dua perlawanan yang melegenda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Pertama,&amp;nbsp; Pertempuran Sasak Kapuk. Pertempuran sengit itu meletus pada 29 November 1945, antara pasukan KH Noer Alie dengan Sekutu – Inggris di Pondok Ungu. Pasukan rakyat KH Noer Alie mendesak pasukan Sekutu dengan serangan mendadak. Melihat pasukan Sekutu&amp;nbsp; terdesak, mulai timbul rasa takabur pada pasukannya, sehingga ketika &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;pasukan Sekutu mulai berbalik setelah sekitar satu jam terdesak, pasukan rakyat berbalik terdesak sampai jembatan Sasak Kapuk, Pondok Ungu, Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Melihat kondisi pasukannya yang&amp;nbsp; kocar-kacir, KH Noer Alie memerintahkan untuk mundur. Tapi, sebagian pasukannya masih tetap bertahan, sehingga sekitar tiga puluh orang pasukan Laskar Rakyat gugur dalam pertempuran tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Kedua, Peristiwa Rawa Gede. Untuk menunjukkan bahwa pertahanan Indonesia masih eksis, KH Noer Alie memerintahkan pasukannya bersama masyarakat di Tanjung Karekok, Rawa Gede, dan Karawang, untuk membuat bendera merah – putih ukuran kecil terbuat dari kertas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ribuan bendera tersebut lalu ditancapkan di setiap pohon dan rumah penduduk dengan tujuan membangkitkan moral rakyat bahwa di tengah – tengah kekuasaan Belanda, masih ada pasukan Indonesia yang terus melakukan perlawanan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Aksi heroik tersebut membuat Belanda terperangah dan mengira pemasangan bendera merah-putih tersebut dilakukan oleh TNI.&amp;nbsp; Belanda langsung mencari Mayor Lukas Kustaryo. Karena tidak ditemukan, mereka marah dan membantai sekitar 400 orang warga sekitar Rawa Gede.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Pembantaian yang terkenal dalam laporan De Exceseen Nota Belanda itu, di satu sisi mengakibatkan terbunuhnya rakyat, namun disisi lain para para petinggi Belanda dan Indonesia tersadar bahwa di sekitar Karawang, Cikampek, Bekasi dan Jakarta masih ada kekuatan Indonesia. Sedangkan citra Belanda kian terpuruk, karena telah melakukan pembunuhan keji terhadap penduduk yang tidak bedosa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Siapa sebenarnya KH Noer Alie?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ia lahir di Desa Ujung Malang, Babelan, Bekasi pada 15 Juli 1914. Noer Alie adalah&amp;nbsp; anak keempat dari sepuluh bersaudara pasangan Anwar bin Layu dan Maimunah binti Tarbin. Tanda-tanda kepahlawanannya sudah terlihat sejak kecil. Suatu saat, ia pernah ditanya, apa cita-citanya di dunia. “Ingin membangun perkampungan surga,” jawab Noer Alie kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ia memiliki semangat belajar yang tinggi. Di usianya yang masih di bawah lima tahun, ia telah mampu menghapal surat –surat pendek dalam Al-Qur’an yang diajarkan oleh kedua orangtua dan kakaknya. Pada usia tujuh tahun, Noer Alie mengaji pada guru Maksum di kampung Ujung Malang Bulak. Pelajaran yang diberikan oleh gurunya lebih dititikberakan pada pengenalan dan mengeja huruf Arab, menyimak, menghafal dan membaca Juz-amma serta menghafal dasar – dasar Rukun Islam, Rukun Iman, tarikh para nabi, akhlak dan fikih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Dua tahun kemudian, Noer Alie kecil mendapat guru baru bernama Mughni, masih&amp;nbsp; di Ujung Malang. Ia mendapatkan pelajaran-pelajaran alfiah atau tata bahasa Arab, Al-Qur’an, tajwid, nahwu, tauhid dan fiqih.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Saat beranjak remaja, Noer Alie pindah ke Klender. Ia mondok di sebuah pesantren dan menuntut ilmu pada guru Marzuki. Noer Alie remaja mempelajari kitab kuning (kitab Islam Klasik ) sebagai inti pendidikan. Di samping itu, ia juga belajar cara menunggang kuda dan berburu bajing, hewan pemakan buah kelapa yang dianggap sebagai hama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ketika usianya 20 tahun, ia pergi ke Mekkah. Di sana, ia menuntut ilmu di Madrasah Darul Ulum. Semangat belajarnya yang tinggi membuat ia berguru pada beberapa ulama di lingkungan Masjidil Haram, antara lain pada Syeikh Alie Al-Maliki (hadits); Syeikh Umar Hamdan (kutubusittah: hadits yang diriwayatkan oleh enam perawi: Buchori, Tarmizi, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah ); Syeikh Ahmad Fatoni (fikih, dengan kitab Iqna sebagai acuan); Syeikh Mohamad Amin al-Quthbi (ilmu nahwu, qawati/sastra ), badi’/mengarang, tauhid dan mantiq/ ilmu logika yang mengandung filsafah Yunani, dengan kitab Asmuni sebagai acuan); Syeikh Abdul Zalil (ilmu politik); Syeikh Umar Atturki dan Syeikh Ibnu Arabi (hadits dan ulumul Qur’an).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Selama di negeri orang, ia aktif berorganisasi. Salah satunya, dengan menjadi anggota pelajar Islam dari Jepang, sebagai Ketua Persatuan Pelajar Betawi (PBB), dan&amp;nbsp; aktif di Perhimpunan Pelajar – Pelajar Indonesia (PPPI), Persatuan Talabah Indonesia (Pertindo) dan Perhimpunan Pelajar Indonesai Melayu (Perindom).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Noer Alie muda memutuskan kembali ke Tanah Air pada 1939 setelah mendapat kabar negerinya ditindas kaum penjajah. Sebuah pesan penting disampaikan Syeikh Alie Al – Maliki padanya. “ Ingat, jika bekerja jangan jadi penghulu (pegawai pemerintah). Kalau kamu mau mengajar, saya akan ridho dunia akhirat.” Pesan itu terus terngiang di benaknya hingga tiba di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ulama Pejuang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Setibanya di Tanah Air, Noer Alie membuat gebrakan dengan mendirikan madrasah. Suami Siti Rahmah binti Mughni itu lalu menghimpun kekuatan umat, di antaranya membangun jalan tembus Ujung Malang – Teluk Pucung pada 1941.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Untuk mempersiapkan diri bila sewaktu – waktu bangsa Indonesia harus bertempur secara fisik, Noer Alie menyalurkan santrinya ke dalam Heiho (pembantu prajurit), Keibodan (barisan pembantu polisi) di Teluk Pucung. Salah seorang santrinya, Marzuki Alam, dipersilakan mengikuti latihan kemiliteran Pembela Tanah Air (Peta).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Saat Rapat Ikada digelar pada pada 19 September 1945 di Monas, Noer Alie datang dengan mengendarai delman. Nama Noer Alie kian dikenal di kalangan pejuang saat Bung Tomo meneriakkan namanya beberapa kali dalam siaran radionya di Surabaya, Jawa Timur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Pada bulan November 1945, KH Noer Alie membentuk Laskar Rakyat. Seluruh badal (pasukan) dan santrinya diperintahkan menghentikan proses belajar-mengajar untuk mendukung perjuangan. Ia kemudian mengeluarkan fatwa: “Wajib hukumnya berjuang melawan penjajah.” Dalam waktu singkat, Laskar Rakyat berhasil menghimpun sekitar 200 orang yang merupakan gabungan para santri dan pemuda sekitar Babelan, Tarumajaya, Cilincing, Muaragembong. Mereka dilatih mental&amp;nbsp; oleh KH Noer Alie dan secara fisik dilatih dasar-dasar kemiliteran oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bekasi dan Jatinegara.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Akhir 1945, dibentuk kesatuan bersenjata yang berafiliasi kepada partai politik. Saat itu, Abu GhozAlie sebagai komandan resimen Hizbullah Bekasi (badan pejuangan Partai Majelis Sjuro Muslimin Indonesia/ Masjumi) menunjuk KH Noer Alie sebagai komandan Batalyon III Hizbullah Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Setelah Agresi Militer Pertama Belanda pada 1947, KH Noerl Alie mengadakan musyawarah darurat di Karawang. Itu dilakukan karena ia tidak rela melihat negerinya terus dijajah. Hasil musyawarah itu memutuskan untuk mengirim KH Noer Alie bersama lima orang rekannya menemui Panglima Besar Jenderal Soedirman di Jogjakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Sesampai di Jogjakarta, rombongan KH Noer Alie diterima oleh Letnan Jenderal Oerip Soemohadjo karena Jenderal Soedirman tidak berada di tempat. KH Noer Alie diminta untuk melakukan perlawanan secara bergerilya. Ia kemudian mendirikan Hizbullah - Sabilillah pusat dengan nama Markas Pusat Hizbullah-Sabilillah ( MPHS ) yang diketuai langsung oleh dirinya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Pada 10 Januari 1948, Mohammad Moe’min, Wakil Residen Jakarta dari pihak Republik Indonesia, mengangkat KH Noer Alie sebagai Koordinator (Pejabat Bupati) Kabupaten Jatinegara. Namun jabatan pemerintahan yang seharusnya dimulai pada 15 Januari 1948 tidak berlangsung lama, karena pada 17 Januari 1948 terjadi Perjanjian Renville yang mengharuskan tentara Indonesia di Jawa Barat hijrah ke Jawa Tengah dan Banten. KH Noer Alie memilih hijrah ke Banten dengan membawa 100 orang pasukan dari Kompi Syukur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ketika perlawanan bersenjata mulai mereda, pada 1949 KH Noer Alie memilih berjuang di lapangan sipil. Ia diminta membantu Muhammad Natsir sebagai anggota delegasi Republik Indonesia Serikat di Indonesia dalam konperensi Indonesia – Belanda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Dalam kesempatan tersebut, KH Noer Alie sempat membahas kelanjutan perjuangan dengan tokoh – tokoh nasional di Jakarta, seperti Muhammad Natsir, Mr. Yusuf Wibisono, Mr. Muhammad Roem, Muhammad Syafe;I dan KH Rojiun, dan kemudian ia diminta untuk menyalurkan aspirasi polotiknya, bergabung dalam partai Masjumi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Pada&amp;nbsp; Januari 1950, KH Noer Alie bersama teman – teman dan anak buahnya, seperti R. Supardi, Madnuin Hasibuan, Namin, Taminudin, Marzuki Hidayat, Marzuki Urmani, Nurhasan Ibnuhajar, A. Sirad, Hasan Syahroni dan Masturo membentuk Panitia Amanat Rakyat. Pada 17 Januari 1950, Panitia Amanat Rakyat itu kemudian menghimpun sekitar 25.000 rakyat Bekasi dan Cikarang di Alun – Alun Bekasi. Mereka mendeklarasikan resolusi yang menyatakan penyerahan kekuasaan pemerintah Federal kepada Republik Indonesia. Pengembalian seluruh Jawa Barat kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Dan KH Noer Alie bersama Lukas Kustaryo menuntut agar nama kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Tuntutan tersebut diterima oleh Perdana Menteri Mohammad Natsir, sehingga pada 15 Agustus 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi di Jatinegara, serta selanjutnya dimasukkan ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;&lt;strong style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: bold; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Ulama Kharismatik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;KH Noer Alie dikenal dengan sebutan “Engkong Kiai.” Jika ia berjalan, tidak ada seorang pun, baik pejalan kaki atau pun yang memakai kendaraan, yang berani mendahuluinya. Mereka lebih cenderung untuk memilih jalan lain atau melompati got sebagai jalan pintas apabila terpaksa harus mendahului Engkong Kiai.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Pada zamannya, tidak ada akses jalan yang rusak di sekitar desa, karena apabila terjadi kerusakan jalan dan diketahui oleh KH Noer Alie, aparat pemerintah akan langsung buru – buru memperbaikinya, mengingat besarnya jasa beliau terhadap pembangunan, terutama di wilayah Bekasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Salah satu karya fenomenal yang berhasil diwujudkan oleh KH Noer Alie adalah pembangunan dan pembukaan akses jalan secara besar – besaran di sekitar Desa Ujungharapan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Semua warga dengan sukarela dan ikhlas akan mewakafkan tanahnya jika yang meminta KH Noer Alie. Ia pun tak segan untuk turun langsung bergotong-royong bersama warga membangun jalan seperti saat pelebaran Gang Perintis pada 1980.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Jasa-jasanya itulah yang akhirnya membuat ia dianugerahi gelar Pahlawan Nasional dan bintang Maha Putra Adipradana oleh pemerintah Republik Indonesia pada 2006. Penghargaan lainnya adalah dengan menjadikan nama “Singa Karawang-Bekasi” itu sebagai nama jalan di sepanjang Kalimalang menuju Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-style: initial; border-top-width: 0px; font-family: inherit; font-size: 12px; font-style: inherit; font-weight: inherit; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-decoration: none; vertical-align: baseline; white-space: normal;"&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;a href="http://esqmagazine.com/2009/04/15/134/kh-noer-alie-singa-karawang-bekasi.html"&gt;http://esqmagazine.com/2009/04/15/134/kh-noer-alie-singa-karawang-bekasi.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-2092465651781505168?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/2092465651781505168/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kh-noer-ali-tulisan-di-esq-magazine.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2092465651781505168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2092465651781505168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kh-noer-ali-tulisan-di-esq-magazine.html' title='KH. Noer Ali (tulisan di ESQ Magazine)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-7669475366776825441</id><published>2009-12-08T06:00:00.000-08:00</published><updated>2009-12-08T06:06:28.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Attaqwa'/><title type='text'>Wahana syi'ar Digital : Catatan workshop 'Santri Indigo'</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Sx5cBhe6xlI/AAAAAAAAAEg/Nzb_JeaVBeM/s1600-h/pasantrenindigo.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Sx5cBhe6xlI/AAAAAAAAAEg/Nzb_JeaVBeM/s200/pasantrenindigo.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Oleh : Fhine Shine&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'times new roman', 'new york', times, serif; font-size: 15px;"&gt;Indigo sendiri merupakan singkatan dari&amp;nbsp;&lt;em style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-weight: bold;"&gt;Indonesia Digital Community&lt;/em&gt;. Dan sesuai dengan keinginan Telkom-Repuublika membuat kehidupan pesantren lebih modern maka program tersebut diperkenalkan sebagai Santri Indigo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'times new roman', 'new york', times, serif; font-size: medium;"&gt;&lt;span style="font-size: 15px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'times new roman', 'new york', times, serif; font-size: 15px;"&gt;Kegiatan Santri Indigo berupa pelatihan dan motivasi kepada santri atas pentingnya internet untuk berdakwah. santri mendapatkan pelatihan, mulai&amp;nbsp; cara mengakses internet, belajar menggunakan internet, dan membuat web blog di internet. Pendeknya santri mendapat paradigma baru sehingga nantinya dapat berdakwah melalui dunia cyber.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Materi I&lt;/span&gt;&amp;nbsp;diisi oleh&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bapak Syaiful Hidayat&lt;/span&gt;&amp;nbsp;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Directorate of Information Technology&amp;nbsp; PT. Telkom Indonesia&lt;/span&gt;) berbicara tentang Tren Perkembangan Teknologi Informasi, beliau menyebutkan TI menjadi kekuatan penggerak perubahan yang sangat fenomenal di setiap aspek kehidupan. indonesia Pengguna internet ke-13 terbesar di dunia&lt;br /&gt;Perkembangan TI &amp;amp; Internet perlu disikapi dengan tepat untuk memberi manfaat seluas-luasnya dan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;meminimalkan resikonya, karena&amp;nbsp; internet memiliki sisi baik dan buruk, beliau menyebutkan sisi gelap TI dengan istilah 3G ( Girls, Games dan Gambling), pencegahannya : 1) Pengamanan data/informasi merupakan tanggung jawab kita bersama&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2) Diperlukan : - Security awareness&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - security culture&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Materi II Pelatihan Menulis&amp;nbsp; oleh Bapak Selamat Ginting (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wakil Redaktur Pelaksana HU&amp;nbsp; Republika).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;terkadang orang hanya memiliki gagasan namun tidak bisa menuangkan dalam bentuk tulisan.. padahal sejarah itu ada karena ada yang menulis,&amp;nbsp; (hal ini yang ada pada diri saya, banyak hal yang ingin saya sampaikan namun sulit untuk dituangkan melalui tulisan, karena saya memang belum pandai menulis, padahal dalam diri saya tertanam&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"seseorang belum dikatakan sukses jika ia belum memiliki buah tangan"&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Materi III&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;Internet Connection dan Surfing&amp;nbsp;&lt;/span&gt;oleh&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;nbsp;Wahyu Hidayat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;(&lt;/span&gt;Asisten MAnajer Content dan VAS Bekasi&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;pada materi ini peserta lebih dititikberatkan pada pembuatan blog yang kemudian hasilnya akan dipilih peserta pembuat blog terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Materi IV&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Ismail&lt;/span&gt;&amp;nbsp;"kenapa harus berda'wah di Internet"&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Materi V&amp;nbsp; Etika ngeblog&amp;nbsp;&lt;/span&gt;oleh&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mba Ajeng&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan materi terakhir adalah materi yang paling menarik menampilkan&amp;nbsp;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Eko Ramaditya Aditara The Blind Game Musik Composer,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Seluruh peserta yang hadir saat itu dibuat terharu oleh seorang tunanetra namun memiliki potensi melebihi orang yang sempurna. abang2 temen2 mungkin jika ikut hadir pada saat itu akan menitikkan air mata betapa seseorang yang memiliki kekurangan tetapi ia mampu mensyukuri dengan baik apa yang telah Allah berikan kepadanya. melalui keahliannya ia selalu diundang bukan hanya dalam negri saja tetapi juga mendunia sebagai motivator, selain itu&amp;nbsp; Mengenai bidang yang dikuasainya saat ini, yaitu sebagai sound engineer, pada tahun 2006 lalu Rama didaulat oleh perusahaan games raksasa asal Jepang,nintendo sebagai suplaiyer sekaligus kreator backsound musik games. www.ramaditya.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diakhir acara pelatihan panitia menyebutkan 5 pemenang pembuat Blog terbaik yaitu pemenang ke-5, ke-4, dan ke-2 dari Pondok Pesantren Attaqwa Putra, pemenang ke-3 dari Pondok Pesantren Annur dan pemenang pertama diraih oleh Ahmad Rifa'i (Guru IT di Pondok Pesantren Attaqwa Putri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhaanallah sungguh pelatihan ini benar2 memberikan pencerahan untuk saya dan terlebih penting untuk dunia pesantren yang saat ini harus sudah melek-tek (meminjam istilah bang asep sofyan) karena saatnya DUNIA DALAM GENGGAMAN SANTRI.. Allahu Akbar....!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;owh iya ada yang lucu setelah pelatihan Tim panitia dari telkom dan Republika mengunjungi Pondok Pesantren Attaqwa Putri, setelah melihat-lihat mereka bilang "wah suasananya lebih indah dan asri di Putri yaaa... kenapa tidak di sini pelatihannya....?" (hihiyyyy secara tidak langsung Putri emang lebih keren dari dulu di banding Putra....&lt;img src="http://mail.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/tsmileys2/08.gif" style="border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; vertical-align: middle;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Sumber photo :&amp;nbsp;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;a href="http://bloggerbekasi.com/2009/12/02/santri-indigo-di-attaqwa-bekasi.html"&gt;http://bloggerbekasi.com/2009/12/02/santri-indigo-di-attaqwa-bekasi.html&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-7669475366776825441?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/7669475366776825441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/wahana-syiar-digital-catatan-workshop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7669475366776825441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7669475366776825441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/wahana-syiar-digital-catatan-workshop.html' title='Wahana syi&apos;ar Digital : Catatan workshop &apos;Santri Indigo&apos;'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/Sx5cBhe6xlI/AAAAAAAAAEg/Nzb_JeaVBeM/s72-c/pasantrenindigo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-805720742408010502</id><published>2009-12-07T20:40:00.000-08:00</published><updated>2012-02-05T08:50:35.959-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>Biografi dua guru KH.Noer Alie</title><content type='html'>&lt;div class="post-body" style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;GURU MARZUKI DAN SYEKH ALI AL-MALIKI &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;(Upaya Melacak Jaringan Ulama KH. Noer Alie )&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-PBNN20Wnku4/Ty6zNL15Q_I/AAAAAAAAAKo/TAebmb1TyW0/s1600/DUA+GURU.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="175" src="http://4.bp.blogspot.com/-PBNN20Wnku4/Ty6zNL15Q_I/AAAAAAAAAKo/TAebmb1TyW0/s320/DUA+GURU.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt; &lt;br /&gt;Oleh : Irfan Mas’ud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;K.H. AHMAD MARZUKI AL-BETAWI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;(1293 – 1353 H/1876 – 1934 M)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt; &lt;br /&gt;Nama lengkap beliau adalah “Ahmad Marzuki bin Syekh Ahmad al-Mirshad bin Khatib Sa’ad bin Abdul Rahman al-Batawi”. Ulama terkemuka asal Betawi yang bermazhab Syafi’i dan populer dengan sebutan Guru Marzuki ini lahir dan besar di Batavia (Betawi). Ayahnya, Syekh Ahmad al-Mirshad, merupakan keturunan keempat dari kesultanan Melayu Patani di Thailand Selatan yang berhijrah ke Batavia. Guru Marzuki dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 1293 H/1876 M di Meester Cornelis, Batavia.&lt;br /&gt;Masa Pertumbuhan dan Menuntut Ilmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=805720742408010502" name="more" style="color: black; text-decoration: underline;"&gt;&lt;/a&gt;Pada saat berusia 9 tahun, Guru Marzuki ditinggal wafat ayahnya. Pengasuhannya pun beralih ke tangan ibunya yang dengan penuh kasih sayang membina sang putra dengan baik. Pada usia 12 tahun, Marzuki dikirim oleh sang ibu kepada seorang ahli fikih bernama Haji Anwar untuk memperdalam Al-Qur'ân dan ilmu-ilmu dasar bahasa Arab. Guru Marzuki kemudian melanjutkan pelajarannya mengaji kitab-kitab klasik (turats) dibawah bimbingan seorang ulama Betawi, Sayyid Usman bin Muhammad Banahsan. Melihat ketekunan dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;kecerdasan Marzuki-muda, sang guru pun merekomendasikannya untuk berangkat ke Mekah al-Mukarramah guna menunaikan ibadah haji dan menuntut ilmu. Guru Marzuki yang saat itu berusia 16 tahun pun kemudian bermukim di Mekah selama 7 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Guru-guru di Haramain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Selama tidak kurang dari 7 tahun, hari-harinya di Tanah Suci dipergunakan Guru Marzuki dengan baik untuk beribadah dan menimba ilmu dari para ulama terkemuka di Haramain. Ulama Haramain yang sempat  &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;membimbing Guru Marzuki, antara lain: Syekh Muhammad Amin bin Ahmad Radhwan al-Madani (w. 1329 H.), Syekh Umar Bajunaid al-Hadhrami (w. 1354 H.), Syekh Abdul karim al-Daghistani, Syekh Mukhtar bin Atharid al-Bogori (w. 1349 H), Syekh Ahmad al-Khatib al-Minangkabawi (w. 1337 H.), Syekh Umar al-Sumbawi, Syekh Mahfuzh al-Termasi (w. 1338 H.), Syekh Sa’id al-Yamani (w. 1352 H), Syekh Shaleh Bafadhal, Syekh Umar Syatta al-Bakri al-Dimyathi (w. 1331 H.), Syekh Muhammad Ali al-Maliki (w. 1367 H.) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang dipelajarinya pun bermacam-macam, mulai dari nahwu, shorof, balaghah (ma‘ani, bayan dan badi‘), fikih, ushul fikih, hadits, mustholah hadits, tafsir, mantiq (logika), fara’idh, hingga ke ilmu falak (astronomi). Dalam bidang tasawuf, guru Marzuki memperoleh ijazah untuk menyebarkan tarekat al-‘Alawiyah dari Syekh Umar Syatta al-Bakri al-Dimyathi (w. 1331 H.) yang memperoleh silsilah sanad tarekatnya dari Syekh Ahmad Zaini Dahlan (w. 1304 H/1886 M.), Mufti Syafi’iyyah di Mekah al-Mukarramah.&lt;br /&gt;Dalam disertasi doktoralnya di Fak. Darul Ulum, Cairo University (hal. 63 – 66), Daud Rasyid memasukkan Guru Marzuki sebagai salah seorang pakar hadits Indonesia yang sangat berjasa dalam penyebaran hadits-hadits nabi di Indonesia dan menjaga transmisi periwayatan sanadnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Sistem Mengajar dan Para Muridnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;Sesudah kembali ke tanah air, atas permintaan Sayid Usman Banahsan, Guru Marzuki mengajar di masjid Rawabangke selama lima tahun, sebelum pindah dan menetap di Cipinang Muara. Di sinilah ia merintis berdirinya pesantren di tanah miliknya yang cukup luas. Santri yang mondok di sini memang tidak banyak, ditaksir sekitar 50 orang dan terutama datang dari wilayah utara dan timur Jakarta (termasuk Bekasi).&lt;br /&gt;Cara mengajar Guru Marzuki kepada muridnya tidak lazim di masa itu, yaitu sambil berjalan di kebun dan berburu bajing (tupai). Ke mana sang guru melangkah, ke sana pula para murid mengikutinya dalam formasi berkelompok. Setiap kelompok murid biasanya terdiri dari empat atau lima orang yang belajar kitab yang sama, satu orang di antaranya bertindak sebagai juru baca. Sang guru akan menjelaskan bacaan murid sambil berjalan. Setiap satu kelompok selesai belajar, kelompok lain yang belajar kitab lain lagi menyusul di belakang dan melakukan hal yang sama seperti kelompok sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajar dengan cara duduk hanya dilakukan oleh Guru Marzuki untuk konsumsi masyarakat umum di masjid. Meskipun demikian, anak-anak santrinya secara bergiliran membacakan sebagian isi kitab untuk sang guru yang memberi penjelasan atas bacaan muridnya itu. Para juru baca itu kelak tumbuh menjadi ulama terpandang di kalangan masyarakat Betawi dan sebagian mereka membangun lembaga pendidikan yang tetap eksis sampai sekarang, seperti KH. Noer Alie (pendiri Pesantren Attaqwa, Bekasi), KH. Mukhtar Thabrani (pendiri Pesantren An-Nur, Bekasi), KH. Abdul malik (putra Guru Marzuki), KH. Zayadi (pendiri Perguruan Islam Az-Ziyadah, Klender), KH. Abdullah Syafi’i (pendiri Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Jatiwaringin), KH. Ali Syibromalisi (pendiri Perguruan Islam Darussa’adah dan mantan ketua Yayasan Baitul Mughni, Kuningan-Jakarta), KH. Abdul Jalil (tokoh ulama dari Tambun, Bekasi), KH. Aspas (tokoh ulama dari Malaka, Cilincing), KH. Mursyidi dan KH. Hasbiyallah (pendiri perguruan Islam al-Falah, Klender), dan ulama-ulama lainnya. Selain KH. Abdul Malik (Guru Malik), putera-putera Guru marzuki yang lain juga menjadi tokoh-tokoh ulama, seperti KH. Moh. Baqir (Rawabangke), KH. Abdul Mu’thi (Buaran, Bekasi), KH. Abdul Ghofur (Jatibening, Bekasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Marzuki dan Jaringan Ulama Betawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian Abdul Aziz, MA., peneliti Litbang Depag dan LP3ES, Guru Marzuki termasuk eksponen dalam jaringan ulama Betawi yang sangat menonjol di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 bersama lima tokoh ulama Betawi lainnya, yaitu: KH. Moh. Mansur (Guru mansur) dari Jembatan Lima , KH. Abdul majid (Guru Majid) dari Pekojan , KH. Ahmad Khalid (Guru Khalid) dari Gongangdia , KH. Mahmud Romli (Guru mahmud) dari Menteng , dan KH. Abdul Mughni (Guru Mughni) dari Kuningan-Jakarta Selatan .&lt;br /&gt;Guru Marzuki beserta kelima ulama terkemuka Betawi yang hidup sezaman ini memang berhasil melebarkan pengaruh keulamaan dan intelektualitas mereka yang menjangkau hampir seluruh wilayah Batavia (Jakarta dan sekitarnya). Jaringan keulamaan yang dikembangkan oleh “enam pendekar-ulama Betawi” hasil gemblengan ulama haramain inilah yang kelak menjadi salah satu pilar kekekuatan mereka sebagai kelompok ulama yang diakui masyarakat dan telah berjasa menelurkan para ulama terkemuka Betawi selanjutnya.&lt;br /&gt;Wafatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Marzuki —rahimahullah wa ardhahu— wafat pada hari Jumat, 25 Rajab 1353 H. Pemakaman beliau dihadiri oleh ribuan orang, baik dari kalangan Habaib, Ulama dan masyarakat Betawi pada umumnya, dengan shalat jenazah yang diimami oleh Habib Sayyid Ali bin Abdurrahman al-Habsyi (w. 1388/1968) .&lt;br /&gt;Di masa hidupnya, Guru Marzuki dikenal sebagai seorang ulama yang dermawan, tawadhu’, dan menghormati para ulama dan habaib. Beliau juga dikenal sebagai seorang sufi, da’i dan pendidik yang sangat mencintai ilmu dan peduli pada pemberdayaan masyarakat lemah; hari-hari beliau tidak lepas dari mengajar, berdakwah, mengkaji kitab-kitab dan berzikir kepada Allah swt. Salah satu biografi beliau ditulis oleh salah seorang puteranya, KH. Muhammad Baqir, dengan judul Fath Rabbil-Bâqî fî Manâqib al-Syaikh Ahmad al-Marzûqî.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;           &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;SYEKH MUHAMMAD ALI AL-MALIKI&lt;br /&gt;(1287 – 1367 H/1870 – 1948 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama lengkap beliau adalah “Muhammad Ali bin Husain bin Ibrahim bin Husain bin ‘Abid al-Makki al-Maliki, berasal dari keturunan Maroko yang lahir dan menetap di Mekah. Syekh Muhammad Ali al-Maliki dikenal sebagai “Mahaguru pada masanya” (Syaikh masyayikh ‘ashrihi), dan karena kepakarannya yang tak tertandingi dalam bidang gramatika bahasa Arab, dijuluki sebagai “Sibawaihi zamannya” (Sibawaihi zamânihi).&lt;br /&gt;Syekh Al-Maliki dilahirkan di kota Mekah pada tahun 1287 H/1870 M dan meninggal di kota Tha’if pada tahun 1367 H/1948. Di antara guru-guru yang membekalinya ilmu-ilmu keagamaan dan tatabahasa Arab adalah saudaranya sendiri yang saat itu menjabat sebagai mufti mazhab Maliki di Mekah, Syekh Abid bin Husain al-Maliki (w. 1292 H) . Di samping menguasai fikih Maliki, beliau juga mendalami dan menguasai fikih Syafi’i di bawah bimbingan seorang faqih shufi, Syeikh Sayyid al-Bakri Syatta (lahir 1310 H), pengarang kitab I‘anah ath-Thalibin, sebuah kitab fikih Syafi’i yang menjadi buku daras di berbagai pesantren di Indonesia, termasuk di Pesantren Tinggi Attaqwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-guru Syekh al-Maliki yang lain adalah Syekh Abdul Haq al-Alahabadi, Syekh Muhammad Khudeir ad-Dimyati, Syekh Abdullah al-Qaddumi an-Nabulsi, Syekh Muhammad Abdul Baqi al-Luknawi, Syekh Abdul Hayyi al-Kattani, dan ulama-ulama Haramain lainnya. Silsilah sanad periwayatan hadits dan jaringan inteletual Syekh Ali al-Maliki telah ditulis dan diabadikan secara lengkap oleh salah seorang muridnya, Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (w. 1410/1990), seorang pakar hadits terkemuka asal Nusantara yang diberi gelar “Musnid ad-Dunya”, dengan judul “al-Maslak al-Jaliyy fi Asânîd Fadhilah as-Syaikh Muhammad Ali al-Maliki” (“Jalan Terang tentang Sanad-sanad Yang Mulia Syekh Muhammad Ali al-Maliki”).&lt;br /&gt;Setelah menamatkan pelajarannya di bawah bimbingan para ulama Haramain terkemuka di masanya, Syekh al-Maliki mendermakan ilmu dan hidupnya mengajar di Masjidil Haram dan Madrasah Darul Ulum, Mekah, yang didirikan oleh ulama-ulama haramain asal Melayu-Nusantara, dan menjabat sebagai pimpinan para syekh (Syaikhul Masyayikh) sejak pertama kali madrasah tersebut berdiri pada tahun 1933 . Kepakarannya di berbagai bidang ilmu-ilmu keislaman dan tata-bahasa Arab, menjadi magnet tersendiri bagi para pelajar Arab dan non-Arab —bahkan tidak sedikit yang sudah bergelar ulama— yang datang berguru kepadanya. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan bahwa hampir seluruh ulama Hijaz dan para penuntut ilmu dari Melayu-Nusantara (yang mencakup Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand Selatan dan Brunei) yang menjadi muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara ulama-ulama besar Hijaz yang menjadi muridnya adalah: Syekh Hasan al-Masysyat (w. 1399 H), Syekh Alwi bin Abbas al-Maliki (w. 1391 H) , Syekh Muhammad Amin al-Kutbi (w. 1404 H) , dll. Adapun murid-murid beliau yang berasal dari Indonesia (baik yang kembali ke tanah air maupun yang memilih menetap di Mekah) , antara lain: Syekh Muhsin al-Musawa (w. 1354 H.) , “Enam Pendekar-Kiyai Betawi” (Guru Mansur, Guru Majid, Guru Romli, Guru Marzuki, dan Guru Mughni), Musnid ad-Dunya Syekh Muhammad Yasin al-Fadani (w. 1990) , KH. Noer Alie (w. 1992 M.), KH. Muhammad Syarwani Abdan (Guru Bangil) dari Martapura, Kalimantan (w. 1989 M.), Tuan Guru KH. M. Zainuddin Abdul Majid (pendiri Nahdlatul-Wathan) Pancor, NTB (w. 1997 M.), dll.&lt;br /&gt;Kepakaran dan Aktivitasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjabat sebagai pimpinan para syekh (Syaikul Masyayikh) madrasah Darul Ulum sejak pertama kali didirikan pada tahun 1933, Syekh al-Maliki telah menjabat sebagai mufti mazhab Maliki di Mekah menggantikan saudara tua yang juga gurunya, Syekh Abid al-Maliki, tahun 1921. Kendatipun inisiasi resminya dengan mazhab Maliki, Syekh Muhammad Ali al-Maliki juga dikenal sebagai pakar dalam fikih Syafi’i, hasil gemblengan Syekh Umar Syatta ad-Dimyati, saudara dari Usman Syatta al-Bakri ad-Dimyati, seorang pakar fikih Syafi’i dan pengarang kitab fikih I‘anah ath-Thalibîn yang menjadi rujukan pesantren-pesantren di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluasan ilmu fikih lintas mazhab Ahlussunnah (terutama mazhab yang empat) membuatnya terhindar dari fanatisme sempit mazhab-fikih yang tercermin dalam salah satu karyanya Inthishâr al-I‘tishâm bi Mu‘tamad Kulli Madzhab min Madzâhib al-A’immah al-A‘lâm (“Pembelaan Objektif atas Pendapat-pendapat Otoritatif Seluruh Mazhab Imam-Imam Besar”). Karya-karyanya yang lain di yang menunjukkan kepakarannya di bidang fikih dan ushul fikih sebenarnya cukup banyak, antara lain: At-Taqrîrât ‘ala Syarh al-Muhallâ, Tahdzib al-Furûq lil-Qarâfi, al-Hawâsyî as-Saniyyah ‘ala Qawânîn Ibn Jizziy al-Mâlikî (ketiganya dalam bidang ushul fikih mazhab Maliki), dan Hawâsyi ‘ala al-Asybâh wan-Nazhâ’ir lis-Suyûthî (dalam bidang ushul fikih mazhab Syafi’i).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendatipun keluasan ilmu fikihnya yang menyebabkan keluwesan dalam menyikapi berbagai perbedaan fikih-furu‘iyyah inter-Ahlussunnah waljamaah, Syekh al-Maliki dikenal tegas dalam hal-hal yang berkaitan dengan prinsip-prinsip akidah-ushuliyyah. Untuk menjaga akidah Ahlussunah wal-jamaah dari berbagai upaya penyimpangan di bidang akidah, ia misalnya telah menulis secara khusus bantahan atas aliran Ahmadiyah dengan judul Al-Qawâthi‘ al-Burhaniyyah fi Bayân Ifki Ghulâm Ahmad wa Atbâ‘ihi al-Qâdiyâniyyah (“Bukti-bukti Meyakinkan tentang Kebohongan Mirza Ghulam Ahmad dan Para Pengikut Aliran Qâdiyâniyyah”).&lt;br /&gt;Tulisannya mengenai penyimpangan akidah Ahmadiyah yang berpusat di Qadiyan dan Lahore —suatu aliran yang muncul dan berkembang jauh di luar Semenanjung Arabia di mana al-Maliki hidup— menyiratkan bahwa Syekh al-Maliki bukanlah tipe intelektual “menara gading” yang masa bodo terhadap persoalan-persoalan keumatan, baik dalam skala nasional, regional dan internasional. Kepeduliannya terhadap perkembangan umat Islam dalam skala internasional, misalnya, tampak jelas ketika ia bersama murid seniornya, Muhammad al-Amin al-Kutbi, termasuk di antara ulama yang disowani dan dimintakan pendapat oleh Abul Hasan an-Nadawi, seorang tokoh intelektual Muslim asal India yang memiliki reputasi internasional, ketika an-Nadawi berkunjung ke Mekah pada tahun 1947. Kepedulian al-Maliki terhadap kondisi umat dan dunia Muslim boleh jadi telah muncul sebagai hasil dari kunjungan yang pernah dilakukannya ke berbagai negara Asia —termasuk Indonesia dan wilayah Melayu-Nusantara— pada tahun 1343 dan tahun 1345 H. Petunjuk lain tentang kepedulian al-Maliki atas pelbagai permasalahan umat dapat dibaca dari ulasan-ulasan yang dituangkannya dalam satu karya yang berjudul Fatâwâ an-Nawâzil al-‘Ashriyyah (Fatwa-fatwa tentang Pelbagai Masalah Kontemporer).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain fikih dan akidah, bidang keilmuan lain yang digeluti Syekh al-Maliki adalah disiplin ilmu-ilmu hadits (dirayah dan riwayah). Kepakaran di bidang yang satu ini sangat tampak ketika ia, bersama Syekh Umar Hamdan (w. 1368 H) —rekannya yang juga salah seorang guru KH. Noer Ali— menjadi salah seorang mata rantai terpenting periwayatan hadits (isnad) Musnid ad-Dunya, Syekh Muhammad Yasin al-Fadani. Oleh karenanya, Syekh al-Maliki termasuk salah satu mata rantai sanad para pakar hadits Mekah yang terpenting, sebagaimana tercatat dalam karya al-Fadani “An-Nafhah al-Miskiyyah fil-Asânîd al-Makkiyyah” (“Hembusan Aroma Misik tentang Isnad-isnad Mekah”). Bahkan periwayatan melalui jalur Syekh al-Maliki dicatat tersendiri oleh al-Fadani dalam karyanya al-Maslak al-Jaliyy fi Asânîd Fadhilah as-Syaikh Muhammad Ali al-Maliki (“Jalan Terang tentang Sanad-sanad Yang Mulia Syekh Muhammad Ali al-Maliki”).&lt;br /&gt;Kecuali itu, tentu saja kita tidak dapat mengabaikan kepakaran Syekh Ali al-Maliki dalam bidang gramatika dan sastera Arab (nahwu, sharaf, balaghah, arudh, qawafî) yang turut membentuk kepakaran KH. Noer Ali dalam bidang ini. Gelar “Sibawaih pada masanya” (Sibawaihi zamânihî) yang disandang al-Maliki adalah sebentuk pengakuan para ulama atas kepakarannya di bidang ini. Dua jilid bukunya tentang gramatika bahasa Arab dengan judul “Tadrîb ath-Thullâb fi Qawâ‘id al-I‘râb”, masih membuat decak kagum para pengkajinya.&lt;br /&gt;Harmonisasi Syariat dan Tasawuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bidang keilmuan lain yang digeluti oleh Syekh Al-Maliki —juga hampir seluruh ulama-ulama Haramain pada masanya— adalah disiplin tasawuf. Sebagaimana dimaklumi, melalui adikaryanya Ihyâ’ ‘Ulumid-Dîn, Imam al-Ghazali (w. 505 H/1111 M) telah mampu secara memuaskan mengkombinasikan aspek eksoterik (syari’ah) dan esoterik (tasawuf) dalam Islam; sehingga harmonisasi antara syari’ah dan haqiqah, fikih dan tasawuf menjadi mainstream atau —dalam istilah Azra: great tradition— corak keagamaan dan keilmuan di hampir seluruh dunia Islam setelah kemunculan tokoh yang digelari “Hujjatul Islam” (Bukti Kebenaran Islam) ini. Bahkan Dr. Tawfiq at-Thawîl dalam kajiannya mengenai tasawuf di masa Imperium Khilafah Usmaniyah yang runtuh pada tahun 1924, menulis, bahwa sampai akhir masa imperium Ottoman yang berpusat di Turki yang cakupan wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh dunia Islam (termasuk Hijaz), harmonisasi antara disiplin fikih dan tasawuf menjadi corak utama keagamaan dan intelektual dunia Arab-Islam pada masa itu. Menurut Dr. Hasan Asy-Syâfi‘î, harmonisasi ini tampak misalnya dalam karya-karya hampir semua tokoh intelektual di dunia Islam yang hidup pada masa itu yang, karena kecenderungan praktek fikih yang dibalut dengan penghayatan sufi mereka, salah satu gelar akademik yang kerap disandang para ulama kala itu adalah “Faqih, Muhaddits, Shufî” (Pakar Fikih dan Hadits serta Pegiat Tashawwuf). Untuk menyebut di antara ulama yang memiliki gelar akademik seperti itu, kita bisa menyuguhkan beberapa nama, misalnya, Abdul Wahab asy-Sya‘rani (w 973 H) di Mesir; Abdul Ghani an-Nabulsi (w. 1143 H) di Syam; Shah Waliyullah ad-Dahlawi (w. 1176 H) yang meneruskan pemikiran pendahulunya Ahmad as-Sirhindi (1034 H) di India; Ahmad ad-Dardîrî, pendiri tarekat al-Khalwati (w. 1201 H.) di Mesir; Muhammad Ali as-Sanusi (w. 1275 H), pendiri tarekat Sanusiah yang melahirkan seorang tokoh sufi-mujahid, Umar Mukhtar (1349 H) di Libia; dan —tidak ketinggalan— Nuruddin ar-Râniri (w. 1076/1666), Abdul Rauf as-Sinkili (w. 1105/1693) dan Yusuf al-Maqassari (1111/1699) di Indonesia ; serta yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan harmonisasi syariat dan tasawuf ala Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam al-Ghazali yang, dalam jaringan intelektual ulama-ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad 17 mengkristal pada sosok Ibrahim al-Kurani dan Ahmad al-Qusysyasi (tiga murid mereka asal Indonesia adalah Ar-Raniri, Al-Sinkili dan al-Maqassari), terus bergulir di abad-abad selanjutnya. Tokoh ulama seperti Syekh Ahmad Zaini Dahlan , Mufti Syafi’iyyah di Mekah al-Mukarramah yang berhasil mencetak ulama-ulama selanjutnya (seperti Muhammad Abid al-Maliki, Abu Bakar Syatta ad-Dimyati dari Arab; dan Mahfuzh at-Termasi dari Indonesia), mereka semua termasuk dalam jaringan intelektual yang mendukung harmonisasi syariat dan tasawuf. Dan corak intelektual seperti inilah yang kemudian dipraktekkan oleh Syekh Ali al-Maliki dan KH. Hasyim Asy‘ari (pendiri NU, kolega Syekh Ali al-Maliki yang bersama-sama menjadi murid Syekh Abid al-Maliki) , yang kemudian terus dilanjutkan oleh para ulama abad 19/20, termasuk “enam pendekar-ulama Betawi”, KH. Noer Alie, KH. Abdullah Syafi‘i, Tuan Guru KH. Zainuddin, dan ulama-ulama Indonesia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Syekh Ali al-Maliki. Hubungan K.H. Noer Ali dengan guru yang satu ini memang agak lebih istimewa dibandingkan dengan guru-gurunya yang lain di Haramain. Keistimewaan itu terlihat karena Guru Marzuki yang juga murid Syekh Ali al-Maliki, diduga kuat telah merekomendasikan KH. Noer Alie untuk melanjutkan pelajarannya langsung di bawah bimbingan Syekh al-Maliki yang pernah menjadi gurunya di Mekah. Kecuali itu, keistimewaan Syekh al-Maliki bagi KH. Noer Alie juga terlihat dari beberapa ijazah hizb dan wirid yang didapatkannya langsung dari Syekh Ali al-Maliki. Ijazah (sertifikasi) wirid dan hizb ini menunjukkan inisiasi Syekh Ali al-Maliki dan para ulama di masanya pada tasawuf-sunni —lawan dari tasawuf falsafi— yang berupaya mengharmonisasikan antara aspek lahiriah-eksoteris (syariat) dan zuhud-esoteris (hakikat), suatu upaya yang kemudian diikuti dengan setia oleh murid-muridnya, termasuk KH. Noer Alie dan para murid beliau yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallâhu A‘lam.* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;               &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times,'Times New Roman',serif;"&gt;BIBLIOGRAFI:&lt;br /&gt;Ad-Dahlawi, Shah Waliyullah, Hujjatullâh al-Bâlighah, Cairo: Dar at-Turats, 1355 H.&lt;br /&gt;Al-Azhîmabâdi, Muhammad Asyraf, ‘Aunul Ma‘bûd Syarh Sunan Abi Dawud, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyah, cetakan I, 1415 H.&lt;br /&gt;Al-Baghdadi, Isma‘îl, Hadiyyatul ‘Ârifîn, dalam digital library: al-Maktabah asy-Syâmilah versi 2.&lt;br /&gt;Al-Fâdânî, Muhammad Yasîn, An-Nafhah al-Miskiyyah fil-Asânîd al-Makkiyyah, Beirut: Darul Basya’ir al-Islamiyyah, 1990.&lt;br /&gt;Al-Kattani, Abdul Hayy, Fihris al-Fahâris, dalam digital library: al-Maktabah asy-Syâmilah versi 2.&lt;br /&gt;An-Nadawi, Abul Hasan, al-Imam ad-Dahlawi, Kuwait: Darul Qalam, 1996.&lt;br /&gt;An-Nadawi, Abul Hasan, al-Imam as-Sirhindi Hayâtuhû wa A‘mâluhû, Kuwait: Darul Qalam, 1994.&lt;br /&gt;An-Nadawi, Muhammad Thariq, Abul Hasan an-Nadawi Rabbani al-Ummah, dalam Al-Mu‘jam al-Jâmi‘ fi Tarâjim al-‘Ulamâ’ wa Thalabatil-‘Ilmi al-Mu‘âshirîn, dalam digital library: al-Maktabah asy-Syâmilah versi 2.&lt;br /&gt;An-Najjâr, ‘Âmir (Dr.), Ath-Thuruq ash-Shûfiyyah fi Misr, Dar al-Ma‘ârif, cet. VI, 1995.&lt;br /&gt;Ash-Sha‘îdî, Abdul Muta‘al, al-Mujaddidûn fil Islam min al-Qarnil Awwal ila al-Râbi‘ ‘Asyar, Cairo: Maktabah al-Adab, 1996.&lt;br /&gt;Asy-Syâfi‘î, Hasan (Dr.) et. al, Fi at-Tashawwuf al-Islâmî, Cairo: Dar ats-Tsaqafah al-‘Arabiyah, 1996.&lt;br /&gt;Ath-Thawaîl, Tawfiq (Dr.), At-tashawwuf fi Misr Ibbâna ‘ashril Utsmânî, Mesir: Maktabah al-I‘timâd, 1946.&lt;br /&gt;At-Taftazânî, Abul Wafâ (Dr.), Madkhal Ila at-Tashawwuf al-Islâmî, Cairo: Dar ats-Tsaqafah, 1979.&lt;br /&gt;Az-Zirikli, Khairuddin, al-A‘lâm (Qâmûs Tarâjim li Asyhar al-Rijâl wa an-Nisâ’ minal ‘Arab wal Musta‘rabîn wal-Mustasyriqîn, dalam digital library: al-Maktabah asy-Syamilah, versi 2.&lt;br /&gt;Aziz, Abdul (MA), Islam dan Masyarakat Betawi, Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2002.&lt;br /&gt;Azra, Azyumardi (Dr.), Jaringan Ulama Timteng dan Nusantara abad 17 dan 18, Bandung: Mizan, 1994.&lt;br /&gt;Fadli, Ahmad, Ulama Betawi (Studi tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya Terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20), abstrak thesis M.A. Universitas Indonesia, tidak diterbitkan.&lt;br /&gt;Jabbar, Umar Abdul, Siyâr wa Tarâjim Ba‘dhi ‘Ulamâ’ina fil Qarni ar Râbi‘ ‘Asyara lil-Hijrah, Saudi, t.p.,t.t.&lt;br /&gt;Kuhalah, Muhammad Ridha, Mu‘jam al-Mu’allifîn, dalam digital library: al-Maktabah asy-Syâmilah versi 2.&lt;br /&gt;Mamduh, Mahmud Sa‘id, Tasynîf al-Asmâ‘ bi Syuyukh al-Ijâzah wa al-Simâ‘, Cairo: Mathba‘ah Dâr asy-Syabâb, 1984.&lt;br /&gt;Rasyid, Daud (Dr), Juhûd ‘Ulamâ Indonesia fi as-Sunnah, disertasi Fak. Darul Ulum, Cairo University, tahun 1996, supervisor: Prof. Dr. M. Nabil Ghanaim.&lt;br /&gt;Sezkin, Ilyas, Mu‘jam al-Mathbû‘ât, dalam digital library: al-Maktabah asy-Syâmilah versi 2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-805720742408010502?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/805720742408010502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/biografi-dua-guru-khnoer-alie.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/805720742408010502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/805720742408010502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/biografi-dua-guru-khnoer-alie.html' title='Biografi dua guru KH.Noer Alie'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-PBNN20Wnku4/Ty6zNL15Q_I/AAAAAAAAAKo/TAebmb1TyW0/s72-c/DUA+GURU.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-7926948561345011174</id><published>2009-12-05T17:50:00.000-08:00</published><updated>2009-12-14T06:57:29.177-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi'/><title type='text'>Jean-Dominique Bauby</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;Oleh : &amp;nbsp;Nanang Supriyatna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua milis dimana saya aktif, jumlah warga yang suka menulis, baik&amp;nbsp;karangan asli maupun komentar atas sesuatu yang dibacanya, sedikit sekali.&amp;nbsp;Mayoritas sesuatu milis adalah Read Only Member, disingkat ROM. Perhitungan&amp;nbsp;empiris saya, dalam suatu periode singkat tidak sampai 10% jumlah warga suatu&lt;br /&gt;milis yang nongol di jalum. Namun, saya yakin meski Anda tidak pernah atau belum&amp;nbsp;mengarang cerita, Anda bisa membayangkan prosesnya seperti apa.Bandingkan itu&amp;nbsp;dengan apa yang akan saya dongengkan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak kenal dengan orang bernama Jean-Dominique Bauby. Saya yakin Anda juga&amp;nbsp;tidak, kecuali Anda perempuan dan berbahasa Perancis atau suka membaca majalah&amp;nbsp;bernama Elle. Ia pemimpin redaksi Elle. Beberapa tahun lalu ia meninggal dalam&amp;nbsp;usia 45 tahun setelah menyelesaikan memoarnya yang "ditulisnya" secara istimewa&amp;nbsp;dan diberinya judul Le Scaphandre et le Papillon (The Bubble and the Butterfly).&amp;nbsp;Tahun 1995 ia terkena stroke yang menyebabkan seluruh tubuhnya lumpuh. Ia&amp;nbsp;mengalami apa yang disebut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 13px;"&gt;locked-in syndrome', kelumpuhan total yang disebutnya&amp;nbsp;"seperti pikiran di dalam botol". Memang ia masih dapat berpikir jernih tetapi&amp;nbsp;sama sekali tidak bisa berbicara maupun bergerak. Satu-satunya otot yang masih&amp;nbsp;dapat diperintahnya adalah kelopak mata kirinya. Jadi itulah caranya&amp;nbsp;berkomunikasi dengan para perawatnya, dokter rumah sakit, keluarga dan temannya.&amp;nbsp;Mereka menunjukkan huruf demi huruf dan si Jean akan berkedip bila huruf yang&amp;nbsp;ditunjukkan adalah yang dipilihnya. "Bukan main," kata Anda. Ya, itu juga reaksi&amp;nbsp;saya. Nah, lalu saya jadi merenung (apalagi kebisaan saya) setelah membaca kisah&amp;nbsp;itu. Saya memang bisa menulis tayangan 4-5 buah per bulan dan kalau perlu atau&amp;nbsp;ada waktu, bisa setiap minggu. Namun, kalau saya disuruh "menulis" dengan cara&amp;nbsp;si Jean, saya nangis dulu&amp;nbsp;berhari-hari barangkali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis saya mengagumi tekad dan semangat hidup maupun kemauannya untuk tetap&amp;nbsp;menulis dan membagikan kisah hidupnya yang luar biasa ini (ia meninggal 3 hari&amp;nbsp;setelah bukunya diterbitkan) saya lalu mengatakan, "Berapapun problem dan stress&amp;nbsp;serta beban hidup kita semua, warga milis ini, tidak ada artinya dibandingkan&amp;nbsp;dengan si Jean!" Apa yang a.l. ditulisnya di memoarnya itu? "I would be the&lt;br /&gt;happiest man in the world if I could just properly swallow the saliva that&amp;nbsp;permanently invades my mouth." Bayangkan, menelan ludah pun ia tak mampu :-(.&amp;nbsp;Jadi saya dan Anda yang masih bisa makan bakmi, tak usahlah Bakmi Gajah Mada,&amp;nbsp;pop mie Rp 1500 saja, seharusnya sudah berbahagia 100 kali lipat dibanding si&lt;br /&gt;Jean. Namun, Anda dan saya tetap saja mengeluh ... we are constant whiners.&amp;nbsp;Bukan saja kita&amp;nbsp;tidak menghargai bahwa ada orang yang kalau saja bisa menelan ludah, ia berikan&amp;nbsp;segala-galanya, harta miliknya, eh kita saling "ludah-meludahi" sesama kita.&amp;nbsp;Kita menjadi orang paling bahagia di dunia, bila lawan kita mati tenggelam di&amp;nbsp;dalam ludah kita. Saya menjadi teringat kepada anggota keluargaku yang konon&amp;nbsp;sedang ngambek kepada pasangan hidupnya. Sudah berminggu-minggu mereka saling&lt;br /&gt;tidak berbicara :-(. Aduh, kalian masih bisa makan bakmi, masih sehat segar&amp;nbsp;bugar, kog sampai seperti itu sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa lagi yang dikerjakan Jean di dalam kelumpuhan totalnya selain menulis buku?&amp;nbsp;Ia mendirikan suatu asosiasi penderita 'locked-in syndrome' untuk membantu&amp;nbsp;keluarga penderita. Ia juga menjadi bintang film alias memegang peran di dalam&amp;nbsp;suatu film yang dibuat TV Perancis yang menceritakan kisahnya. Ia merencanakan&amp;nbsp;buku lainnya setelah ia selesai menulis yang pertama. Pokoknya ia hidup seperti&lt;br /&gt;yang dikehendaki Penciptanya, 'to celebrate life', to do something good for&amp;nbsp;others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapapun kemelutnya keadaan Anda saat ini, mereka yang sedang stress&amp;nbsp;berat, mereka yang sedang berkelahi baik dengan diri sendiri maupun melawan&amp;nbsp;orang lain atau anggota keluarga, mereka yang sedang tidak bahagia karena&amp;nbsp;kebutuhan hidupnya tidak terpenuhi, mereka yang masih mencari pekerjaan yang&lt;br /&gt;sesuai dengan keahliannya, mereka yang sedang di-PHK-kan, sedang dilecuti&amp;nbsp;dicambuk, saya yakin Anda, seperti saya, masih bisa menelan ludah. Semoga kita&amp;nbsp;semua tidak terus menjadi whiner, pengeluh abadi, manusia yang sukar puas. Salam&amp;nbsp;dari yang akan makan bakso Joss di Karawaci, salah satu makanan favorit isteriku&amp;nbsp;:-).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-7926948561345011174?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/7926948561345011174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/jean-dominique-bauby.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7926948561345011174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7926948561345011174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/jean-dominique-bauby.html' title='Jean-Dominique Bauby'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-1170059515683777964</id><published>2009-12-04T18:45:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T18:49:19.205-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Resensi Buku'/><title type='text'>Resensi buku : Manusia Indonesia</title><content type='html'>Oleh : Nur Kholish Wardi, M.H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari artikel ST Sularto di Kompas (21/7/2008) yang berjudul Masa Depan "Manusia&amp;nbsp;Indonesia"-nya Mochtar Lubis.&amp;nbsp;&amp;nbsp;Saya teringat, dulu pernah mengoleksi buku tersebut tetapi setelah saya geledah rak buku satu persatu, ternyata buku tersebut sudah tidak ketahuan rimbanya. Untunglah paman&amp;nbsp;google&amp;nbsp;&amp;nbsp;berbaik hati&amp;nbsp;&amp;nbsp;menyisir tumpukan file dengan kata “manusia&amp;nbsp;Indonesia”. Dari sisiranya diketahui, buku tersebut telah di cetak ulang oleh penerbit Yayasan Obor&amp;nbsp;Indonesia, lengkap dengan resensinya. Bagi yang suka memburu buku, “manusia Indonesia” sangat layak dikoleksi: paparannya “danta”,&amp;nbsp;&amp;nbsp;membaca&amp;nbsp;buku ini kita harus siap mental&amp;nbsp;dipreteli&amp;nbsp;pakaian kita&amp;nbsp;&amp;nbsp;satu persatu (saya sendiri sedang memeriksa apakah yang termasuk&amp;nbsp;di preteli?), buku ini juga bisa kita jadikan kaca mata untuk melihat para alumni yang menjadi caleg, dan terakhir kalau kebetulan jalan-jalan ke toko buku mendapatkan buku tersebut (biasanya Sire), saya titip beliin satu.&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=1170059515683777964" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Judul&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: Manusia&amp;nbsp;Indonesia&lt;br /&gt;Pengarang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: Mochtar Lubis&lt;br /&gt;Cetakan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: II Maret 2008&lt;br /&gt;tebal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: Viii + 140 halaman&lt;br /&gt;Penerbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;: Yayasan Obor&amp;nbsp;Indonesia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di taman Ismail marzuki,&amp;nbsp;Jakarta&amp;nbsp;pada 16 April 1977, Mochtar Lubis menyampaikan pidato yang kemudian ramai dibicarakan. Pidato berjudul "Manusia&amp;nbsp;Indonesia" itu disampaikannya dengan&amp;nbsp;gayadan sikapnya yang suka berterus terang. Sehingga pro dan kontra pun bermunculan menanggapi sifat-sifat negatif orang&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;yang ia kemukakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxnJMk2IXlI/AAAAAAAAAC8/1HZpkmf0_yM/s1600-h/manusia-indonesia.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxnJMk2IXlI/AAAAAAAAAC8/1HZpkmf0_yM/s320/manusia-indonesia.jpg" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Di dalam buku ini pidato “manusia&amp;nbsp;Indonesia” dimuat secara lengkap, bukan ringkasan atau hanya potongan-potongannya saja seperti yang dimuat di media&amp;nbsp;massa&amp;nbsp;pada masa itu. Sifat-sifat manusia yang dituturkan Mochtar Lubis pada pidatonya tersebut merupakan sebuah pandangan atau analisa. Namun, lebih tepat jika dikatakan ciri manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;yang distreotipkan. Sebagaimana layaknya stereotip maka pendapat Mochtar Lubis ini tidak dapat dikatakan benar secara keseluruhan dan tidak pula seluruhnya salah. Sterotip itu muncul dari pengalaman, observasi, prasangka, pemikiran, serta penilaian secara kritis. Maka begitu pulalah dengan ciri-ciri manusia yang disampaikan oleh Mochtar Lubis, hanya stereotip. Hasil dari pengalaman, observasi, prasangka, pemikiran serta penilaiannya secara kritis mengenai ciri-ciri manusia&amp;nbsp;Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Secara garis besar ada enam ciri manusia yang dikemukakan oleh Mochtar Lubis, diantaranya Munafik atau &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;hiporkrit, enggan dan segan bertanggung jawab, bersikap dan berprilaku feodal, Percaya takhayul, artistik (berbakat seni) dan lemah watak atau karakternya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ciri pertama: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Munafik &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;atau &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hiporkrit&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Munafik atau hipokrit ini muncul; terbentuk pada karakter manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;sejak masa feodal dan kolonial. Manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;sering berpura-pura, lain di muka, lain di belakang. Sistem feodal dan kolonial di masa lampau menekan rakyat dan menindas segala inisiatif rakyat. Sehingga secara langsung atau tidak langsung, memaksa manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;menyembunyikan apa sebenarnya yang dirasakannya, dipikirkannya, dikehendakinya. Semua itu disembunyikan karena takut akan mendapatkan ganjaran yang membawa bencana bagi dirinya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ciri&amp;nbsp;Kedua: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Enggan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Segan Bertanggung jawab&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Untuk ciri ini Mochtar Lubis mengambil contoh yang menarik. Kalimat ”Bukan Saya” acap kali terlontar dari mulut Manusia&amp;nbsp;Indonesia. Ini menurut Mochatar Lubis merupakan bukti nyata rasa enggan dan segan bertanggung jawab itu memang ada dalam diri manusia&amp;nbsp;Indonesia. Misalnya, jika terjadi suatu kesalahan atau kegagalan pada suatu lembaga. Maka atasan akan berkata ”Bukan Saya” lalu menggeser kesalahan ke bawahan. Begitu seterusnya hingga jabatan terbawah. Ketika sampai ke jabatan yang terbawah bukan berarti rasa enggan bertanggung jawab itu tidak ada. Tetap saja dan kata ”bukan saya” pada atasan akan berganti menjadi ” Saya hanya melaksanakan perintah dari atasan!” ketika sampai pada bawahan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ciri Ketiga: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bersikap dan Berprilaku Feodal&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Feodalisme ini ditandai dengan yang berkuasa sangat tidak suka mendengar kritik. Sedangkan yang lain menjadi segan untuk melontarkan kritik. Manusia yang berada di kalangan atas mengharapkan agar manusia yang berada di bawahnya, baik itu kepangkatannya, kekuasaan, kedudukan yang erat kaitannya dengan kepangkatan atau kekayaan mengabdi kepadany dengan segala rupa. Pengabdian itu bisa berbentuk segala rupa patuh, hormat, takut dan merendah diri. Begitu pula dengan bawahan, mereka dengan jiwa feodalnya bersedia untuk mengabdi pada yang lebih ’di atas’ tadi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ciri Keempat : &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Percaya pada Takhayul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Jika di zaman dulu manusia percaya gunung, pohon, keris memiliki kekuatan gaib. Begitu pula dengan manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;masa sekarang. Sampai sekarang manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;yang modern pun, baik itu yang telah bersekolah, telah berpendidikan modern sekalipun masih terus juga membuat jimat mantra atau lambang-lambang. Manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;sangat cenderung percaya menara, semboyan atau lambang yang dibuatnya sendiri. Misalnya saja Pancasila. Manusia Indonsia tidak peduli apakah telah melaksanakan dengan baik dan benar atau belum Pancasila itu. Mereka tetap saja dengan penuh keyakinan bahwa setelah mengucapkannya maka masyarakat pancasila itu telah tercipta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ciri Kelima: &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Artistik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dari keenam ciri manusia yang dikemukakan Mochtar Lubis hanya ciri inilah yang merupakan ciri positif. Suatu ciri yang menarik dan mempesonakan dan merupakan sumber dan tumpuan hari depan manusia&amp;nbsp;Indonesia. Manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;hidup dengan perasaan sensualnya yang kemudian membuat daya artistik berkembang lalu tertuang dalam segala rupa ciptaan artistik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Ciri Keenam : &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Watak Yang lemah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;menurut Mochtar Lubis mau mengubah keyakinannya agar dapat ”Bertahan”. Kegoyahan watak serupa ini merupakan akibat dari ciri manusia feodal. Ciri ini termasuk ke dalam upaya untuk menyenangkan atasan dan menyelamatkan diri.&lt;br /&gt;Keenam ciri manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;tersebut dipaparkan Mochtar Lubis dengan contoh-contoh yang konkrit menurutnya. Contoh-contoh ini dapat memudahkan pembaca mencerna lebih mudah ciri-ciri manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;yang ia yakini. Di akhir pidato tersebut ia juga menambahkan saran-saran agar ciri-ciri yang negatif tersebut dapat diminimalisasi atau malah dihilangkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Melalui pidatonya ini Mochtar Lubis mencoba untuk membangkitkan pemikiran kritis. Namun, sebagaimana yang telah disinggung sebelumnya ciri manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;ini hanyalah stereotip. Sehingga bermunculanlah pro dan kontra untuk menanggapinya. Di dalam buku ini beberapa tanggapan baik pro atau pun kontra juga dimuat. Sehingga dapat membantu pembaca untuk menganalisa. Apakah benar ada ciri-ciri manusia&amp;nbsp;Indonesia&amp;nbsp;yang dipaparkan Mochtar Lubis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pada beberapa tanggapan ada yang menyatakan Mochtar Lubis hanya berpikir Subjektif karena tidak ada data ilmiah.&amp;nbsp;Ada&amp;nbsp;pula yang mengatakan sifat-sifat tersebut merupakan sifat-sifat hakiki yang dimiliki seluruh insan manusia di dunia. Selain, itu ada pula yang menyatakan ciri tersebut hanyalah ciri-ciri sementara yang dapat atau akan berubah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 7.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Bagaimana pun juga terlepas dari benar atau salah apa yang dikemukakan Mochtar Lubis, paling tidak dapat menjadi referensi. Jikalau ciri-ciri negatif tersebut memang ada dan dapat mengganggu atau menghambat pembangunan dan pertumbuhan negara, maka harus cepat diminimalisir bahkan disingkirkan. Karena inti dari suatu negara bukanlah sistem, namun pembuat dan pelaksana sistemlah yang merupakan poin penting. Semua manusia di dalamnya, manusia&amp;nbsp;Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-1170059515683777964?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/1170059515683777964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/resensi-buku-manusia-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1170059515683777964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/1170059515683777964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/resensi-buku-manusia-indonesia.html' title='Resensi buku : Manusia Indonesia'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxnJMk2IXlI/AAAAAAAAAC8/1HZpkmf0_yM/s72-c/manusia-indonesia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6774318048115013632</id><published>2009-12-04T18:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T19:17:03.953-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Filsafat'/><title type='text'>"Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;Oleh : Nurul Atiq Tajuddin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jacques Derrida (1930–2004) adalah seorang filsuf Prancis, yang dianggap sebagai tokoh penting post-strukturalis-posmodernis.Derrida lahir dalam lingkungan keluarga Yahudi pada 15 Juli 1930 di Aljazair. Pada tahun 1949 ia pindah ke Prancis, di mana ia tinggal sampai akhir hayatnya. Ia kuliah dan akhirnya mengajar di École Normale Supérieure di Paris. Derrida pernah mendapat gelar doctor honoris causa di Universitas Cambridge. Ia meninggal dunia karena penyakit kanker pada 2004.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxnLrlS4fbI/AAAAAAAAADE/g3LhvRg74rg/s1600-h/derrida_lemonde.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxnLrlS4fbI/AAAAAAAAADE/g3LhvRg74rg/s200/derrida_lemonde.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Derrida muda dibesarkan dalam lingkungan yang agak bersikap diskriminatif. Ia mundur atau dipaksa mundur dari sedikitnya dua sekolah, ketika ia masih anak-anak, semata-mata karena ia seorang Yahudi. Ia dipaksa keluar dari sebuah sekolah, karena ada batas kuota 7 persen bagi warga Yahudi. Meskipun Derrida mungkin tidak akan suka, jika dikatakan bahwa karyanya diwarnai oleh latar belakang kehidupannya ini, pengalaman kehidupan ini tampaknya berperan besar pada sikap Derrida yang begitu menekankan pentingnya kaum marginal dan yang lain, dalam pemikirannya kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derrida dua kali menolak posisi bergengsi di Ecole Normale Superieure, di mana Sartre, Simone de Beauvoir, dan mayoritas kaum intelektual serta akademisi Perancis memulai karirnya. Namun, akhirnya ia menerima posisi itu pada usia 19. Ia kemudian pindah dari Aljazair ke Perancis, dan segera sesudahnya ia mulai berperan utama di jurnal kiri Tel Quel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya awal Derrida di bidang filsafat sebagian besar berkaitan dengan fenomenologi. Latihan awalnya sebagai filsuf dilakukan melalui kacamata Edmund Husserl. Inspirasi penting lain bagi pemikiran awalnya berasal dari Nietzsche, Heidegger, De Saussure, Levinas dan Freud. Derrida mengakui utang budinya kepada para pemikir itu dalam pengembangan pendekatannya terhadap teks, yang kemudian dikenal sebagai 'dekonstruksi'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1967, Derrida sudah menjadi filsuf penting kelas dunia. Ia menerbitkan tiga karya utama (Of Grammatology, Writing and Difference, dan Speech and Phenomena). Seluruh karyanya ini memberi pengaruh yang berbeda-beda, namun Of Grammatology tetap karyanya yang paling terkenal. Pada Of Grammatology, Derrida mengungkapkan dan kemudian merusak oposisi ujaran-tulisan, yang menurut Derida telah menjadi faktor yang begitu berpengaruh pada pemikiran Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keasyikan Derrida dengan bahasa dalam teks ini menjadi ciri khas sebagian besar karya awalnya. Sejak penerbitan karya-karya tersebut serta teks-teks penting lain (termasuk Dissemination, Glass, The Postcard, Spectres of Marx, The Gift of Death, dan Politics of Friendship), dekonstruksi secara bertahap meningkat, dari memainkan peran utama di benua Eropa, kemudian juga berperan penting dalam konteks filosofis Anglo-Amerika. Peran ini khususnya terasa di bidang kritik sastra, dan kajian budaya, di mana metode analisis tekstual dekonstruksi memberi inspirasi kepada ahli teori, seperti Paul de Man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekonstruksi sering menjadi subyek kontroversi. Ketika Derrida diberi gelar doctor honoris causa di &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Cambridge pada 1992, banyak protes bermunculan dari kalangan filsuf “analitis.” Sejak itu, Derrida juga mengadakan banyak dialog dengan filsuf-filsuf seperti John Searle, yang sering mengeritiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun, dari banyaknya antipati tersebut, tampak bahwa dekonstruksi memang telah menantang filsafat tradisional lewat berbagai cara penting. Derrida dianggap sebagai salah satu filsuf terpenting abad ke-20 dan ke-21. Istilah-istilah falsafinya yang terpenting adalah différance dan dekonstruksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memposisikan Derrida&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memahami pemikiran Derrida. Untuk memudahkan mempelajarinya, kita coba menempatkannya dalam konteks pergeseran pemikiran pada era 1950-an sampai 1970-an, dari modernitas ke posmodernitas, dan dari strukturalisme ke post-strukturalisme. De Saussure, Chomsky, Jacobson dan Levi-Strauss mewakili kalangan strukturalis-modernis. Sedangkan Derrida bersama Lacan, Kristeva, Foucault, Barthes, dan Baudrillard, “bisa dikatakan” mewakili post-strukturalis-posmodernis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran kalangan posmodernis itu sendiri bisa dibagi tiga. Pertama, yang merevisi pemikiran modernitas, namun cenderung kembali ke pola pemikiran pra-modern seperti metafisika New Age. Tokohnya seperti Capra, Zukav, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pemikiran yang merevisi modernisme tanpa menolaknya mentah-mentah, melainkan melakukan perbaikan di sana-sini yang dirasa perlu. Jadi, semacam kritik imanen terhadap modernism, dalam rangka mengatasi konsekuensi negatifnya. Mereka di antaranya: Habermas, Whitehead, Gadamer, Rorty, dan Ricoeur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pemikiran yang memandang bahwa sisi gelap dari modernitas bukanlah sekadar efek samping dari pemikiran Pencerahan, melainkan sebagai sesuatu yang melekat di dalamnya.[1] Para pemikir dari kalangan ini terkait erat dengan dunia sastra dan linguistik. Mereka ingin melampaui bahasa, yang secara tradisional dipandang sebagai cermin untuk menggambarkan dunia atau realitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya, dengan melakukan dekonstruksi gambaran-dunia, sehingga cenderung anti-gambaran-dunia sama sekali. Gambaran-dunia yang ingin dibongkar itu, misalnya, adalah diri, Tuhan, tujuan, makna, kebenaran, dunia-nyata, dan sebagainya. Para pemikir dari kelompok ini adalah Foucault, Vattimo, Lyotard, dan Derrida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Oposisi Biner ke Metafisika Kehadiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami Derrida, kita mencoba melacak kronologi pemikirannya dari strukturalisme Saussurean yang bernuansa modernitas tersebut. Menurut paham strukturalisme, kenyataan tertinggi dari realitas adalah struktur. Struktur itu sendiri adalah saling hubungan antar-konstituen, bagian-bagian, atau unsur-unsur pembentuk keseluruhan, sebagai penyusun sifat khas, atau karakter dan koeksistensi, dalam keseluruhan bagian-bagian yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bahasa dilihat secara struktural, bisa disimpulkan bahwa bahasa bisa ada karena adanya sistem perbedaan (system of difference), dan inti dari sistem perbedaan ini adalah oposisi biner (binary opposition). Seperti, oposisi antara penanda/petanda, ujaran/tulisan, langue/parole.&lt;br /&gt;Oposisi biner dalam linguistik ini berjalan seiring dengan hal yang sama dalam tradisi filsafat Barat, seperti: makna/bentuk, jiwa/badan, transendental/imanen, baik/buruk, benar/salah, maskulin/feminin,intelligible/sensible, idealisme/ materialisme, lisan/tulisan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam oposisi biner ini terdapat hirarki. Yang satu dianggap lebih superior dari pasangannya. Misalnya, jiwa diangap lebih mulia dari badan, rasio dianggap lebih unggul dari perasaan, maskulin lebih dominan dari feminin, dan sebagainya. Dalam linguistik Saussurean, lisan (ujaran) dianggap lebih utama dari tulisan, karena tulisan dipandang hanya sebagai representasi dari lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derrida, seperti banyak teoritisi kontemporer Eropa, asyik berusaha membongkar kecenderungan oposisional biner yang mewarnai sebagian besar tradisi filsafat Barat tersebut. Dekonstruksi yang dicanangkan Derrida tidaklah mengajukan sebuah narasi besar atau teori baru tentang hakikat dunia kita. Ia membatasi diri pada membongkar narasi-narasi yang sudah ada, dan mengungkapkan hirarki-hirarki dualistik yang disembunyikan.[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oposisi biner paling terkemuka, yang dibongkar dalam karya awal Derrida, adalah antara ujaran (speech) dan tulisan (writing). Menurut Derrida, pemikir-pemikir seperti Plato, Rousseau, De Saussure, dan Levi-Strauss, semua telah melecehkan kata tertulis dan lebih mengutamakan ujaran, dengan mengontraskan, dan menempatkan ujaran sebagai semacam saluran murni bagi makna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumen mereka adalah kata-kata yang diucapkan adalah simbol dari pengalaman mental (makna, kebenaran). Sedangkan kata-kata tertulis –sebagai sekadar representasi dari ujaran-- hanyalah turunan kedua, atau sekadar simbol dari simbol yang sudah ada (ujaran) tersebut.&lt;br /&gt;Ujaran menurut De Saussure adalah kesatuan petanda (signifie) dan penanda (signifiant), yang dianggap kelihatan menjadi satu dan sepadan, yang membangun sebuah tanda (sign). Makna atau kebenaran adalah petanda, yaitu isi yang diartikulasikan oleh penanda yang berupa suara/bentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran yang semula berada di luar penanda (eksternal), kemudian menjadi lekat dengan penanda itu sendiri dalam bahasa. Dia bisa hadir lewat penanda. Kesatuan antara bentuk (penanda) dan isi (petanda) inilah yang disebut Derrida sebagai metafisika kehadiran (metaphysic of presence). Metafisika kehadiran, yang terkadang disebut logosentrisme, berasumsi bahwa sesuatu yang bersifat fisik (penanda) dan yang melampaui fisik (petanda) dapat hadir secara bersamaan, dan hal ini hanya mungkin dalam ujaran, bukan tulisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa mempersoalkan rincian tentang cara para pemikir itu menetapkan dan membenarkan oposisi hirarkis semacam ini, penting untuk diingat bahwa strategi pertama dekonstruksi adalah membalikkan oposisi-oposisi yang sudah ada. Derrida menyangkal oposisi-oposisi biner semacam itu, dan akhirnya juga menolak kebenaran tunggal atau logos itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Differance dan Difference&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karyanya, Of Grammatology, Derrida berusaha menunjukkan bahwa struktur penulisan dan gramatologi lebih penting dan bahkan “lebih tua” ketimbang yang dianggap sebagai struktur murni kehadiran diri (presence-to-self), yang dicirikan sebagai kekhasan atau keunggulan lisan atau ujaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh, dalam keseluruhan bab Course in General Linguistics karya Ferdinand de Saussure, Saussure mencoba membatasi ilmu linguistik hanya pada fonetik (phonetic) dan kata yang bisa didengar (audible word). Dalam penyelidikan ini, Saussure sampai mengatakan bahwa "bahasa dan tulisan adalah dua sistem tanda yang berbeda: yang kedua eksis semata-mata hanya untuk representasi dari yang pertama". Bahasa, tegas Saussure, memiliki tradisi oral yang independen dari penulisan, dan keindependenan inilah yang membuat sebuah ilmu murni ujaran dimungkinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derrida dengan berapi-api menolak hirarki ini. Derrida sebaliknya berargumentasi bahwa semua yang bisa diklaim terhadap tulisan –seperti, bahwa itu sekadar merupakan turunan (derivatif) dan hanya merujuk ke tanda-tanda lain— sebenarnya juga sama berlaku terhadap ujaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Derrida menyatakan bahwa signifikasi selalu merujuk ke tanda-tanda lain dan kita tidak akan pernah sampai ke suatu tanda yang hanya merujuk ke dirinya sendiri. Maka, tulisan bukanlah tanda dari sebuah tanda, namun lebih benar jika dikatakan bahwa tulisan adalah tanda dari semua tanda-tanda. Dan proses perujukan yang tidak terhingga (infinite) dan tidak habis-habisnya ini tidak akan pernah sampai ke makna itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah pengertian “tulisan” yang ingin ditekankan Derrida. Derrida menggunakan istilah arche-writing, yakni tulisan yang merombak total keseluruhan logika tentang tanda. Jadi, tulisan yang dimaksud Derrida bukanlah tulisan (atau tanda) sederhana, yang dengan mudah dianggap mewakili makna tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dengan cara lain, tulisan merupakan prakondisi dari bahasa, dan bahkan telah ada sebelum ucapan oral. Maka tulisan malah lebih “istimewa” daripada ujaran. Tulisan adalah bentuk permainan bebas dari unsur-unsur bahasa dan komunikasi. Tulisan merupakan proses perubahan makna terus-menerus dan perubahan ini menempatkan dirinya di luar jangkauan kebenaran mutlak (logos).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tulisan bisa dilihat sebagai jejak, bekas-bekas tapak kaki, yang harus kita telusuri terus-menerus, jika ingin tahu siapa si empunya kaki (yang kita anggap sebagai makna yang mau dicari). Proses berpikir, menulis dan berkarya berdasarkan prinsip jejak inilah yang disebut Derrida sebagai differance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Differance adalah kata Perancis yang jika diucapkan pelafalannya persis sama dengan kata difference. Kata-kata ini berasal dari kata differer yang bisa berarti “berbeda” sekaligus “menangguhkan/menunda.” Kita tak bisa membedakan differance dan difference hanya dengan mendengar ujaran (karena pelafalannya sama), tetapi harus melihat tulisannya. Di sinilah letak keistimewaan kata ini, yang sekaligus membuktikan tulisan lebih unggul ketimbang ujaran, sebagaimana diyakini Derrida.[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kata terucap (ujaran) membutuhkan tulisan untuk bisa berfungsi secara memadai, seperti ambiguitas dalam kata differance dan difference tersebut, maka ujaran itu sendiri selalu berjarak dari setiap apapun yang diklaim sebagai kejelasan kesadaran (clarity of consciousness). Pernyataan Derrida ini secara tegas telah membantah habis argumen De Saussure, yang berusaha memisahkan ujaran dan tulisan, dan melecehkan tulisan sebagai sesuatu yang nyaris tidak dibutuhkan oleh ujaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Differance adalah permainan perbedaan-perbedaan, jejak-jejak dari perbedaan-perbedaan, dan penjarakan (spacing), yang dengan cara tersebut unsur-unsur dikaitkan satu sama lain. Proses differance ini menolak adanya petanda absolut atau “makna absolute,” makna transendental, dan makna universal, yang diklaim ada oleh De Saussure dan oleh pemikiran modern pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Derrida, penolakan ini harus dilakukan karena adanya penjarakan (spacing), di mana apa yang dianggap sebagai petanda absolut sebenarnya hanyalah selalu berupa jejak di belakang jejak. Selalu ada celah atau kesenjangan antara penanda dan petanda, antara teks dan maknanya. Celah ini membuat pencarian makna absolut mustahil dilakukan. Setelah “kebenaran” ditemukan, ternyata masih ada lagi jejak “kebenaran” lain di depannya, dan begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa yang dicari manusia modern selama ini, yaitu kepastian tunggal yang “ada di depan,” tidaklah ada dan tidak ada satu pun yang bisa dijadikan pegangan. Karena, satu-satunya yang bisa dikatakan pasti, ternyata adalah ketidakpastian, atau permainan. Semuanya harus ditunda atau ditangguhkan (deferred) sembari kita terus bermain bebas dengan perbedaan (to differ). Inilah yang ditawarkan Derrida, dan posmodernitas adalah permainan dengan ketidakpastian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerapan dan Sistematika Dekonstruksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, dekonstruksi adalah cara atau metode membaca teks. Dekonstruksi berfungsi dengan cara masuk ke dalam analisis berkelanjutan, yang terus berlangsung, terhadap teks-teks tertentu. Ia berkomitmen pada analisis habis-habisan terhadap makna literal teks, dan juga untuk menemukan problem-problem internal di dalam makna tersebut, yang mungkin bisa mengarahkan ke makna-makna alternatif, di pojok-pojok teks (termasuk catatan kaki) yang diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekonstruksi menyatakan bahwa di dalam setiap teks terdapat titik-titik ekuivokasi (pengelakan) dan kemampuan untuk tidak memutuskan (undecidability), yang mengkhianati setiap stabilitas makna yang mungkin dimaksudkan oleh si pengarang dalam teks yang ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses penulisan selalu mengungkapkan hal yang diredam, menutupi hal yang diungkapkan, dan secara lebih umum menerobos oposisi-oposisi yang dipikirkan untuk kesinambungannya. Inilah sebabnya mengapa “filsafat” Derrida begitu berlandaskan pada teks, dan mengapa term-term kuncinya selalu berubah, karena selalu tergantung pada siapa atau apa yang ia cari untuk didekonstruksi, sehingga titik pengelakan selalu dilokasikan di tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga memastikan bahwa setiap upaya untuk menjelaskan apa itu dekonstruksi harus dilakukan dengan hati-hati. Ada suatu paradoks dalam upaya membatasi atau mengurung dekonstruksi pada satu maksud menyeluruh tertentu, mengingat dekonstruksi justru berlandaskan pada hasrat untuk mengekspos kita terhadap keseluruhan yang lain (tout autre), dan untuk membuka diri terhadap berbagai kemungkinan-kemungkinan alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ini berisiko membuat kita semakin sulit memahami pemikiran Derrida. Adanya perbedaan yang lebar dan diakui meluas, antara karya-karya awal dan karya-karya terakhir Derrida, juga menjadi contoh yang jelas bagi kesulitan yang akan muncul, jika kita menyatakan bahwa “dekonstruksi mengatakan ini” atau “dekonstruksi melarang itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada ciri tertentu dari dekonstruksi yang bisa kita lihat. Misalnya, keseluruhan upaya Derrida dilandaskan pada keyakinannya tentang adanya dualisme, yang hadir dan tak bisa dicabut lagi pada berbagai pemikiran filsafat Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhasan cara baca dekonstruktif, yang dalam proses selanjutnya membuatnya sangat bermuatan filosofis, adalah bahwa unsur-unsur yang dilacaknya untuk kemudian dibongkar bukanlah sekadar inkonsistensi logis, argumen yang lemah, atau premis tidak akurat yang terdapat dalam teks, sebagaimana yang biasanya dilakukan pemikiran modernisme. Melainkan, unsur yang secara filosofis menjadi penentu atau unsur yang memungkinkan teks tersebut menjadi filosofis. Singkatnya, kemungkinan filsafat itu sendirilah yang dipersoalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, dalam metode dekonstruksi, atau lebih tepatnya pembacaan dekonstruktif, filsafat diartikan sebagai tulisan, dan oleh karenanya, filsafat tidak pernah berupa ungkapan transparan pemikiran langsung. Sebab, setiap pemikiran filosofis tentu disampaikan melalui sistem tanda yang berkarakter material, baik grafis maupun fonetis. Dan sistem tanda itu tentu juga tak hanya digunakan untuk kepentingan filosofis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat yang pada dasarnya adalah tulisan, ingin melepaskan statusnya sebagai tulisan, dan keluar dari kerangka fisik kebahasaan yang digunakannya. Bahasa ingin digunakan sebagai sarana transparan untuk menghadirkan makna dan kebenaran riil yang ekstra-linguistik, atau dalam istilah kita tadi, kebenaran absolut, kebenaran yang betul-betul benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tujuan metode dekonstruksi adalah menunjukkan ketidakberhasilan upaya penghadiran kebenaran absolut, dan ingin menelanjangi agenda tersembunyi yang mengandung banyak kelemahan dan ketimpangan di balik teks-teks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistematika penerapan dekonstruksi dalam berhadapan dengan teks, adalah: Pertama, mengidentifikasi hirarki oposisional dalam teks, di mana biasanya terlihat peristilahan mana yang diistimewakan secara sistematis dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, oposisi-oposisi itu dibalik dengan menunjukkan adanya saling ketergantungan di antara yang saling bertentangan atau privilesenya dibalik. Ketiga, memperkenalkan sebuah istilah atau gagasan baru yang ternyata tidak bisa dimasukkan ke dalam kategori oposisional lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan langkah-langkah semacam ini, pembacaan dekonstruktif berbeda dari pembacaan biasa. Pembacaan biasa selalu mencari makna sebenarnya dari teks, atau bahkan terkadang berusaha menemukan makna yang lebih benar, yang teks itu sendiri barangkali tidak pernah memuatnya. Sedangkan pembacaan dekonstruktif ingin mencari ketidakutuhan atau kegagalan setiap upaya teks menutup diri dengan makna atau kebenaran tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh Dekonstruksi terhadap Kajian Budaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian budaya, dekonstruksi Derrida memberi pengaruh penting. Berkat dekonstruksi Derrida, makna kini tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang mutlak, tunggal, universal, dan stabil, tetapi makna selalu berubah. Klaim-klaim kebenaran absolut, kebenaran universal, dan kebenaran tunggal, yang biasa mewarnai gaya pemikiran filsafat sebelumnya, semakin digugat, dipertanyakan, dan tidak lagi bisa diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sepintas, seolah-olah tidak ada tawaran “konkret” dari metode dekonstruksi. Namun, yang dimaui oleh dekonstruksi adalah menghidupkan kekuatan-kekuatan tersembunyi yang turut membangun teks. Teks dan kebudayaan tidak lagi dipandang sebagai tatanan makna yang utuh, melainkan sebagai arena pertarungan yang terbuka. Atau tepatnya, permainan antara upaya penataan dan chaos, antara perdamaian dan perang, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesusastraan, misalnya, dekonstruksi ditujukan sebagai metode pembacaan kritis yang bebas, guna mencari celah, kontradiksi dalam teks yang berkonflik dengan maksud pengarang. Dalam hal ini, membaca teks bukan lagi dimaksudkan untuk menangkap makna yang dimaksudkan pengarang, melainkan justru untuk memproduksi makna-makna baru yang plural, tanpa klaim absolut atau universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses itu, penafsir juga tidak bisa mengambil posisi netral tatkala menganalisis suatu teks tanpa dirinya sendiri dipengaruhi atau dibentuk oleh teks-teks yang pernah ia baca. Teks itu sendiri juga tidak bisa diasalkan maknanya semata-mata pada gagasan si pengarang, karena pikiran pengarang juga merujuk kepada gagasan-gagasan pengarang lain yang mempengaruhinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekonstruksi, seperti juga pendekatan posmodernisme lainnya, dengan demikian cocok dengan konsep pluralitas budaya, pluralitas permainan bahasa, banyaknya wacana, penghargaan terhadap perbedaan, dan membuka diri terhadap yang lain (the other).[4] Penghargaan terhadap perbedaan, pada “yang lain” ini membuka jalan bagi penghargaan pada pendekatan lokal, regional, etnik, baik pada masalah sejarah, seni, politik, masyarakat, dan kebudayaan pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang bersifat lokal, atau etnik, dan sebagainya kini mendapat tempat, dan pada gilirannya akan memperkaya dan menghasilkan deskripsi atau narasi-narasi khas masing-masing. Mungkin, inilah salah satu sumbangan penting dekonstruksi Derrida terhadap kajian budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adian, Donny Gahral. 2006. Percik Pemikiran Kontemporer: Sebuah Pengantar Komprehensif. Yogyakarta: Jalasutra.&lt;br /&gt;2. Bennington, Geoffrey. 2000. Interrupting Derrida. London/New York: Routledge.&lt;br /&gt;3. Christomy, T., dan Untung Yuwono (ed.). 2004. Semiotika Budaya. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI.&lt;br /&gt;4. Hardiman, F. Budi. 2007. Filsafat Fragmentaris. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.&lt;br /&gt;5. Honderich, Ted. 1995. The Oxford Companion to Philosophy. Oxford/New York: Oxford University Press.&lt;br /&gt;6. http://www.iep.utm.edu/d/derrida.htm (didownload pada 6 Desember 2008).&lt;br /&gt;7. Kathryn Woodward. 1999. Identity and Difference. London: Sage Publication.&lt;br /&gt;8. Lubis, Akhyar Yusuf. 2006. Dekonstruksi Epistemologi Modern: Dari Posmodernisme, Teori Kritis, Poskolonialisme, Hingga Cultural Studies. Jakarta: Pustaka Indonesia Satu.&lt;br /&gt;9. Magnis-Suseno, Franz. 2005. Pijar-Pijar Filsafat: Dari Gatholoco ke Filsafat Perempuan, dari Adam Muller&lt;br /&gt;ke Postmodernisme. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.&lt;br /&gt;10. Norris, Christopher. 2008. Membongkat Teori Dekonstruksi Jacques Derrida. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.&lt;br /&gt;11. Storey, John. 2006. Cultural Theory and Popular Culture: an Introduction. Fourth Edition. Athens, Georgia: The University of Georgia Press.&lt;br /&gt;12. Williams, James. 2005. Understanding Poststructuralism. Chesham: Acumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnotes:&lt;br /&gt;[1] Pandangan ini ditegaskan oleh Lyotard, Foucault, dan Baudrillard. Mereka mendukung gagasan Horkheimer dan Adorno, yang menyatakan bahwa logika dominasi dan penindasan sesungguhnya termuat dalam rasionalitas instrumental, yang logikanya bukan saja mendorong industrialisasi, tetapi juga kamp konsentrasi Auschwitz dan Belsen.&lt;br /&gt;[2] Kemampuan untuk tidak memutuskan (undecidability) adalah salah satu usaha Derrida yang terpenting, untuk mengacaukan oposisi biner atau dualisme, atau lebih akurat, untuk mengungkapkan bagaimana dualisme-dualisme itu selalu bermasalah. Sebuah undecidable, dan banyak sejenisnya dalam dekonstruksi, tidak bisa berpadu dengan polaritas ataupun dikotomi (seperti, dikotomi hadir/absen). Figur hantu, misalnya, tampaknya tidak-hadir tetapi juga tidak-absen, atau alternatifnya, hantu itu hadir sekaligus absen pada saat yang sama.&lt;br /&gt;[3] Saya banyak berutang pada Inyiak Ridwan Muzir, tentang penjelasan differance, difference, dan deferred, yang diutarakannya secara gamblang dalam pengantar buku terjemahan karya Norris.&lt;br /&gt;[4] Lubis, Akhyar Yusuf. 2008. Materi kuliah Filsafat Ilmu tentang “postmodernisme Lyotard” di Program Pascasarjana FIB-UI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6774318048115013632?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6774318048115013632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/dekonstruksi-derrida-dan-pengaruhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6774318048115013632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6774318048115013632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/dekonstruksi-derrida-dan-pengaruhnya.html' title='&quot;Dekonstruksi Derrida dan Pengaruhnya pada Kajian Budaya&quot;'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxnLrlS4fbI/AAAAAAAAADE/g3LhvRg74rg/s72-c/derrida_lemonde.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6694038320712929623</id><published>2009-12-04T03:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T19:35:25.586-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan perjalanan'/><title type='text'>Tertatih di Bumi Pagaruyung</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxjzVkka-MI/AAAAAAAAACM/Z6uCorFHVsc/s1600-h/DSC01593.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxjzVkka-MI/AAAAAAAAACM/Z6uCorFHVsc/s200/DSC01593.JPG" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Oleh : Cecep Maskanul Hakim&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Dosen-dosen kami bagitu antusias menyambut bank syariah. Ketika mendengar bank syariah buka cabang di sekitar sini, mereka minta agar kreditnya dipindahkan ke bank syariah itu.  Sebagai atasan saya harus membuat persetujuan. Masalahnya, bank syariah membuat skema yang saya sendiri sebagai dosen syariah jadi tidak mengerti.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Demikian ungkapan jujur sang Ketua STAIN soal rumitnya skema pemindahan hutang dari bank konvensional ke bank syariah. Obrolan di tengah rehat seminar tentang perbankan syariah itu  melukiskan betapa perjalanan perbankan syariah masuk ke masyarakat muslim sendiri belum mulus. Ada berbagai kendala untuk bisa diterima. Sebagian karena tidak harmonisnya berbagai ketentuan; syariah, Bank Indonesia dan kelaziman perbankan. Sebagian karena  memang pemahaman masyarakat yang belum cukup tentang perbankan syariah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seminar tentang akad-akad perbankan syariah di STAIN Batusangkar sebenarnya ditujukan untuk membahas sejauhmana Dewan Syariah Nasional-MUI merumuskan fatwa-fatwa mengenai produk  perbankan syariah. Tetapi suasana yang berkembang sebelum seminar sudah terlanjur kritis. Ada nuansa mempertanyakan keunikan perbankan syariah dari perbankan biasa. Seolah alam Pagaruyung sudah menggemakan tanya sebelum seminar dimulai: &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Apa bedanya bank syariah dengan bank konvensional?&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kebetulan ada pula kasus riilnya, yaitu pemindahan kredit di bank umum setempat ke bank syariah. Para dosen yang umumnya pegawai negeri mengajukan kredit kepada bank umum dengan  menjaminkan SK &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;pengangkatan mereka. Ketika mereka mendengar ada bank syariah yang membuka cabang di daerah sekitar, kesadaran beragama mereka pun muncul. Mereka kemudian meminta agar bank syariah dapat menerima pemindahan kredit yang telah mereka terima dari  bank daerah. Masalah muncul ketika kredit itu dipindahkan. Bank syariah menawarkan produk murabahah agar nasabah dapat membeli barang yang diinginkan. Para nasabah memprotes karena barang itu sudah mereka miliki. Bagaimana mungkin barang yang sudah dibeli  (walaupun uangnya dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;ngutang &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;) terus dibeli lagi? Yang mereka minta adalah agar bank syariah memindahkan hutang mereka dari bank konvensional, bukan malah disuruh beli barang lagi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Menyadari kesalahan itu, bank syariah akhirnya menggunakan produk Hiwalah. Caranya, nasabah diberikan pinjaman dulu untuk melunasi kewajibannya kepada bank yang lama. Lalu nasabah  menjual barang kreditan (yang telah dilunasi itu) kepada bank syariah. Lalu bank syariah menjualnya kembali dengan pembayaran angsuran. Cara seperti ini sebenarnya sudah sesuai dengan Fatwa DSN-MUI tentang pemindahan hutang. Tapi karena kesan yang terbentuk  dari awal sudah tidak bagus, maka cara itupun kembali menuai protes. Ungkapan-ungkapan bernada mempertanyakan perbedaan bank syariah dari bank konvensional kembali bermunculan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Kalau sudah begini keadaannya, tentu tidak mudah untuk memperbaikinya. Ibarat pepatah Melayu, sekali lancung ke ujian. Padahal bank syariah sedang berusaha menapak di tanah Pagaruyung  ini, mencari teman dan kerabat baru (alias networking), dalam rangka melaksanakan pepatah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; Tanpa itu, kehadirannya akan dianggap sebagai “bukan orang awak”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertanyaannya, mengapa mengapa Batusangkar dibidik? Mengapa tidak lainnya?&amp;nbsp; Batusangkar dulunya ibukota kerajaan Pagaruyung. Pemandangan di daerah ini masih luar biasa indah dan  alami. Disana-sini pesawahan terbentang luas, tepinya berkelok kiri dan kanan. Pohon kelapa menghiasi pematang-pematangnya didampingi pondok dari bilik bambu dan para petani yang sedang menghalau burung. Diujung pesawahan nampak gunung-gunung dan bukit yang  menghijau, bercanda dengan matahari pagi yang seakan bermalas-malasan untuk terbit.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Seperti umumnya daerah lain di ranah Minang, masyarakatnya masih kuat memegang adat dan agama. Setiap orang yang ingat Minang pasti ingat semboyan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Adat Basandi Syara’, Syara Basandi Kitabullah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; Meskipun kata orang sudah luntur, semboyan ini masih tetap diingat dan diperkatakan orang Minang. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Wabil khusus &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;masyarakat Tanah Datar, nama kabupaten yang menggantikan wilayah Pagaruyung sekarang. Tradisi ini pula yang akan dibangun kembali, meskipun dengan susah payah, mengingat liberalisme dan individualisme sudah merajalela dimana-mana.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Meskipun begitu, menapaki ranah Minang mestinya tidak bermodalkan emosi keagamaan semata. Memang benar, jika merujuk kepada pemetaan Bank Indonesia tahun 2004 tentang daerah potensial  bagi bank syariah. Disitu diperlihatkan bahwa Sumatera Barat merupakan daerah “hijau”. Warna itu bermakna potensial untuk pengembangan. Berbeda misalnya dengan warna merah muda (pink) seperti yang ditunjukkan oleh Kalimantan Tengah atau Bali. Jangan lupa bahwa  dalam pemetaan itu, unsur emosi keagamaan juga termasuk unsur penentu. Perlu diingat bahwa pada tahun 2003 ada juga penelitian mengenai potensi dan preferensi nasabah yang juga dilakukan Bank Indonesia. Sasarannya juga masyarakat&amp;nbsp; di Sumatera Barat. Hasilnya  menunjukkan bahwa masyarakat Minang yang menganggap bahwa bunga bank bertentangan dengan agama hanya berjumlah 30%. Jauh di bawah Jawa (rata2 42,5%), Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan (40%).&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Hal ini berarti bahwa meskipun punya semboyan di atas, masyarakat Minang masih tetap dengan sikap rasionalnya. Buat mereka, biarpun pakai label syariah, bila harganya mahal ya tetap  saja mahal. Artinya uang yang dikeluarkan lebih banyak daripada bank lainnya. Dalam beberapa sisi, sikap rasional ini terbukti &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;bikin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; mereka lebih maju dari masyarakat lainnya. Lelucon di pasar Senen yang mengatakan “orang Padang lebih maju dua-tiga langkah dari orang Cina”. Itu artinya kalau pedagang Cina berdagang di toko mereka, orang-orang Padang justru berjualan di jalanan  yang jaraknya dua-tiga langkah lebih kedepan. Karuan saja dagangan mereka &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;duluan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; yang dilihat oleh pembeli. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Alhasil, kalau bank syariah mau masuk ke daerah seperti ini, diperlukan minimal dua kompetensi bagi para pegawainya: pengetahuan syariah dan layanan yang murah. Jika tidak memiliki  kompetensi yang pertama, sebaiknya jujur saja dan serahkan kepada yang ahli. Jika layanan masih terasa mahal, sebaiknya keuntungan dikurangi. Kalaupun pilihannya tetap lebih mahal, semestinya kualitas dalam layanan harus lebih baik dari bank lainnya. Sejatinya  memang tidak selalu yang syariah itu lebih murah. Karena tidak ada korelasi khusus antara ketaatan syariah dengan murah-mahalnya suatu layanan. Masalahnya, jangan sampai terjadi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;double trouble¸&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt; sudah mahal, membingungkan pula. Kata Nabi yang mulia: “permudahlah, jangan persulit.”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Batusangkar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Pertengahan Oktober 2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;hr /&gt;&lt;span style="color: grey; font-family: Arial; font-size: xx-small;"&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;"This e-mail (including any attachments) is intended solely for the addressee and could contain information that is confidential; If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any use, disclosure,  copying or dissemination of this e-mail and any attachment is strictly prohibited and you should immediately delete it. This message does not necessarily reflect the views of Bank Indonesia. Although this e-mail has been checked for computer viruses, Bank  Indonesia accepts no liability for any damage caused by any virus and any malicious code transmitted by this e-mail. Therefore, the recipient should check again for the risk of viruses, malicious codes, etc as a result of e-mail transmission through Internet.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6694038320712929623?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6694038320712929623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/tertatih-di-bumi-pagaruyung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6694038320712929623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6694038320712929623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/tertatih-di-bumi-pagaruyung.html' title='Tertatih di Bumi Pagaruyung'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxjzVkka-MI/AAAAAAAAACM/Z6uCorFHVsc/s72-c/DSC01593.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-2603976301444855546</id><published>2009-12-03T05:54:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:25:20.863-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan'/><title type='text'>Menjaga identitas: memegang bara</title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxfEqzwyZII/AAAAAAAAABs/8Vcr_zOA2Oc/s1600-h/KH12.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxfEqzwyZII/AAAAAAAAABs/8Vcr_zOA2Oc/s320/KH12.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;“Gua bakalan masuk neraka” kata KH. Noer Alie suatu sore. Saat itu para santri baru saja akan membuka kitab Syarah Alfiah karangan Ibn ‘Aqil untuk dibaca dihadapan beliau. Terus terang para santri jadi bingung karena nggak ada hubungannya antara mata pelajaran ilmu Nahwu dengan neraka. lagian kalau selevel kiai aja masuk neraka, bagaimana mereka-mereka yang masih suka &lt;em&gt;ngelayap.&lt;/em&gt; Tanpa ditanya beliau meneruskan, bahwa ia baru saja membaca kembali hadits yang menyatakan orang yang suka memegang dan menyentuh tangan wanita pada hari Kiamat nanti akan diletakkan pada tangannya bara api neraka. “Lu bayangin gua tiap hari salaman sama anak perempuan, murid-murid gua sendiri, apa bukan neraka itu?” Beliau lalu tertunduk dan terlihat dari matanya menetes titik air. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Para santri terdiam. Lulusan Aliyah tahun 1983 yang kemudian diangkat menjadi santri PTA (Pesantren Tinggi Attaqwa) itu tidak banyak. Hanya 12 orang. Tapi pada pengajian sore itu seperti biasanya mereka digabung dengan para senior yang jumlahnya dua kali lipat. Saat itu tidak pernah terlintas dalam benak mereka bahwa kelak Bekasi akan menjadi kota dan daerah industri seperti sekarang ini. Atau tempat mereka nyantri sekarang akan dikelilingi perumahan yang penghuninya &lt;i&gt;nggak karu-karuan. &lt;/i&gt;Tantangan untuk menjaga identitas sebagai seorang santri saat itu justru datang dari dalam diri sendiri. Begitu banyak godaan untuk melepaskan peci, meminjam istilah sohib Zubair Murikh, yang kini sudah almarhum. Padahal saat itu, pilihan yang tersedia juga tidak banyak, selain tempat hiburan juga jauh-jauh. Jadi pilihan untuk menjadi baik dan buruk ada pada kemauan sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Melintasi pasar Marakkesh, sebuah &lt;i&gt;pojokan&lt;/i&gt; di perumahan Pondok Ungu Permai (PUP) malam minggu di bulan Juli 2009. Melewati keadaan sekeliling orang akan merasa seperti berada di dunia yang berbeda. Dunia yang sangat asing buat seorang santri. Begitu asingnya sehingga seorang santri tidak akan sadar bahwa daerah ini dulunya pesawahan luas dan terletak hanya beberapa jengkal dari pondok tercinta. Pondok tempat dulu para santri ditempa dengan keras dan tegas dalam masalah agama oleh seorang tokoh agama-pejuang, yang kini memperoleh penghargaan sebagai pahlawan nasional; KH. Noer Alie. Di sekitar Marakkesh ini ada jalan yang dipenuhi pedagang pinggir jalan yang berjualan bermacam barang, Ada juga jalan yang di tepinya berderet ratusan motor, dengan muda-mudi berkumpul di sana-sini. Terkadang terdengar suara cekikian dari beberapa diantara mereka. Selain itu ada jalan dimana kendaraan, terutama motor, lalu lalang tiada henti, &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;menyaingi ramainya jalan Sudirman-Thamrin di Jakarta. Padahal saat itu jam sudah menunjukkan angka 1. Langit di atas perumahan ini gelap, tidak berbulan dan tidak berbintang. Tapi suasana sangat terang oleh lampu jalan dan lampu taman, yang sering disebut “lampu tembak”. Tidak ada perumahan di Bekasi, sekota apapun tempatnya, yang pada malam minggu tingkat keramaiannya seperti disini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Keluar dari pintu gerbang PUP berbelok ke arah Pasar Ciplak. Orang akan melewati jalan yang kondisinya sudah sulit disebut jalan raya. Rusak dan berdebu. Tapi yang membuat kaget setengah mati adalah, di daerah yang dulu dikenal sebagai kota santri ini, pada malam minggu seperti ini, berkeliaran wanita memakai &lt;i&gt;tank top&lt;/i&gt; (orang kampung menyebutnya kutang) dan rok mini dengan dandanan menor seperti PSK. Selang beberapa jauh dari mereka ada beberapa lagi yang berjalan dibuat-buat, menunjukkan dengan jelas bahwa mereka adalah waria alias &lt;i&gt;bencong&lt;/i&gt;. Tidak jelas apa yang mereka lakukan malam-malam seperti ini, Tapi jika ukurannya adalah tradisi santri jaman &lt;i&gt;ngkong Kiai&lt;/i&gt;, wanita dan waria dengan pakaian seperti itu jelas bukan orang baik-baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Melewati pasar ciplak, suasana santri terasa lagi. Seorang teman berkomentar, &lt;em&gt;koq batas antara syurga dan neraka cuma beberapa meter saja ya&lt;/em&gt;? Tidak bisa dibayangkan bagaimana para santri harus mempertahankan identitas kesantriannya dengan situasi seperti ini. Dalam bahasa pak Kiai, para santri ibarat memegang bara. Panas dan tidak banyak yang bisa bertahan... &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Wallahu A'lam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Taman Rafflesia&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Akhir Nopember 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman';"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-2603976301444855546?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/2603976301444855546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/menjaga-identitas-memegang-bara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2603976301444855546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2603976301444855546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/menjaga-identitas-memegang-bara.html' title='Menjaga identitas: memegang bara'/><author><name>Ce-eM-Ha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13244963639790571692</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-sjs9VYBh9A8/TWHOoc0G5gI/AAAAAAAAAeo/nbHWfHOmwLY/s220/DSC01958.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxfEqzwyZII/AAAAAAAAABs/8Vcr_zOA2Oc/s72-c/KH12.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-2366567633331200344</id><published>2009-12-03T00:27:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T06:04:47.347-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><title type='text'>Maulid Nabi dan ponari (1)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;Oleh : Saefudin Asmara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxfFMHjavBI/AAAAAAAAAB0/ePe4kPJd7m8/s1600-h/S1010041.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxfFMHjavBI/AAAAAAAAAB0/ePe4kPJd7m8/s200/S1010041.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Cukup memilukan memang !&amp;nbsp;sederetan kasus yang belakangan terjadi "perebutan kue". baik "kue nasional hingga kue&amp;nbsp;lokal"&amp;nbsp;(istilah saya). Kue nasional lagi ramai direbutkan untuk mendapatkan kursi parlemen sedang kue lokal untuk mendapatkan seonggok makanan hanya untuk menganjal perut. Kesan tesebut mulai "tergiang"&amp;nbsp;dalam ingatan kita tentang pembagian zakat yang tidak terkoordir dengan baik hingga&amp;nbsp;dari sekian kaum dhuafa&amp;nbsp; menjadi korban karena "kue lokal" tadi. Saya rasa tidak hanya at taqwa di beberapa tempat&amp;nbsp;telah terjadi proses distribusi kue lokal yang tidak adil. Ini ada apa ? yang imbasnya nanti akan tercermin dalam pembagian "kue nasional".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8070576694045051693&amp;amp;postID=2366567633331200344" name="more"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Berbicara "kue lokal"&amp;nbsp;semua lapisan masyarakat&amp;nbsp;beranggapan bahwa "kue lokal" akan menjadi penyelesaian, ketika perut kaum dhuafa yang&amp;nbsp;terancam oleh "lapar" kian menghantui untuk bersikap lebih progresif, anarkhis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;dan maen hantam, akibatnya upaya untuk mendapatkan "kue lokal" tersebut tidak mengindahkan ancaman&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;bagi diri kaum dhuafa (saya rasa kita semua bila merasakan lapar). Apalagi di hembuskan isu akan kehabisan untuk mendapatkan "kue lokal" tadi, himpitan dan desakan tak terelakkan yang pada&amp;nbsp;gilirannya nyawapun melayang. Pertanyaan yang muncul adalah "mengapa harus terjadi" di negeri yang subur gempah ripah loh jenawi ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 12.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sekedar untuk menjawab hal ini bukan untuk mevonis siapa yang salah dalam praktek distribusi. Panitia kah ? atau orang-orang kita yang kurang sabar menanti bagian ? secara bijak hadrotu syekh Mbah Chollil &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;bangkalan pernah menuturkan cerita "pernah suatu kali ketika Mbah Cholil Bangkalan tertawa dalam sholat berjama'ah dia melihat se-orang Imam yang&amp;nbsp;menurut kalangan pesantren terkenal alim dan abid, lalu semua jama'ah heran dengan kelakuan mbah Cholil yang dianggapnya telah mengacaukan peserta sholat berjama'ah.. Sampai&amp;nbsp;membuat si Imam tadi marah, lalu&amp;nbsp;Mbah Cholil di tanya "kenapa kamu tertawa geli dalam sholat". Di Jawab oleh Mbah Chollil saya melihat bapak tadi perutnya berbunyi "kerucuk-kerucuk" hingga bergoyang-goyang dan didepan bapak&amp;nbsp;saya melihat ada makanan nasi besek yang begitu enak.. Tak heran karena ketajaman mata batin Mbah Cholil, Imam tersebut tertunduk.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Yang menarik lagi ketika Guru kita Hadrotu Syekh Kyai Noer Ali pernah dalam perjalanan peperangan semua pasukan hampir kelaparan, dengan kemulyaan ilmu dan amalnya Allah. Beliau berdo'a dan bermunajat agar didatangkan makanan untuk pasukannya yang hampir tenaganya terkuras lemas dari perjalanan yanga sangat jauh untuk melawan belanda. Saat itu juga, makanan kiriman dari Allah datang dan Kyai mempersilahkan kepada seluruh pasukan untuk makan dan tidak boleh ada yang tersisa. Namun ada salah seorang pasukan yang berani melawan titah Kyai. Ia tidak menghabiskan makanannya namun menyisakan untuk perjalanan berikutnya. Tapi apa yang terjadi makanan yang ia sisakan dalam tasnya semakin berat. Dan dia merasa aneh "kenapa tas ini semakin berat" ketika di buka ternyata makanannya telah menjadi batu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Dari kisah diatas, dapat kita petik hikmahnya adalah dalam keadaan lapar orang bisa lupa diri, sekaligus lupa tuhannya. Inilah yang pada gilirannya memicu keinginan syahwat yang tidak terkendali, kalau ingin belajar lapar itu terkendali pesan Rasulullah adalah dengan berpuasa sebagai suri tauladan yang baik.&amp;nbsp;Kupasan masalah puasa kita tidak banyak kuranng dengan ustad kita yang alumni timur tenngah. Namun ada hal yang sebenarnya belum terkupas secara tuntas adalah&amp;nbsp;istilah "tirakatan". Dalam kalanngan nahdliyiin puasa serinng dibarengi dengan tirakatan tidak tidur, atau makan makanan yang tidak bernyawa.&amp;nbsp;Bahkan Syekh Syaid Al Maliki pernah bertamu ke Mbah Hamid Pasuruan beliau salut dengan ulama yang ada di Indonesia Ilmunya sama, syareatnya juga sama, namun ada yang membedakan dan ini menjadi kekuatan ilmunya&amp;nbsp;memiliki keistimewaan yang tidak sekedar untuk dirinya sekaligus juga untuk masyarakat setempat ialah dengan "tirakatan".&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;wacana&amp;nbsp;baik&amp;nbsp;dari&amp;nbsp;"kue lokal ke kue nasional" berakibat munculnya persaingan yang tidak sehat, hal ini nampak dengan begitu banyaknya caleg-caleg kita yang menawarkan janji surga melalui kontestan sebagai kendaraan politiknya untuk merebutkan "kursi panas".&amp;nbsp;Pada gilirannya saling menjatuhkan dan menjelekan di mata publik gencar dilakukan oleh team sukses&amp;nbsp;yang ujung-ujungnya memicu distribusi suara yang tidak adil dan bahkan tidak imbang, apalagi MA memutuskan suara terbanyak bisa memungkinkan terjadinya jua-beli suara secara merata di kalangan caleg dan ini bukan lagi menjadi pendidikan politik rakyat untuk menjungjung tinggi nilai-nilai demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Pembagian Kue nasional yang nantinya bergulir pada tanggal 9 april menjadi momentum keterwakilan rakyat yang absurt, tak pelak rakyat hanya menjadi "sapi perah" para caleg untuk berkuasa tidak atas dasar kepentingan rakyat tapi atas dasar kepentingan umum. Umum adalah umumnya yang berkuasa (kelompok atau individunya) sedang yang tidak berkuasa tidak umum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kasus Ponari menarik untuk disimak, kalau saja ponari dengan kekuatan batunya mencalonkan diri dari sebagai salah satu&amp;nbsp;caleg dia bisa melebihi&amp;nbsp;&lt;b&gt;Parliamentary Thresouhodl atau 2.5 persen dari jumlah pemilih,&lt;/b&gt;bayangkan setiap hari yang datang ke rumahnya untuk berobat bisa mencapai puluhan ribu orang yang mengantri untuk mendapatkan batu ajaib tersebut. Bahkan dalam keadaan yang telah menjadi tren dukun cillik ini mampu menghipnotis orang berduyun-duyun datang kerumahnya hingga berakibat fatal, nyawa kemudian menjadi tarohannya, korban nyawa tak terhindarkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Batu menjadi rujukan atau alat&amp;nbsp;ponari untuk mendapatkan kemapanan secara ekonomi. Batu tersebut menjadi simbol "hierofani" ada kekuatan yang hinggap didalamnya yang menjadikan dia dapat meraup keuntungan hingga milyaran rupiah. Namun dari kekuatan batu banyak orang mencibir telah terjadi kemusrikan secara nyata. Padahal kalau kita tilik ketika&amp;nbsp;Rasullullah mencium batu hajar aswad sayidina umar protes "kalau saja rasululloh tidak mencium batu ini ini, maka aku tak akan pernah mencium batu ini". Tauladan&amp;nbsp;nabi Kita Muhammad SAW, tidak serta merta memuja batu tersebut akan tetapi justru menta'zhimi batu tersebut adalah juga makhluq Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Selanjutnya apa yang salah dari Ponari ? apakah ponari telah menyebar kemusrikan secara nyata ? dalam istilahnya ada profan dan sakral. Kalau profan itu lebih kearah wujud kebendaan sedangkan sakral adalah sesuatu yang ghaib ini bersatu maka disebut hierofani atau dalam benda tersebut ada kekuatan yang Allah ciptakan untuk Ponari ketika Ponari mampu bersabar untuk menahan kelaparan dan kemiskinan yang kian menggurita di kampungnya sehingga Allah memberikan jalan keluar bagi orang sabar dalam mengahadapi ujian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman', serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-2366567633331200344?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/2366567633331200344/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/maulid-nabi-dan-ponari-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2366567633331200344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/2366567633331200344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/maulid-nabi-dan-ponari-1.html' title='Maulid Nabi dan ponari (1)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SxfFMHjavBI/AAAAAAAAAB0/ePe4kPJd7m8/s72-c/S1010041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-4855630947387933360</id><published>2009-12-03T00:22:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T01:06:06.855-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Maulid'/><title type='text'>Maulid Nabi dan ponari (4)</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Sependek &amp;nbsp;pengetahuan saya, &amp;nbsp;pendekatan&amp;nbsp;ilm kalam&amp;nbsp;beda dengan pendekatan&amp;nbsp;tassawuf, pendekatan&amp;nbsp;tassawuf-pun dengan pendekatan&amp;nbsp;ilm syariat&amp;nbsp;juga berbeda. Masing-masing memiliki pisau analisis atau landasan berpikir sendiri.Budaya mencoba merangkum dari berbagai pendekatan, karena budaya adalah cerminan atau ekspresi dari sistem nilai yang dianut oleh masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Kadang kita mengalami kesulitan untuk menjelaskan fenomena budaya tersebut dengan hanya menggunakan satu pendekatan, apalagi dengan menegasikan pendekatan yang lainnya. Kadang kita lupa bahwa apa yang kita pegang hari ini adalah ekornya gajah, padahal masih ada kaki, belalai, kuping, perutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Saya mencoba mafhum dengan cara berpikir Gus Atiq, Ust. Sire, Guru Romzie, Kyai Cecep, Abah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Saepudin, dan&amp;nbsp;syekh-syekh&amp;nbsp;yang lainnya, bahwa fenomena "ponari" idealnya kita lihat secara multidimensi. Karena itu berkaitan dengan sistem nilai, politik, ekonomi dan sosial, dimana masing-masing sistem berusaha untuk saling menguasai, kalau kata orang Gunung Kidul sana (Antonio Gramsci) disebut "hegemoni"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kajian&amp;nbsp;ilm tassawuf&amp;nbsp;sendiri,&amp;nbsp;tassawuf&amp;nbsp;memiliki tingkatan/maqom yang berbeda-beda dan dalam praktik ibadahnya-pun kadang tidak sama satu dengan lainnya, walaupun berbeda tetapi tetap bermuara pada&amp;nbsp; satu puncak atau jalan perennial&amp;nbsp;(maqam al-mahmuda), atau kalaupun kita mau berdiskusi lebih dalam, baiknya kita berbicara tentang "ruh"-wanafakhtu min ruuhi, kenapa masing-masing kita memiliki potensi dalam diri yang berbeda-beda atau dalam istilah "kejawen" (daleman).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya mencoba mencermati fenomena manusia, alam dan seisinya, dengan keterbatasan akal pikiran kita sebagai manusia. Toh kita-pun tidak tahu dimana batas akal itu. Artinya, hari ini kita dengan kapasitas kita sebagai manusia hanya mencoba memenuhi seruan Gusti Allah untuk memikirkan alam dan seisinya&amp;nbsp;kala&amp;nbsp;berbaring, duduk atau berdiri. Secara hakikat, apa yang kita lakukan hari ini sejatinya adalah sedang berdzikir sama posisinya dengan orang yang memutar tasbih (membaca&amp;nbsp;aurad) ribuan kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;Manusia hanyalah "laron laron" yang beterbangan mencari&amp;nbsp;misykat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Mudah-mudahan "nur Muhammad&amp;nbsp;(MHMD)" slalu menerangi kita.&amp;nbsp;Amin....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adang Ridwana&amp;nbsp; -mantan aktivis Bunga 21-&amp;nbsp;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background: white; line-height: normal; margin-bottom: 5.25pt;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: 'Times New Roman', serif; font-size: 12pt;"&gt;Alumni Ponpes Attaqwa 2001(Salutt)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-4855630947387933360?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/4855630947387933360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/maulid-nabi-dan-ponari-4.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4855630947387933360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/4855630947387933360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/maulid-nabi-dan-ponari-4.html' title='Maulid Nabi dan ponari (4)'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-6408979883097875186</id><published>2009-12-03T00:07:00.001-08:00</published><updated>2012-02-05T09:25:35.902-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>KH. NOER ALIE DAN EKONOMI</title><content type='html'>&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. NOER ALIE DAN EKONOMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: center; text-autospace: none;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Cecep Maskanul Hakim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-tbNOgAp-uN0/Ty67Sq22-BI/AAAAAAAAAKw/cNbAJdLA_KQ/s1600/ekonomi+dan+khnoeralie.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="109" src="http://2.bp.blogspot.com/-tbNOgAp-uN0/Ty67Sq22-BI/AAAAAAAAAKw/cNbAJdLA_KQ/s200/ekonomi+dan+khnoeralie.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Tidak mudah menulis pemikiran seseorang yang telah wafat. Tidak mungkin misalnya melakukan wawancara. Apalagi yang bersangkutan tidak meninggalkan jejak berupa buku atau artikel di majalah dan koran. Yang tertinggal darinya hanyalah apa yang diceritakan orang lain tentangnya dan tidak bisa lagi dikonfirmasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Tapi tidak demikian halnya dengan KH. Noer Alie. Kiai yang amat popular di kalangan masyarakat Bekasi dan Jawa Barat ini, meskipun tidak meninggalkan tulisan, tapi ajarannya masih melegenda. Beliau telah menghadap Yang Kuasa, tapi kenangan dan cerita tentangnya begitu hidup di kalangan murid, sahabat dan bahkan cucu-muridnya. Hal ini dikarenakan pengabdian beliau yang nyaris tidak terhenti sepanjang hidupnya, terutama bagi perbaikan dan pengembangan masyarakat. Mulai dari keterlibatannya dalam revolusi fisik &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;melawan penjajah Belanda, menjadi Ketua Dewan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, mendirikan lembaga pendidikan, dan mengajar keliling ke berbagai masjid. Tidak heran jika almarhum dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah atas jasa-jasanya dalam rangka ikut berjuang melawan penjajah Belanda dan mempertahankan Republik Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Sayangnya tulisan tentang riwayat hidup dan perjuangan beliau masih sedikit. Diantaranya buku yang ditulis oleh Ali Anwar dengan judul "KH. Noer Ali: Kemandirian Ulama Pejuang" atau kumpulan tulisan dalam blognya &lt;u&gt;http://noeralie.wordpress.com&lt;/u&gt;. Selebihnya masih berbentuk legenda dan cerita dari mulut ke mulut. Karena itu tulisan mengenai berbagai aspek lain tentang beliau mutlak diperlukan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Tulisan ini mencoba menggali pemikiran KH. Noer Alie dalam hal pembangunan dan pengembangan ekonomi Islam, sebuah subyek yang kini dipelajari secara serius oleh dunia akademis di Indonesia khususnya. Bidang ini mulai mendapat perhatian ketika terjadi krisis ekonomi yang melanda Indonesia dan masih terasa dampaknya sampai sekarang. Sejak saat itu orang mulai mempertanyakan sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia. Sistem yang dibangun selama 30 tahun oleh Soeharto bersama Orde Barunya hancur dalam sekejap meninggalkan masalah keuangan, ekonomi bahkan kemanusiaan. Bencana itu masih terasa dampaknya bagi masyarakat, sampai sekarang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Mengaitkan KH. Noer Ali dengan masalah ekonomi ibarat mencari bayang-bayang dalam cahaya temaram. Dia ada disana, tapi diperlukan kejelian menemukannya. Pasti ada yang terselip diantara kebijakannya dalam memimpin Yayasan Attaqwa selama 30 tahun. Atau dalam ceramah-ceramahnya yang tersebar di berbagai kaset rekaman milik murid-muridnya.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan Konsep Pembangunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Jaman Orde Baru (1967-1998) adalah jaman dimana kata “pembangunan” sangat sering diucapkan dan dikampanyekan oleh pemerintah. Hal itu terjadi karena pemerintah ingin membangun Indonesia menjadi negara maju. Karena itu perlu membangun di berbagai bidang. Sedemikian berkuasanya program itu, sehingga seringkali pihak yang tidak setuju dengan pemerintah dicap sebagai “anti pembangunan” atau “menghambat pembangunan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie mengkritik konsep “pembangunan di segala bidang” yang dikatakannya sebagai konsep yang kontradiktif. Ia melihat pemerintah tengah berusaha menjadikan manusia Indonesia dengan kepribadian ganda, yaitu kepribadian yang memiliki karakter yang saling bertentangan. Di satu sisi, pemerintah berusaha mendidik masyarakat menjadi masyarakat yang agamis dengan mengadakan lomba Tilawah Quran (MTQ), lomba Tafsir Quran, dan lomba Qasidah, tapi disisi lain juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan tradisi yang justru merusak agama, dengan dalih pembangunan budaya, seperti aliran kepercayaan dan kebatinan. Oleh karena itu, menurutnya, “pembangunan di segala bidang” akan gagal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Baginya, pembangunan ekonomi harus dimulai dengan pembangunan karakter manusia. Dan karakter manusia hanya dapat dibangun berdasarkan agama. Nilai-nilai yang diperlukan untuk pembangunan ekonomi seperti kerja keras, kejujuran, kedisiplinan dan keteraturan hanya mungkin tercipta apabila manusia menghayati Islam sebagai agama dengan system yang komprehensif, meliputi kehidupan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, menurutnya, system pendidikan harus menciptakan manusia yang “pinter” (pandai) dan “bener” (baik). Konsep ini mirip dengan yang dikemukakan oleh BJ Habibie, sewaktu menjadi Menteri Riset dan Teknologi di jaman Soeharto, dengan adagium “iptek” (ilmu pengetahuan) dan “imtak” (iman dan taqwa). Konsep Habibie yang kemudian diadopsi oleh ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) sebagai salah satu pilar pengembangan SDM ini, juga pada dasarnya bertujuan menciptakan manusia Indonesia yang pintar, cerdas dengan landasan kebenaran yang berdasarkan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Mungkin sebuah kebetulan apabila pada tahun 1973 Khurshid Ahmad, seorang ahli ekonomi Islam mengemukakan konsep yang mirip tentang pembangunan ekonomi dalam Islam. Ia mengatakan pembangunan ekonomi dalam Islam bukan semata pembangunan ekonomi fisik, tapi berawal pada pembangunan mental dan karakter manusia. Ia mengemukakan, bahwa untuk bisa melakukan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan selamat bagi ummat manusia, ada empat hal yang harus dijadikan dasar. Pertama Tauhid, kedua Rububiyyah, ketiga Khilafah (peran manusia sebagai khalifah di dunia) dan keempat penyucian diri (tazkiyah nafs).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan Kemandirian Ekonomi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;“Noer Alie adalah seorang Ghandi. Bedanya, ia berasal dari Bekasi Utara” kata seorang rekan. Ia mengomentari sosok sang kiai itu, setelah menyaksikan begitu banyak upaya yang dilakukan agar yayasan yang dipimpinnya, bahkan kampung tempat tinggalnya (Ujungharapan), mandiri dalam segala bidang, termasuk dalam bidang ekonomi. Ia menyamakannya dengan Mahatma Ghandi, pejuang kemerdekaan India yang terkenal dengan metode non-koperatif dan tanpa kekerasan dari kolonialis Inggris, yang terkenal dengan semboyan Swadhesi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie memang pernah memimpikan kampungnya menjadi &lt;i&gt;kampung syurga.&lt;/i&gt; Murid-murid yang belajar agama darinya, menafsirkannya sebagai impian untuk menjadikan kampungnya sebagai pusat pengembangan agama Islam, dimana semua ajaran Islam dilaksanakan secara &lt;i&gt;kaffah&lt;/i&gt;.&amp;nbsp; Tapi bagi Noer Alie sendiri, &lt;i&gt;kampung syurga &lt;/i&gt;bermakna kampung yang penduduknya sejahtera secara lahir dan batin. Artinya secara ekonomi kampung itu harus cukup sehingga masyarakatnya dapat membiayai sendiri kehidupan lahiriyah, dan secara agamis masyarakat bersandar kokoh kepada aqidah, syariah dan akhlaq. Ia mengumpamakan masyarakat kampung seperti itu memiliki “kampung yang bersih dan teratur; sawah yang airnya cukup dan panen yang berlimpah, dengan penduduk yang rajin beribadah dan berzikir kepada Allah SWT.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie mencontohkan sendiri bagaimana tujuan itu harus dicapai. Tidak jarang ia mencangkul sendiri kebunnya untuk ditanami berbagai tanaman. Ia juga turun ke sawah bersama petani untuk menanam benih padi, memanennya tatkala musimnya tiba. Ketika pemerintah daerah datang menawarkan bantuan, ia meminta mereka memperbaiki saluran air dan memastikan tersedianya bibit tanaman dan pupuk. Ia bahkan merelakan tanah di sekitar pondok pesantren&amp;nbsp; dijadikan “basecamp” sebuah developer untuk pembangunan infrastruktur berupa jalan aspal dari Ujungharapan ke Babelan. Ia juga yang mempelopori pembangunan jalan tembus dari Ujungharapan ke Teluk Pucung dan dari Ujungharapan ke Kebalin, dua desa di sebelah timur Ujungharapan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie juga mendidik para santri untuk bisa mandiri. Ketika para santri meminta bantuan dana untuk mendirikan gedung koperasi santri, ia meminta mereka untuk ikut memotong padi ketika sawah milik yayasan memasuki musim panen. Hasil itu kemudian dijual dan dibelikan bahan bangunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan kompetisi yang adil&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Yayasan yang dipimpin KH. Noer Alie mengelola aset wakaf yang sangat banyak. Aset itu tersebar di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Bekasi, seperti Babelan, Tarumajaya, Penggarutan, Kaliabang, Kebalen, Gabus, Teluk Pucung, Pekayon dan lain-lain. Kebanyakan asset ini dalam bentuk tanah sawah.&amp;nbsp; Karena kekurangan pengurus untuk mengelolanya, KH. Alie mengizinkan para petani untuk menggarap tanah sawah milik yayasan itu dengan sistem bagi hasil. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Pada menjelang musim tanam, para petani yang berminat untuk mengelola sawah milik yayasan diundang untuk melakukan tender. Apabila petani yang datang untuk mengelola sawah yayasan di daerah tertentu hanya satu orang, maka tawar menawar dilakukan langsung antara pengurus yayasan dengan petani dimaksud. Jika pengelolanya lebih dari satu orang, maka kepada mereka ditawarkan untuk melakukannya bersama. Jika tidak, maka penentuan akan dilakukan dengan lelang; siapa yang menawarkan bagi hasil lebih tinggi kepada Yayasan, maka dialah yang berhak mengelolanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Meskipun memahami kurangnya pendidikan di kalangan para petani, itu nampaknya KH. Noer Alie tidak bisa meninggalkan asas &lt;i&gt;leissez faire&lt;/i&gt; dalam penentuan hasil ekonomi yang optimal. Dia mengerti betul bahwa ia bisa saja melakukan intervensi dengan menunjuk salah satu dari petani-petani itu untuk mengelola tanah wakaf yang diamanatkan kepadanya. Tapi cara itu justru akan bersifat koruptif, yaitu menentukan kekuasaan seorang petani atas petani lainnya. Jika demikian yang terjadi, maka hasilnya justru tidak optimal. Sang petani akan cenderung melakukan monopoli atas tanah yang dikelolanya dan kepentingan pribadi yang lebih luas akan jadi dominan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan Pemerataan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan cerita yang berkembang di kalangan Dewan Masjid, KH. Noer Alie pernah meminta pengurus melakukan pendataan jamaah masjid beserta mushalla. Daftar jamaah dari berbagai mushalla itu diperintahkannya untuk diberi kode hijau atau merah. Kode hijau berarti jamaah itu sudah berada garis “aman”, sedangkan kode merah bermakna jamaah tersebut perlu dibantu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Berdasarkan daftar jamaah itu, zakat, infaq dan sadaqah didistribusikan. Ia mengatur sendiri bagaimana dana-dana sosial itu disalurkan. Ada yang memang langsung dibagikan kepada mustahiq, tapi ada yang berupa pinjaman. Maksudnya adalah untuk mendidik agar penerima bantuan itu dapat berusaha menghidupi dirinya sendiri dengan cara menjadikan bantuan itu sebagai modal usaha. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan bunga bank&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Perdebatan tentang hukum bunga bank telah terjadi di berbagai forum kajian ormas Islam. Muhammadiyah telah memulainya dalam forum Majlis Tarjih muktamar tahun 1971 di Situbondo. Majlis Tarjih menyimpulkan bahwa hukum bunga bank adalah "musytabiha". Untuk itu boleh hukumnya mengambil bunga dari bank-bank Pemerintah, tapi tidak&amp;nbsp; boleh dari bank komersial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Nahdlatul Ulama melalui Bahtsul Masail pada Muktamar 1992 di Bandar Lampung mengeluarkan fatwa bahwa hukum bunga bank ada 3, yaitu haram, halal dan syubhat.&amp;nbsp; Fatwa dengan substansi yang sama&amp;nbsp; didahului oleh MUI yang melakukan silaknas pada tahun 1990 di Cisarua, Bogor, tentang hukum bunga bank. Fatwa ini kemudian mendorong lahirnya Bank Muamalat, bank umum syariah pertama di Indonesia, dua tahun kemudian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Jika menelusuri sejarah lebih kebelakang, perdebatan tentang bunga bank ternyata sudah ada sejak tahun 1934. Pada Sidang Majelis Tarjih pertama KH. Mas Mansur menyatakan bahwa Muhammadiyah mengambil pendapat bahwa bunga bank tidak dibolehkan, tapi karena tidak ada cara lain yang lebih maslahat menyimpan dan melakukan pembayaran kecuali melalui bank, maka hukumnya menjadi darurat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Meskipun KH. Noer Alie anggota elit Masyumi, dimana saat itu kebanyakan dari pengurusnya dari kalangan moderenis, seperti M. Natsir dan Syafruddin Prawiranegara, yang menganggap bunga bank tidak bertentangan dengan agama, namun KH. Noer Alie teguh dengan pendapatnya yang berbeda. Bunga bank baginya sama dengan riba dan yang namanya riba dilarang oleh Alquran. Oleh karena itu ia meminta para pengurus Yayasan untuk tidak mengambil bunga tabungan dari rekening Yayasan, yang digunakan untuk menerima bantuan dari luar negeri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan Zakat Produktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Fenomena baru yang muncul dengan kemunculan perbankan syariah&amp;nbsp; pada tahun 1990an adalah &lt;i&gt;Qardhul Hasan &lt;/i&gt;yang secara harfiah berarti pinjaman kebajikan. Pinjaman ini diberikan kepada fakir miskin yang dikembangkan dari "zakat produktif", yaitu memberikan zakat dengan menjadikannya modal usaha para mustahiq.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Para ulama berbeda pendapat&amp;nbsp; mengenai zakat yang dijadikan pinjaman modal. Sebagian menganggap bahwa hal itu tidak dibolehkan mengingat zakat bersifat &lt;i&gt;tamlik&lt;/i&gt; artinya memberikan milik kepada para dhuafa, fakir dan miskin. Artinya sekali zakat diberikan maka ia menjadi milik mustahik, terserah untuk tujuan apapun mereka menggunakannya, termasuk untuk konsumtif. Di Indonesia, almarhum Prof. KH. Ibrahim Hosen LML, termasuk yang menganut pendapat ini. Sebagian lain berpendapat hal itu dibolehkan dengan dasar maslahat, yaitu &lt;i&gt;maslahat tarbiyah&lt;/i&gt;. Yang dimaksud maslahat tarbiyah dalam hal ini adalah mendidik para dhuafa untuk dapat mandiri dengan cara diberikan modal usaha yang diambil dari dana zakat, sehingga mereka tidak lagi menjadi &lt;i&gt;mustahiq&lt;/i&gt;, tapi juga &lt;i&gt;muzakki&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Jauh sebelumnya KH. Noer Alie telah melakukannya untuk jamaah masjidnya yang termasuk golongan kurang mampu. Ia memerintahkan para pengurus untuk mendata jamaah yang layak menerima zakat dan yang kurang layak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;KH. Noer Alie dan Pemeliharan Lingkungan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Menanam pohon. Itulah hobi yang dilakukan KH. Noer Alie selama hidupnya. Ia amat senang dengan kebun jambu yang ada di samping pondok pesantren putra. Kebun itu ia kelola sendiri bersama pembantu kesayangannya yang bernama Inen. Terkadang ia cuma tersenyum lucu mendengar berita santrinya mencuri beberapa butir jambu dari kebun itu, sekedar menutupi rasa lapar ketika mereka menjadi piket jaga malam&amp;nbsp; di pondok. Selain itu ia juga terlihat sedang mencangkuli tanah di samping mushalla pesantren putri, untuk ditanami sayuran, sambil mengawasi santri-santrinya yang duduk tertib di tepi kebun, yang salah satunya tengah membaca kitab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Ketika pemerintah memberikan bantuan berupa tanaman rimbun (akasia) pada tahun 1980an, ia sangat antusias menerimanya. Beberapa batang darinya diperintahkan ditanam di pondok pesantren putra sebagai pertanda bahwa pesantrennya mencintai lingkungan yang hijau dan asri. Sampai saat ini tanaman itu masih ada dan menjelma menjadi tanaman rimbun yang menghiasi halaman depan pondok pesantren putra.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Ia juga memperhatikan saluran-saluran air yang menjadi sumber pengairan bagi pesawahan di sekitar kampung. Tidak jarang ia mengajak penduduk kampung untuk bekerja bakti membersihkan saluran air di tepi jalan agar tidak menjadi sarang penyakit dan tidak tersumbat ketika musim hujan tiba. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Referensi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;Rifyal Ka’bah, “Hukum Islam di Indonesia,” UI Press, 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-list: l0 level1 lfo2; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;“Studies in Islamic Economics,” the Islamic Foundation, Leicester, 1980&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: .5in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; mso-layout-grid-align: none; mso-list: l0 level1 lfo3; mso-pagination: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: -.25in; text-justify: inter-ideograph;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt 'Times New Roman';"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman',serif; font-size: 12pt;"&gt;“Economics of Zakah,” seminar paper, International Research and Training Institute-IDB, Jeddah, 1998&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-6408979883097875186?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/6408979883097875186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kh-noer-alie-dan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6408979883097875186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/6408979883097875186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kh-noer-alie-dan-ekonomi.html' title='KH. NOER ALIE DAN EKONOMI'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-tbNOgAp-uN0/Ty67Sq22-BI/AAAAAAAAAKw/cNbAJdLA_KQ/s72-c/ekonomi+dan+khnoeralie.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-7878128157125413917</id><published>2009-12-02T19:42:00.000-08:00</published><updated>2011-06-15T11:06:07.040-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Administrator'/><title type='text'>Administrator</title><content type='html'>Administrator Komunitas Blogger Attaqwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Updating news &amp;nbsp; : &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href="http://cecepmh.blogspot.com/"&gt;Cecepmh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;a href="http://achmadtaher.blogspot.com/"&gt;Tokri&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;a href="http://sirojudin-mursan.co.cc/"&gt;Sire&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/"&gt;Kembali&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-7878128157125413917?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/7878128157125413917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/administrator-news-bangsire-tokri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7878128157125413917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/7878128157125413917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/administrator-news-bangsire-tokri.html' title='Administrator'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8070576694045051693.post-8483657624489905889</id><published>2009-12-02T19:33:00.000-08:00</published><updated>2011-06-15T11:06:47.242-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kontak'/><title type='text'>Kontak</title><content type='html'>Sirojudin Mursan&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;sirojudinmursan@gmail.com&lt;br /&gt;Cecep Maskanul Hakim&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;cecepmh@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/"&gt;Kembali&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8070576694045051693-8483657624489905889?l=komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/feeds/8483657624489905889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kontak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/8483657624489905889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8070576694045051693/posts/default/8483657624489905889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://komunitas-blogger-attaqwa.blogspot.com/2009/12/kontak.html' title='Kontak'/><author><name>Attaqwa Community</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07634308564755941579</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_y0aTTIN41ec/SvVwWTSV9pI/AAAAAAAAAAM/ep1zIcCv7w8/S220/Recovered_JPEG+Digital+Camera_314.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
